• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, June 27, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Menahan Godaan Nikmatnya Betutu Panggang

Anton Muhajir by Anton Muhajir
7 February 2013
in Berita Utama, Kabar Baru, Kuliner
0
0

Ayam Betutu 04

Salah satu masakan khas Bali yang populer adalah ayam betutu.

Menu ini berupa daging ayam utuh diolah menggunakan bumbu lengkap (basa genep). Salah satu ciri khas utamanya adalah rasa pedas karena banyaknya cabai yang digunakan. Ayam betutu pada umumnya dimasak dengan cara dikukus.

Namun, ada pula beberapa metode pengolahan ayam betutu ini. Salah satunya adalah dengan cara dipanggang. Inilah yang dilakukan warung ayam betutu Bu Kadek Wati. Mereka memanggang ayam ini setiap hari dari pukul 9 hingga sekitar 3 sore di tempat pemanggangan di Jl Subak Dalem, pinggiran Denpasar Utara.

Pemanggangan ini dilakukan pertama kali setelah ayam dibersihkan. Tiap satu alat pemanggang untuk satu ekor ayam. Selama sekitar 15 menit, ayam tersebut akan dipanggang di atas bara dari sabut kelapa. Dua karyawan memanggang rata-rata antara 50 hingga 80 ekor per hari. Selain membolak-balik ayam tersebut, keduanya juga menjaga api agar pemanggangan tidak membuat daging gosong.

Ayam Betutu 03Dari pemanggangan, ayam yang sudah kecoklatan ini akan dibawa ke tempat pengukusan. Proses ini tak jauh berbeda dengan pembuatan ayam betutu pada umumnya. Ayam dikukus dengan campuran bumbu khas. Bumbu yang dibuat dengan cara ditumbuk ini kombinasi dari bumbu lengkap, antara lain cabai, kunir, kencur, daun jeruk, dan lain-lain.

Di tempat yang sama, ada karyawan sedang menyiapkan bumbu rempah-rempah ataupun menakar garam dan gula.

Pengukusan ayam ini dilakukan selama sekitar 30 menit. Selama itu, dua karyawan perempuan akan menjaga dan membolak-balikkan ayam tersebut. Tujuannya agar bumbu merata ke seluruh bagian daging serta menjaga tesktur daging agar empuk. Pada proses inilah aroma sedap ayam betutu makin terasa. Sangat menggoda.

Hasil akhir pengukusan ini adalah ayam betutu empuk berwarna kecoklatan berlumur bumbu pedas.

Untuk menikmati ayam betutu panggang ada dua pilihan. Pertama dengan membeli satu ekor ayam panggang betutu. Harganya Rp 55.000 per ekor. Tidak ada tambahan apa pun, seperti sayur atau kacang. Jika ingin menikmati ayam betutu satu ekor utuh, sebaiknya pesan dulu sehari atau dua hari sebelumnya. Mereka tidak melayani pembelian langsung.

Kedua, menikmatinya bersama seporsi nasi. Namun, ayam betutu ini hanya sepotong kecil. Satu porsi nasi ayam betutu ini seharga Rp 8.000 selain dengan nasi juga ada sambal matah dan sayur urap.

Jika ingin menikmati pedas dan gurihnya ayam betutu panggang, silakan mencobanya di Warung Bu Kadek Wati Jl Gatsu Tengah, sekitar Jl Bedahulu, Denpasar Utara. Warung ini buka sejak pukul 8 pagi hingga sekitar pukul 2 sore. [b]

Tags: DenpasarKuliner
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Dari Kebun hingga Pasar, Menyusuri Rantai Ekonomi Galungan di Bali

19 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Next Post
Pakai Kompor, Ngaben pun Makin Praktis

Pakai Kompor, Ngaben pun Makin Praktis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

26 June 2026

Ketahanan Pangan Bali Bertumpu pada Kearifan Lokal tapi ya Begitulah

25 June 2026
Aksi Bali Bergerak Menuntut Presiden dengan 16 Tuntutan

Aksi Bali Bergerak Menuntut Presiden dengan 16 Tuntutan

24 June 2026
Klub Bola bisa jadi Ruang Artikulasi Sikap Politik

Klub Bola bisa jadi Ruang Artikulasi Sikap Politik

24 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia