
9. Made Masih (Made’s Warung)
Diterjemahkan dari webnya yang ciamik, https://madeswarung.com/ Made Masih, pendiri warung ini pada 1969 adalah metamorfosis dari warung kecil di Kuta pada era 60an. Ia merespon keinginan turis ingin lebih dari kopi, kue beras, dan lainnya.
Anak tertua di keluarganya ini tak henti mengembangkan warung dan menunya sampai selengkap saat ini. Menu tradisional Bali, nusantara, sampai western. Termasuk camilannya. Warung kecil jadi restoran tapi tetap menggunakan nama Made’s Warung.
Aneka menunya lahir dari perkenalan dengan turis-turis di Kuta. Sandwich, pancake, sampai sushi dan sashimi. Bisa jadi ini satu dari sedikit warung yang harga makanannya seperti di hotel bintang lima. Sejarah dan konsistensi memberikan nilai tambah. Made’s Warung di Kuta bahkan dikelilingi butik dengan merk-merk global.
I Nyoman Darma Putra dalam Jurnal JUMPA Volume 01, Nomor 01, Juli 2014 mengutip Peter Steenbergen, warga Belanda adalah suami Ni Made Masih. Made’s Warung bermula dari warung kecil tahun 1969 yang menjual makanan seperti tipat cantok dan minuman kopi dan teh untuk wisatawan di Kuta.
Dari foto yang dijepret tahun 1969, terlihat gambar warung Made yang beratap genteng, dinding gedeg, lantai pasir gembur, kursi bambu, berisi bale beralas tikar. Turis duduk di bale sambil menikmati kopi atau teh yang dalam gelas yang ditaruh di atas dulang.
Di warung sederhana inilah, turis-turis dunia terutama peselancar dari Australia mengusir rasa haus dan lapar. Ke tempat inilah, Peter berkunjung dan jatuh cinta pada Ni Made Masih. Mereka menikah tahun 1974 dan “melarikan diri” bulan madu ke Hotel Bali Hyatt. Di sini, ia mengenalkan Made pada unsur barat, seperti pisau makan dan garpu, elevator, dan AC.








![[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan](https://balebengong.id/wp-content/uploads/2025/01/KOLOM-MATAN-AI-oleh-I-Ngurah-Suryawan-by-Gus-Dark1-120x86.jpg)


Dadong rengkeg dimana lokasinya