• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, April 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Travel

Mengubah Limbah Menjadi Berkah

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
6 April 2009
in Travel
0
4

Oleh Luh De Suriyani

Imam Juwanto, seorang pengerajin, makin atusias di musim hujan ini. Disain furniture dan aksesoris dari limbah kayu yang teronggok di pantai menjadi salah satu produk favorit. Pengerajin kecil cenderung lebih kreatif menciptakan disain baru, khususnya memanfaatkan limbah. Karena modalnya kecil, dan mereka adalah pekerja keras.

“Enam bulan lalu, usaha kerajinan saya dari acrylic tidak menguntungkan,” ujarnya. Suatu hari ia bersantai di pantai, dan melihat banyak limbah kayu berserakan. Sampah-sampah kayu yang biasanya terdampar usai hujan itu kemudian dicoba dirangkai menjadi sejumlah furniture. Misalnya meja, kursi, dan cermin.

Hasilnya, sungguh atraktif. Tekstur kayu yang kusam karena air laut dan potongan-potongan kasarnya menjelma menjadi furniture mewah namun sangat natural. Sederhana tapi elegan.

“Kini banyak orang tua dan pemulung yang khusus memungut limbah kayu seperti ini di pantai. Saya membeli dari mereka,” kata Imam. Ia membeli Rp 25 ribu per karung.

Biasanya, limbah kayu ini banyak didapatkan di tepi pantai Kuta, Tuban, dan Ketewel. Lokasi pantai yang ombaknya besar.

Potongan kayu-kayu kecil ini memang khusus limbah di pantai karena kulit kayunya telah terlepas, dan warna kayu menjadi kusam.

Seperti terlihat di workshop Imam di Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar. Toko sekaligus workshop kecil ini sangat sesak dengan puluhan barang kerajinan dari limbah kayu ini.

Onggokan kayu-kayu berbagai jenis, ukuran, dan warna ditaruh di depan tokonya, menghadap matahari. Agar kayu benar-benar kering sebelum dirangkai menjadi berbagai jenis produk furniture.

Cara pembuatannya sangat sederhana. Kayu-kayu dipilih sesuai bentuk, kemudian langsung dirangkai berdasarkan kerangkanya. Masing-masing kayu dilekatkan dengan paku tembak atau lem.

“Kayu yang disusun dengan lem malah tidak terlalu disukai karena terlihat tidak natural,” kata Imam.

Jadilah Imam bekerja keras di perancangan disain saja. “Semakin alamiah dan sederhana, semakin laku,” tambahnya.

Ia mengatakan setiap hari pesanan terus datang, terutama dari luar negeri atau wisatawan yang datang ke Bali. Tiga item bisa selesai tiap hari yang dikerjakan tiga orang. Sayangnya, Imam tidak mau menambah karyawan dan volume produksinya dengan alasan penghasilannya sudah cukup.

Tak dinyana, semua jenis furniture bisa dibuat dari bahan baku limbah ini. Misalnya untuk meja dan cermin, bahan tambahannya hanya kaca.

Dua karyawannya termasuk Imam, kini sulit meliburkan diri. “Tiap hari harus bolak-balik ke bandara kirim barang,” ujarnya.

Walau ia mengaku sebagai pelopor pembuatan kerajinan dari limbah kayu pantai ini, kini produk sejenis banyak dijual di artshop atau workshop lain. “Peniruan sudah hal biasa. Saya tidak bisa mempatenkannya karena produk saya tidak punya spesifikasi khusus seperti ukuran atau modelnya,” jelasnya. Ia membuat berdasarkan insting dan tidak ada model yang baku.

Harga satu cermin dengan hiasan limbah kayu berdiameter 90 centimeter adalah Rp 175 ribu rupiah. Sedangkan satu set meja makan Rp 850 ribu. Imam juga memproduksi disain produk interior dari limbah bulu ayam yang didapatkan dari arena tajen.

Di workshop berbeda, pengerajin furniture dari limbah eceng gondok (Eichhornia crassipes) juga mengaku produknya masih disukai. Eceng gondok adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung yang kerap dianggap gulma.

“Yang penting disainnya selalu ada yang baru,” ujar Saidatun Wafiroh, salah satu pengelola “Amin Gallery” di Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar.

Hingga kini permintaan produk natural dari limbah menurutnya makin tinggi. Gallery ini membeli bahan baku eceng gondok rutin sekitar 1-2 ton per bulan dari Gresik, Jawa Timur.

Seperti halnya Imam Juwanto, pasar utama produk-produk dari limbah ini adalah orang asing atau wisatawan asing, khususnya di Eropa, Taiwan, dan Amerika Serikat. [b]

Versi Bahasa Inggris dimuat di http://www.thejakartapost.com/news/2009/03/28/handicrafts-made-waste-demand.html-0

Tags: DenpasarEkonomiSeni
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

19 December 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025
Next Post

Karena Kehamilan Kadang Tak Diinginkan

Comments 4

  1. andrie callista says:
    17 years ago

    pertamax,, nice…

    Reply
  2. pushandaka says:
    17 years ago

    saya iri..

    Reply
  3. Ardee says:
    17 years ago

    Cat Tembok ENVITEX , Kualitas PREMIUM harga MEDIUM

    ENVITEX adalah Cat Tembok dengan kualitas PREMIUM dengan Harga MEDIUM.
    ENVITEX memiliki formula 4D :
    1. D-aya sebar luas (lebih luas dibanding dg Cat Tembok dg harga selevel)
    2. D-apat dicuci
    3. D-ilengkapi anti jamur
    4. D-engan aroma segar (Tanpa bahan kimia yg berbahaya – tidak menganggu janin)

    ENVITEX Cat Tembok RAMAH LINGKUNGAN, tanpa bahan kimia yg berbahaya sama sekali, sehingga aman bagi manusia dan lingkungan.

    Cat Tembok ENVITEX memiliki varian warna yg lengkap.

    PAKAILAH ENVITEX untuk hari anda yg penuh warna, dan rasakan indah warna dan kualitasnya.

    Untuk Pemesanan, Hubungi :
    PT INDACO COATINGS INDUSTRY
    Jl. Raya Solo Sragen Km. 13,2
    Desa Pulosari – Kebakkramat
    Karanganyar – Solo
    0271 7071238, 8200872-74 ( Hunting )

    Atau
    Ardian S
    Jl. Pidada X no.7
    Denpasar – Bali
    0361-8632662
    0815-6131138

    Reply
  4. daniel says:
    17 years ago

    Halo,. salam kenal, kami PINBOO Bandung hendak mempromosikan pruduk PIN, dlm berbagai model mulai seperti pin penitik,
    pin gantungan kunci bolak-balik, pin gantungan kunci+crop pembuka botol,
    pin magnet,dan pin gantungan kunci 1 muka, kami juga menjual laminasi(glossy, salur/kanvas, gliter, dll)
    dan bahan baku pin mulai dari ukuran 25mm s/d 75mm.
    selain itu kami juga membuat id-card instan dan menjual bahan baku id-card 2 muka(bolak balik)
    terimakasih..
    tlp. (022)91147817, (022)91357313
    http://www.pinboo.org
    proprint_pinboo@yahoo.com

    Reply

Leave a Reply to daniel Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Bali dan Histeria Festival

17 April 2026
Pulau Bali pun Rentan Tenggelam

El Niño “Godzilla”: Ketika Monster Iklim Mengancam Pulau Dewata

16 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia