• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mengupas Uneg-uneg Macet di Bali Ala Kelas Jurnalisme Warga 

Komang Yuko by Komang Yuko
22 June 2024
in Kabar Baru, Pelayanan Publik, Sosial
0
0

Pemandangan wajib di Bali tiap hari macet

Momen foto bersama para peserta Kelas Jurnalisme Warga WRI Indonesia X BaleBengong. Foto oleh: Kresnanta

Penggalan lirik lagu Made Mawut, Fendy Rizk, dan Nosstress berjudul Macet Menggelora sangat relate dengan situasi di Bali saat ini. Macet, panas, dan padat. Sanur dan Ubud adalah dua wilayah dengan kondisi relate seperti lagu tersebut.

Melihat macet yang tak kunjung usai, World Research Centre (WRI) Indonesia bekerja sama dengan BaleBengong merespon dengan menyelenggarakan Kelas Jurnalisme Warga (KJW). Tema KJW kali ini yaitu Merespon Gejolak Kemacetan Sanur dan Ubud. 

Berlangsung di Annika Linden Centre, Denpasar para peserta berasal dari kalangan muda di daerah Sanur, Ubud, dan beberapa lokasi di Bali. Lokasi lainnya seperti wilayah di Kabupaten Badung dengan masifnya pembangunan akomodasi pariwisata. KJW kali ini dilaksanakan pada Rabu, 19 Juni 2024.

Pelaksanaan KJW dibuka dengan pemantik dari WRI Indonesia yaitu Ngurah Termana. Ia menjelaskan ada cara pandang yang lebih sesuai terhadap mobilitas. Sejatinya, mobilitas berkaitan dengan pergerakan individu atau barang, bukan kendaraan.

Termana menjelaskan riset WRI Indonesia, ada yang disebut sebagai hierarki mobilitas. Tujuannya untuk menjelaskan prioritas yang harus dipenuhi dalam transportasi perkotaan. Tujuan utamanya mencapai mobilitas yang berkelanjutan.

Lily dan Desi menjelaskan hasil temuan selama liputan. Foto oleh: Kresnanta
Para peserta KJW mengutarakan keresahannya atas kemacetan di Bali. Foto oleh: Kresnanta
Termana dari WRI Indonesia menyampaikan hasil temuan Tim WRI Indonesia. Foto oleh: Kresnanta

Urutan yang harus diprioritaskan secara berturut-turut diantaranya adalah pejalan kaki, pesepeda, transportasi umum, kendaraan barang dan taksi, terakhir kendaraan pribadi. Tak hanya Termana, penerima hibah liputan Citizen Science AJW 2024, Lily Darmayanti dan Desimawaty juga menjelaskan tentang temuan selama liputan.

Mereka menemukan beberapa hal seperti beberapa difabel netra memilih jalan di badan jalan daripada trotoar yang berlubang dan digunakan pedagang. Trotoar dalam kondisi licin serta bus dan halte tak terawat, ini menyulitkan para difabel. Sehingga inklusivitas yang selama ini disematkan pemerintah dalam setiap agenda masih belum terwujud secara nyata. 

Para peserta mencurahkan keresahan melalui tulisan dalam desain komik dan video podcast pendek. Sebelumnya membuat karya, para peserta dibekali materi tentang penggalian kisah atau informasi dan teknik pembuatan video pendek di media sosial. Pada akhir acara ada momen apresiasi dengan saling mendengar keluh kesah atas kemacetan di wilayah masing-masing. Karya para peserta KJW dapat disaksikan pada media sosial BaleBengong.

kampungbet
Tags: Anugerah Jurnalisme Warga BalebengongKJW 2024macet di baliWRI Indonesia
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Komang Yuko

Komang Yuko

Related Posts

Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

13 December 2025
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Pengembangan Kawasan Rendah Emisi di Sanur dan Ubud

19 September 2025
Transformasi Digital dan Jejak Ritual di Subak Kedisan Kaja

Transformasi Digital dan Jejak Ritual di Subak Kedisan Kaja

9 September 2025
Reuni Pecinta Sepeda Tua Sedunia

Bisakah Denpasar Menjadi Kota Ramah Sepeda?

19 June 2025
AJW 2025: Anak Muda Bicara Kota-kota di Bali

AJW 2025: Anak Muda Bicara Kota-kota di Bali

11 March 2025

Overtourism Bali Selatan Akan Merata Lewat Pembangunan Jalan Baru

17 December 2024
Next Post
Serambi Arts Antida: Panggung ini Milik Kita

Serambi Arts Antida: Panggung ini Milik Kita

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia