• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, May 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Mao dan Monroe pun Diobral Murah

Anton Muhajir by Anton Muhajir
23 August 2010
in Agenda, Kabar Baru
0
0

Teks dan Foto Anton Muhajir

Pemimpin Revolusi China itu bersanding dengan ikon dunia glamour Amerika Serikat.

Mereka mewakili dua dunia yang berbeda. Mao Tse-tung, dipanggil juga Mao Zedong adalah pemimpin Revolusi Komunis di China. Nama pendiri Partai Komunis China pada 1946 hingga 1976 ini selalu disebut-sebut dalam pembicaraan tentang komunisme, seperti halnya Karl Marx dan Vladimir Ilyich Lenin.

Kalau Mao mewakili komunisme, maka Marilyn Monroe mewakili musuh bebuyutannya, kapitalisme. Monroe adalah aktris, model, dan penyanyi ikon hedonisme Amerika Serikat antara tahun 1950 hingga 1962. Hingga 40 tahun lebih setelah kematiannya, Monroe tetap menjadi ikon tentang sesuatu yang berhubungan dengan dunia glamour.

Mao dan Monroe ibarat siang dan malam, saling berlawanan sekaligus saling melengkapi. Di Garage Sale, pasar murah ala Bali Creative Community (BCC), keduanya bersanding mesra. Poster Ketua Mao, dipasang berdampingan dengan poster Monroe. Selain mereka, di dinding tersebut juga digantung poster film dan artis lain.

Tak hanya poster, obral murah ini juga menjual lain, seperti mainan, pakaian, sepatu, DVD, buku, dan aneka kerajinan. Sebagian besar barang tersebut adalah barang bekas atau barang baru tapi catat. Karena itu semuanya dijual dengan harga miring. Sepatu kanvas baru yang biasa dijual seharga Rp 250.000, misalnya, di tempat ini dijual Rp 50.000.

Kegiatan yang diadakan pada Sabtu pekan lalu tersebut diikuti 13 gerai (booth). Tiap gerai menjual satu item khusus. Dari paling ujung barat ada penjual sepatu, lalu disusul pakaian, perhiasan, buku dan majalah bekas, DVD, mainan mobil, sampai pernak-pernik aksesoris.

Menurut Arief Budiman, pegiat BCC dan penggagas acara ini, Garage Sale memang bertujuan untuk memanfaatkan barang-barang bekas maupun cacat sebagai bagian dari kepedulian lingkungan. “Tidak semua bekas. Banyak juga barang stok yang masih menumpuk di gudang lalu dijual,” kata Ayip, panggilan akrabnya.

Peserta obral murah dari beragam kalangan. Sebagian besar adalah pelaku industri kreatif di Bali. Ada ibu-ibu, ada juga anak kecil. Yoke Darmawan, salah satu peserta, menjual majalah dan novel bekasnya yang sebagian besar berbahasa Inggris. Majalah dan buku ini dijual murah, Rp 5.000. Yoke juga menjual sepatu-sepatu bekas bermerk ternama seperti Nike dan Adidas.

Ada pula Jeff Kristanto yang menjual aneka pernak-pernik, seperti gelas dan cangkir, dengan harga paling murah sampai Rp 1.000 per biji.

Pengunjung obral murah juga beragam, ada anak-anak hingga orangtua. Anak kami, Bani misalnya, penuh semangat 45 menjelajahi gerai-gerai yang menjual aneka mainan. Dia lalu beli mainan patung tentara dari plastik seharga Rp 1.000 per biji.

Sabtu sore lalu, ada sekitar 40 pengunjung ketika saya di sana. Karena sebagian besar penjual dan pembeli sudah saling kenal, maka obral murah juga jadi tempat ngobrol meriah. Obral murah ini berlangsung dari pukul 3 sore sampai malam. [b]

Tags: AgendaBali Creative CommunityDenpasarEkonomi KreatifJaringan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Next Post

Korban Perampokan Pegadaian Akhirnya Meninggal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Tiga Chef Muda Bali Bicara Tantangan Pangan Lokal

19 May 2026

TPA Suwung Ditutup, Apakah Bali Siap?

19 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia