• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, October 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Buku

Buku-buku Alternatif di Taman Baca Kesiman

Anton Muhajir by Anton Muhajir
17 August 2014
in Buku, Kabar Baru
0
0

TBK-homey

Tak mudah menemukan buku-buku alternatif di Bali.

Selain karena memang sedikit peminatnya, kadang-kadang juga karena buku-buku tersebut dilarang pemerintah atau malah digerebek kalangan fundamentalis.

Buku alternatif di sini sebenarnya mengacu ke pemikiran, penulis, atau tema-tema di luar arus utama. Bahasa kerennya, buku-buku kiri. Misalnya, buku tentang sejarah G30S dari sejarawan independen, bukan versi Orde Baru.

Atau buku tentang perlawanan terhadap pariwisata di Bali. Atau tentang musik underground di pulau ini.

Bersyukurlah kini ada Taman Baca Kesiman (TBK), perpustakaan baru yang terbuka untuk siapa saja.

TBK baru dibuka sekitar dya bulan lalu. Pengelolanya Agung Alit, salah satu aktivis Bali yang juga pemilik Mitra Bali, usaha di bidang perdagangan berkeadilan (fair trade).

Sejak dibuka dua bulan lalu, TBK menjadi tempat kumpul kalangan aktivis dan pecinta buku.

TBK-pengunjung

Ribuan koleksi di TBK sebagian besar adalah buku-buku pemikiran alternatif. Ada novel, majalah, dan buku-buku bacaan. Misalnya karya Pramoedya Ananta Toer, Noam Chomsky, hingga pemikir Iran Ali Syariati. Tema buku juga beragam dari sastra, musik, budaya hingga politik.

Hingga saat ini, pengunjung bebas membaca semua buku tersebut gratis. “Tapi untuk sementara belum boleh dibawa pulang karena sistemnya belum siap,” kata Agung Alit.

Lokasi yang relatif sunyi, meskipun berada di pinggir jalan besar, membuat TBK nyaman sebagai tempat baca. Pengunjung bebas untuk memilih tempat membaca seperti di ruangan, kursi di halaman, atau lapangan rumput di samping perpustakaan.

Selain ribuan buku di perpustakaannya, TBK juga menyediakan kafe kecil untuk pengunjung. Karena itu, TBK juga bisa jadi sekadar tempat untuk ngobrol santai tanpa harus membaca buku. Masyarakat umum bebas ke taman baca ini.

Lapangan rumput seluas kira-kira 10 are juga bisa jadi tempat main bagi anak-anak. Jadi, ketika orang-orang tua serius baca, si anak-anak bebas main di sana.

Di lapangan rumput itu pula, saat ini makin sering diadakan diskusi tentang isu-isu yang juga alternatif. Misalnya, musik blues dan perlawanan terhadap reklamasi di Teluk Benoa, sejarah kekerasan 1965, dan lain-lain.

Tak hanya untuk membaca, tempat baru ini juga makin sering jadi tempat diskusi pu

Semua melengkapi TBK sebagai tempat singgah asyik bagi keluarga pecinta buku. [b]

Tags: BukuDenpasar
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Mau ke Mana Pemulung, Tukang Pilah tak Bergaji di TPA Suwung

Langit Terlihat Biru, tapi Polusi Udara Memburuk

28 August 2026
Anak Muda dan Peristiwa 65: Tidak Seperti di Buku Pelajaran dan Study Tour

Romantisme Pulang: Kisah Kelam 1965 yang Tersensor

4 July 2026

Dari Kebun hingga Pasar, Menyusuri Rantai Ekonomi Galungan di Bali

19 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Next Post
Merawat si Dory agar Tetap Lestari

Merawat si Dory agar Tetap Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Transisi ke Kendaraan Listrik adalah Wacana Kapitalistik ?

Pulau Wisata dengan Pasokan Rapuh: Analisis Kapitalisme atas Kelangkaan BBM di Bali

16 October 2026
Pemerintah Lalai, Bali Digerakkan Daily Worker dan Kini Harus Begadang Massal untuk BBM

Pemerintah Lalai, Bali Digerakkan Daily Worker dan Kini Harus Begadang Massal untuk BBM

16 October 2026
Warga Bali Antre Berjam-Jam Demi BBM, Koster Bilang Pasokan Masih Cukup

Warga Bali Antre Berjam-Jam Demi BBM, Koster Bilang Pasokan Masih Cukup

15 October 2026
Ketika BBM Langka dan Rasa Aman Warga Dipertaruhkan

Ketika BBM Langka dan Rasa Aman Warga Dipertaruhkan

14 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia