• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Bayi Telantar Tanpa Orang Tua

Putu Adi Susanta by Putu Adi Susanta
2 August 2010
in Lingkungan, Opini
0
9

Teks dan Foto I Putu Adi Susanta

Bayi perempuan mungil lucu itu tergolek dalam boks transparan kecil berukuran kira-kira 30 x 40 cm persegi dan beralas perlak, semacam alas terbuat dari kulit sintetis tidak tembus cairan. Dia berselimut hijau muda motif bunga. Umurnya baru satu bulan, kulitnya putih kemerahan, matanya belum bisa terbuka sempurna, masih sipit, hanya bisa terbuka sebentar lalu menutup lagi.

Di papan yang terpasang pada boks terdapat nama Winda. Menurut perawat di sana Winda adalah nama ibu yang melahirkan. Maka, bayi inidiberi nama Bayi Winda, sesuatu yang lazim dilakukan untuk bayi yang baru lahir dan belum mempunyai nama tetap. Mereka meminjam nama ibunya dulu.

Bayi Winda adalah satu dari tiga bayi telantar di Rumah Sakit Sanglah pekan ini. Satu di antaranya bahkan telah meninggal dunia karena terlahir prematur. Beruntung bayi Winda kondisinya baik walau sebelumnya sudah didiagnosa menderita suatu penyakit.

Sebelum berada di RS Sanglah, bayi Winda lahir di sebuah klinik bersalin. Karena menderita kelainan, dia lalu dirujuk ke RSUP Sanglah. Ibunya langsung yang mengantarkan saat itu. Dia bahkan sempat beberapa hari menemani sang jabang bayi. Sekian hari kemudian sang ibu tidak terlihat lagi di ruangan bayi tanpa ada kejelasan. Pihak rumah sakit telah berusaha menghubungi lewat telpon dan ke alamat yang diberikan. Tetapi, semuanya fiktif.

Demkian juga dua bayi yang lain, Bayi Munawaroh, yang keadaanya hampir sama dengan bayi Winda dan bayi Nurlela yang telah terbujur kaku di kamar jenazah. Seluruh keterangan tentang keberadaan orang tuanya telah ditelusuri tetapi tetap tidak medapatkan hasil. “Kalau terlalu lama berdiam di sini takutnya bayi-bayi sehat ini menjadi tertular penyakit,” kata ibu perawat.

Entah apa yang menjadi pemikiran orang yang telah tega menelantarkan bayi-bayi tak berdosa ini. Apakah karena biaya atau karena aib hasil hubungan gelap atau ada hal yang lain.

Jika dikatakan karena masalah biaya, kan masih ada dinas sosial dan program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) dari Gubernur Bali yang bisa dipergunakan untuk keringanan biaya perawatan di rumah sakit. Yang jelas tindakan ini sangat tidak manusiawi, tidak bisa dicari di mana letak pembenarannya.

Masih banyak pasangan yang telah lama menikah belum mempunyai keturunan sangat berharap mendapatkan karunia seorang jabang bayi dari Tuhan. Mereka-mereka ini malah dengan seenaknya menelantarkan.

Maafkanlah ibumu ya nak, mungkin beliau merasa tak kuasa merawatmu hingga kamu besar, kelak jika kamu sudah dewasa dan memahami arti hidup hampirilah ibumu, sayangilah beliau walau kamu tidak pernah mendapatkanya dari sejak pertama dilahirkan. [b]

Tags: DenpasarKesehatanOpiniSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Putu Adi Susanta

Putu Adi Susanta

Pegawai RS, Tamat Ergonomi, Fisika dan Radiografi, Hobi Baca, Tulis, Musik

Related Posts

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Next Post

Ayu Laksmi dalam Sanur Village Festival

Comments 9

  1. PanDe Baik says:
    16 years ago

    Pertama, tulisannya TuADi makin mantap nih… Kedua, saya setuju dengan pendapat Anda bahwa “Masih banyak pasangan yang telah lama menikah belum mempunyai keturunan sangat berharap mendapatkan karunia seorang jabang bayi dari Tuhan. Mereka-mereka ini malah dengan seenaknya menelantarkan…”

    Reply
    • Putu Adi says:
      16 years ago

      Mih..dipuji sama master blogger, jadi malu saya.
      Trims supportnya bli.

      Reply
  2. luhde says:
    16 years ago

    waha… aku barusan jg nulis bayi baru terlantar di sanglah.

    makin banyak kasus, berarti ada suatu kondisi yg memaksa begitu.

    btw, putu adi udah pro banged nulisnya… weleh weleh, harus bersiap mengasah golok, eh otak ni.

    Reply
    • Putu Adi says:
      16 years ago

      waks..mbok Lode bisa aja, mujinya kelewatan, itu gara-gara editan mas Anton yang mantap.

      Kondisi pemicu biasanya sih karena keadaan ekonomi dan rasa malu/aib.

      Kenapa banyak terdapat di Sanglah, itu karena RS ini RS rujukan Bali dan Nusra. Kasus parah dan rada aneh langsung deh dikirim kesini.

      Trims mbok, saya selalu butuh koreksinya.

      Reply
  3. Ensiklopedia Penyakit says:
    16 years ago

    sangat miris memang mendengarnya tapi hal seperti ini serasa sudah biasa dan tidak asing lagi bwt kita. Kemiskinan harta dan kemiskinan moral biasanya yg menjadi biang keladi dari perbuatan seperti ini

    Reply
  4. sriariastini says:
    16 years ago

    sekarang by winda sudah lebih sehat,, terima kasih sudah diberitakan,, smoga cepat mendapatkan orang tua yg benar2 sayang.
    *sy seorang paramedis yg bertugas d ruang cempaka rs sanglah tempat by winda d rawat*

    Reply
  5. sujiin says:
    16 years ago

    apakah bayinya msh ada ?
    saya sujiin berkeinginan utk mengadopsi salah satunya mohon bantuannya. tolong hubungi saya di nomor 021-7651358 atau 021-90270262

    Reply
  6. Yande says:
    15 years ago

    macan saja tidak akan menelantarkan anaknya, kenapa manusia bisa..

    Reply
  7. artmann says:
    15 years ago

    saya juga sama dengan sujiin. bisa kasih info gak bagaimana caranya adopsi bayi² terlantar tsb? tengkyu…

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Tiga Chef Muda Bali Bicara Tantangan Pangan Lokal

19 May 2026

TPA Suwung Ditutup, Apakah Bali Siap?

19 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia