• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, April 28, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Membangun Kesadaran Anak Muda Desa Sukadana Melalui Kelas Jurnalisme Warga

Indriani Widya Wati by Indriani Widya Wati
16 November 2024
in Kabar Baru, Pertanian
0
0
Pengenalan jurnalistik kepada pemuda dan pemudi Desa Sukadana. Foto oleh: Indriani

Pada 2-3 November 2024, saya berkesempatan untuk menjadi relawan dalam kegiatan Kelas Jurnalisme Warga yang diselenggarakan oleh BaleBengong di Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para pemuda dan pemudi setempat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan mampu mengkomunikasikan potensi serta isu yang dihadapi oleh desa mereka melalui media. Sebagai relawan, saya tidak hanya terlibat dalam proses pelatihan, tetapi juga mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang budaya lokal, pertanian, serta tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di daerah tersebut.

Kegiatan ini diikuti oleh 11 pemuda dan pemudi dari Desa Sukadana yang dibagi dalam 5 kelompok. Setiap kelompok sangat antusias dan serius mengikuti setiap sesi pelatihan. Mereka tidak hanya hadir di setiap pertemuan, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi selama kegiatan berlangsung. Tugas-tugas yang diberikan juga diselesaikan dengan baik oleh mereka. Keinginan untuk belajar dan mengembangkan diri mereka sangat terlihat dalam setiap langkah kegiatan.

Hari pertama dimulai dengan pengenalan dasar-dasar jurnalisme. Para peserta diajarkan cara menulis yang efektif, pentingnya mencari narasumber yang tepat, dan bagaimana melakukan liputan yang objektif. Materi ini penting agar mereka bisa memahami konsep dasar jurnalisme, yang nantinya akan membantu mereka dalam membuat liputan yang informatif dan menarik. Selama kelas, para peserta tampak sangat fokus dan mempraktikkan langsung teknik-teknik menulis yang diajarkan.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan. Peserta diajak untuk bertemu dengan narasumber yang relevan dengan topik yang mereka pilih, dan melakukan wawancara serta liputan langsung. Mereka berbicara dengan petani lokal, pengerajin, dan beberapa tokoh masyarakat untuk menggali potensi serta permasalahan yang ada di desa mereka. Proses wawancara ini memberikan mereka pengalaman langsung dalam menggali informasi yang akurat dan menyusun narasi yang menarik.

Salah satu tim liputan melakukan wawancara dengan warga sekitar. Foto oleh: Indriani

Setelah melakukan liputan dan wawancara, setiap kelompok diberikan tugas untuk membuat video dan tulisan yang menceritakan tentang potensi desa mereka, serta masalah yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Topik-topik yang dipilih sangat beragam, mulai dari potensi pertanian, produksi arak dari air lontar, hingga peternakan. Mereka sangat kreatif dalam menyusun cerita dan mempresentasikannya dalam bentuk video dan tulisan yang menarik.

Pada akhir kegiatan, setiap kelompok mempresentasikan hasil liputan mereka, baik dalam bentuk video maupun tulisan. Hasilnya sangat mengesankan, dengan cerita-cerita yang mengangkat potensi lokal serta isu-isu yang relevan dengan masyarakat desa. Dua kelompok terpilih sebagai pemenang berdasarkan kualitas liputan yang mereka buat. Namun, yang lebih penting adalah semangat dan keterlibatan seluruh peserta yang menunjukkan bahwa mereka sangat peduli terhadap perkembangan desa mereka.

Kegiatan ini ditutup dengan acara makan bersama yang sederhana, namun penuh kehangatan. Para peserta, panitia, dan relawan saling berbagi cerita tentang pengalaman mereka selama mengikuti kelas jurnalisme ini. Makan bersama ini menjadi momen yang menguatkan hubungan antara peserta dan juga antara masyarakat desa dengan para relawan.

Bagi saya pribadi, menjadi relawan dalam kegiatan ini memberikan banyak pengalaman berharga. Selain dapat membantu meningkatkan keterampilan jurnalistik para pemuda, saya juga berkesempatan untuk belajar lebih banyak tentang budaya lokal di Bali, khususnya di Desa Sukadana. Saya belajar tentang kehidupan pertanian mereka, bagaimana mereka mengolah arak dari air lontar, dan juga tentang peternakan yang menjadi salah satu mata pencaharian utama di sana.

Selain itu, saya juga menyadari tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat setempat, seperti kebakaran lahan yang sering terjadi, serta masalah kekurangan air yang harus mereka beli untuk kebutuhan sehari-hari. Isu-isu lingkungan ini sangat penting untuk dibahas dan diselesaikan, dan saya berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran serta tindakan nyata dari masyarakat setempat untuk menghadapinya.

Kelas Jurnalisme Warga di Desa Sukadana ini bukan hanya memberikan pelatihan tentang teknik jurnalisme, tetapi juga membuka mata saya tentang potensi besar yang dimiliki oleh desa-desa di Bali serta tantangan yang mereka hadapi. Lebih dari itu, kegiatan ini membentuk pemuda-pemuda desa untuk lebih peduli dan peka terhadap lingkungan mereka. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat desa di seluruh Bali, serta mendorong pemuda untuk lebih aktif dalam mengkomunikasikan isu-isu yang ada di sekitar mereka.

kampungbet
Tags: desa sukadanakelas jurnalisme warga
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Indriani Widya Wati

Indriani Widya Wati

Related Posts

Rumah Panggung Loloan makin Hilang

Rumah Panggung Loloan makin Hilang

6 January 2026
Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

21 December 2025
Beban Tak Terlihat Remaja Bali di Jembrana

Beban Tak Terlihat Remaja Bali di Jembrana

20 December 2025
Menimbang Ulang Pengertian Masyarakat Pesisir dari Pantai Sanur

Menimbang Ulang Pengertian Masyarakat Pesisir dari Pantai Sanur

15 October 2025
Masa Depan Pantai Sindhu dari Kacamata Pemilik Usaha

Masa Depan Pantai Sindhu dari Kacamata Pemilik Usaha

12 October 2025
“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

10 October 2025
Next Post
Bersiap Normal Baru ketika COVID-19 Terus Melaju

Pura untuk Ibadah, Bukan Tempat Politik: Menyikapi Realitas Politik di Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
Kredit Plastik: Solusi Palsu Tak Berkelanjutan

Kredit Plastik: Solusi Palsu Tak Berkelanjutan

26 April 2026
“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia