• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, April 28, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Menunggu Datangnya si Manis Putu

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
16 February 2014
in Kabar Baru, Kuliner
0
1

kue-putu-menjajakan

Bukan. Ini bukan putu nama orang.

Putu kali ini adalah kue yang, entah mengapa sangat jarang yang menjual. Hanya ada penjual keliling dengan sepeda gayung atau sepeda motor yang kadang datang menjajakan ke rumah-rumah penduduk.

Salah satunya, Sahrowi, pria penjaja kue putu keliling yang mengaku sudah belasan tahun berjualan. Pria tengah baya ini bisa membuat kue Putu sepuluh biji dalam waktu 5 menit.

kue-putu-mencampur

Kue ini oleh penjaja keliling memang dibuat ekstra cepat. Salah satu resepnya, memasak menggunakan uap panas dari bekas kaleng kerupuk yang diisi air panas. Dari lubang uap panas inilah adonan kue dimatangkan dengan sangat cepat.

Kira-kira hanya sekitar 20 detik per biji. Sementara jika mengukus dengan panci biasanya bisa sampai 10-15 menit.

kue-putu-mematangkan

Hal unik lainnya, dari lubang uap panas yang ditutup inilah terdengar bunyi menarik, tuuuttt yang menandakan kedatangan para penjual kue ini ke rumah-rumah. Bunyi ini seperti bunyi mangkuk yang dipukul sendok oleh pedagang bakso keliling.

Sahrowi mengatakan banyak penjual kue putu keliling ini dari desanya di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. “Mungkin ada sepuluh orang dari sekitar kampung saya saja di Kedawung, Kediri,” ujarnya.

kue-putu-dibungkus

Kue putu yang kecil dan sangat mudah membuatnya ini memberikan rezeki bagi ia dan keluarganya di Jawa.

Kue ini dibuat dari bahan tepung beras. Untuk mempercepat matang dan tekstur kue yang agak berbulir kasar, tepung diayak kemudian diperciki air hangat sehingga agak kasar. Adonan dimasukkan ke pipa cetakan bulat, diisi setengah lalu diisi gula aren parut dn dipadatkan kembali dengan sisa adonan.

Pipa ditaruh di atas lubang uap air selama sekian detik dan jadilah kue ini. Untuk menambah gurih, parutan kelapa ditabur di atas tumpukan kue matang. Harus dilahap selagi hangat saat tekstur kue masih lembut.

kue-putu-pembeli

Dulu, Sahrowi mengaku cetakan kue dibuat dari bambu namun kini hampir semua pedagang menggantinya dengan pipa paralon dengan ketebalan sekitar 5 milimeter. “Pake bambu cepat rusak karena panas uap air, jadi semua sekarang pake pipa,” katanya. Tentu saja bamboo lebih aman.

Para pedagang seperti inilah yang selalu merawat memori dan menyembuhkan klangenan pada penganan tradisional masa lalu. Namun perlu ada intervensi pemerintah untuk kesehatan dan nutrisi.

Selamat menunggu putu datang ke rumahmu.. [b]

Tags: DenpasarKediriKuliner
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
Diskusi: Tinjauan Kritis Gerakan Mahasiswa Indonesia

Diskusi: Tinjauan Kritis Gerakan Mahasiswa Indonesia

Comments 1

  1. Made Wirautama says:
    12 years ago

    Sudah makin jarang ada dagang kue putu sekarang.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia