• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, July 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Over Development Bali di UWRF 2024

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
23 October 2024
in Budaya, Buku, Kabar Baru
0
1

Konferensi pers UWRF di ARTOTEL Sanur. Foto oleh: I Gusti Ayu Septiari

Festival sastra tahunan, Ubud Writers & Readers Festival (UWRF), kembali hadir dengan edisi ke-21 pada 23-27 Oktober 2024. Lebih dari 70 penulis, seniman, aktivis, akademisi, dan pegiat kebudayaan Bali akan meramaikan festival ini, berbagi panggung dan menjadi bagian dari lebih dari 250 pembicara yang dihadirkan dari berbagai penjuru Indonesia dan dunia, mulai dari India, Australia, Korea Selatan, Palestina, Amerika Serikat, hingga Malta.

UWRF tahun ini mengambil tema ‘Satyam Vada Dharmam Chara: Speak the Truth, Practice Kindness’, terinspirasi dari epik Mahabharata dan dikaitkan dengan konsep filosofi Hindu Bali ‘Tri Pramana’, menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan melalui Bayu (kemampuan untuk hidup), Sabda (kemampuan untuk bersuara), dan Idep (kemampuan untuk berpikir). Sebagai festival sastra, UWRF ingin mendorong peran penulis dalam mempromosikan kedua nilai ini melalui karya-karyanya.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan 10 Oktober 2024 di ARTOTEL Sanur, hadir beberapa pembicara perempuan yang akan mengisi UWRF, salah satunya Oka Rusmini. Ia menyampaikan  bagaimana karya-karya penulis perempuan Bali seperti dirinya menjadi bentuk interpretasi modern dari tema ini. “Ia tidak hanya sekadar menyampaikan kebenaran, tetapi juga mengajak pembaca untuk berempati, berrefleksi, dan bertindak. Karya-karyanya menjadi cerminan dari semangat zaman yang terus berubah, di mana nilai-nilai kebenaran dan kebaikan terus relevan, namun cara kita memahami dan mengimplementasikannya terus berkembang”, ujarnya. Saat festival nanti, penulis bernama lengkap Ida Ayu Oka Rusmini ini akan mengisi sesi Bali Through Her Eyes yang akan mengeksplorasi perspektif dan pengalaman perempuan Bali dalam melihat dan memaknai pulau ini. 

Selain perempuan, topik penting lain yang juga disorot oleh UWRF adalah terkait pembangunan berlebihan di Bali. Sesi bertajuk Overdevelopment in Bali akan menghadirkan aktivis dan Anggota DPD RI Niluh Djelantik, arsitek dan dosen Universitas Warmadewa I Nyoman Gede Mahaputra, dan akademisi lingkungan dari Universitas Gadjah Mada, Agung Wardhana. Akan ada juga diskusi Bali Net Zero Emissions Coalition: A Collaborative Effort to Transform Climate Ambition into Action, Building Ubud Low Emission Zone through A Walkable Village, dan To Sustainable Future and Beyond: Ensuring a Just EV Transition for Bali’s people yang diselenggarakan atas kolaborasi dengan WRI Indonesia dan Koalisi Bali Emisi Nol Bersih. 

Turut hadir pula Carma Mira, penulis dan dosen sastra Jawa Kuno kelahiran Getakan, Klungkung. “Menulis dengan bahasa Bali adalah salah satu bentuk komitmen saya untuk melestarikan dan merawat kekayaan budaya Bali… Saya sebagai salah satu penutur bahasa Bali ingin ikut berkontribusi dalam memperkaya khazanah sastra Bali.” ujarnya. Beberapa program yang akan ia isi adalah Balinese Palm-Leaf Manuscript Crafting Experience, sebuah lokakarya penulisan lontar Bali, dan Mesatua Bali, Fun with Balinese Stories di mana ia akan membawa dan mempromosikan cerita-cerita Bali kepada anak-anak usia 6-8 tahun. 

Sedangkan Pranita Dewi, penyair Bali yang puisi-puisinya telah diterbitkan dan  diterjemahkan ke Bahasa Prancis, Bahasa Inggris, dan Bahasa Thailand, akan meramaikan panggung-panggung pembacaan puisi di UWRF tahun ini, mulai dari Women’s Poetry Slam, Poetry Night at Casa Luna, hingga 2024 Festival Poetry Slam. “Sebagai festival yang sudah berusia 21 tahun, tentu festival ini mempunyai dampak yang sangat besar sebagai wadah untuk masing-masing penulis yang telah lahir, atau justru yang baru lahir untuk berjejaring satu sama lain,” ungkapnya.

Tahun ini, UWRF juga akan memberikan persembahan bagi dua tokoh besar Bali, yakni Cok Sawitri dan Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus. Cok Sawitri adalah seorang penulis, novelis, penyair, penulis naskah, dan seniman pertunjukan asal Sidemen, Karangasem. Ia berpulang pada 4 April 2024, meninggalkan warisan yang berharga bagi lanskap seni dan budaya Bali. Dalam Tribute to Cok Sawitri, penari dan koreografer Ayu Anantha Putri, penyair, esais, editor, dan kurator seni Warih Wisatsana, seniman tari dan dosen Ida Ayu Wayan Arya Satyani (Dayu Ani), koreografer kelahiran Turki Jasmine Okubo dan jurnalis Wayan Juniartha akan memberikan penghormatan bagi Tokoh Seni Pilihan Tempo 2018 untuk kategori Seni Pertunjukan ini.

Sementara itu, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus adalah akademisi kelahiran Peguyangan, Denpasar. Ia dikenal sebagai The Father of Balinese Studies karena kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan dan pelestarian budaya Bali, salah satunya melalui karya-karya dan pendirian institusi-institusi akademik yang kemudian menjadi pusat pemikiran terkemuka di bidang ini. Putranya, I Gusti Ngurah Nitya Santhiarsa, akan membuka malam penghormatan untuknya, diikuti oleh penulis dan profesor sastra Indonesia Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., dan Oka Rusmini.

Janet DeNeefe, Pendiri & Direktur UWRF, menyampaikan bahwa dua tokoh ini telah meninggalkan warisan yang begitu mendalam bagi Bali dan masyarakatnya. “Melalui persembahan ini, kami ingin memberikan penghormatan sekaligus perayaan bagi sosok Cok Sawitri dan Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus. Sebagai festival yang lahir dan besar di Bali, kami juga ingin turut memastikan bahwa warisan-warisan keduanya tetap hidup dan, harapannya, dapat terus menginspirasi generasi-generasi muda Bali ke depan,” ujarnya.

Nama-nama Bali lain yang akan turut mengisi program-program ini mencakup Wayan Jengki Sunarta, Made Adnyana Ole, Bagus Ari Saputra, Ni Nyoman Ayu Suciartini, Tan Lioe Ie, Kadek Sonia Piscayanti, Putu Juli Sastrawan, Nirartha Bas Diwangkara, Sugi Lanus, Wayan Wardika, dan banyak lagi.

kampungbet
Tags: BaliLiterasiUWRF 2024
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026

Perpustakaan yang Menjaga Ingatan Pulau

12 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Next Post
Sosok Dua Wakil Menteri Asal Bali: Pernah Menjadi Jurnalis

Sosok Dua Wakil Menteri Asal Bali: Pernah Menjadi Jurnalis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Kota Makin Padat dan Tanah yang Kian Sulit Dijangkau

6 July 2026
Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Penganugerahan Olimpiade Jurnalis Muda Pertama di Indonesia di AJW 2026

Penganugerahan Olimpiade Jurnalis Muda Pertama di Indonesia di AJW 2026

5 July 2026
Anak Muda dan Peristiwa 65: Tidak Seperti di Buku Pelajaran dan Study Tour

Romantisme Pulang: Kisah Kelam 1965 yang Tersensor

4 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia