• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mencicipi Minuman Kunyit a la Lola Taylor

Diah Dharmapatni by Diah Dharmapatni
16 May 2017
in Kabar Baru
0
0
Rempah-rempah sejuta manfaat bagi kesehatan.

Makanan adalah cerminan tubuh manusia.

Gambaran kesehatan seseorang dapat terlihat dari jenis makanannya sehari-hari. Makanan tak semata kebutuhan dasar manusia, juga dapat berfungsi sebagai penawar rasa sakit. Minuman kunyit salah satunya. Pernah mencobanya?

Ubud Food Festival 2017 menyajikan Masterclass bertema Makanan sebagai Obat, sabtu lalu di Casa Luna Cooking School, Jalan Bisma Ubud. Pendiri Ubud Food Festival, Janet Deneefe bersama ahli pengobatan naturopati, Lola Taylor menjadi pemandu kelas dengan 20 peserta ini.

Janet mengawali kelas dengan memperkenalkan rempah-rempah yang umum digunakan saat mengolah masakan Bali. Rempah-rempah itu di antaranya kemiri, cengkeh, ketumbar, pala, merica, tabiabun (long pepper), lengkuas, kunyit, jahe, kencur dan lain-lain.

Janet dan Lola sepakat rempah-rempah tersebut memiliki manfaat menakjubkan bagi kesehatan. Salah satunya kunyit yang memiliki fungsi anti peradangan, serta membersihkan darah dan hati. Bagi perempuan tentu selalu membutuhkan kunyit sebab khasiatnya yang ampuh mengatasi kram perut saat haid.

“Meski baik bagi kesehatan, jangan terlalu banyak mengonsumsi kunyit. Cukup 2 gram sehari,” jelas Lola.

Konsumsi kunyit secara berlebihan akan meningkatkan produksi asam dalam lambung, memperburuk fungsi hati dan empedu serta memicu anemia. Lebih lanjut, Lola memberikan resep minuman herbal bernama Turmeric Latte. Minuman ini tampak memadukan jamu dan kopi, karena manfaatnya juga serupa.

Lola Taylor mempraktikkan resep Turmeric Latte.

Kabarnya, Turmeric Latte sedang populer di Sydney, Australia sebagai minuman kesehatan. Secangkir Turmeric Latte setiap hari dapat meningkatkan daya tahan tubuh, memelihara kesehatan jantung dan tentu saja lebih sehat. Seluruh bahan Turmeric Latte mudah didapat di Indonesia.

Berikut resepnya:

  • 1 sdt bubuk kunyit
  • 1 sdt bubuk kayu manis
  • 1 sdt bubuk jahe
  • ½ – 1 sdt gula merah
  • 2 sdt minyak kelapa
  • 200 ml susu hangat atau santan
  • 200 ml air panas
  • Sedikit lada hitam

Lola selalu menyarankan bahan rempah yang segar. Tapi, rempah-rempah dalam bentuk bubuk dapat menjadi pilihan jika tidak menemukan bahan segar. Sebagai perbandingan, 1 sendok teh kunyit sama dengan 5 gram kunyit segar atau sekitar 4 cm.

Turmeric Latte

Semua bahan di atas dihaluskan dalam blender. Estimasi waktu mencapai 20 detik untuk bahan berbentuk bubuk. Jika menggunakan bahan rempah-rempah yang segar, mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Angel, salah satu peserta kelas asal Balikpapan mengungkapkan rasanya unik. “Kalau tidak pakai santan, mungkin jadi seperti jamu,” tuturnya.

Perpaduan rempah-rempah ini kerap digunakan sebagai makanan. Tapi tak ada salahnya mencoba resep herbal ini sebagai minuman sehat harian.

Selamat mencoba! [b]

Tags: UbudUbud Food Festival 2017
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Diah Dharmapatni

Diah Dharmapatni

Bekerja di bidang sains dan teknologi.

Related Posts

Kearifan Lokal di Tengah Arus Global di UWRF 2025

Kearifan Lokal di Tengah Arus Global di UWRF 2025

22 October 2025
Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

3 October 2025
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Pengembangan Kawasan Rendah Emisi di Sanur dan Ubud

19 September 2025
Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

15 September 2025
Jelajah Inovasi Desa di Ubud, dari Transportasi Hingga Pedestrian

Jelajah Inovasi Desa di Ubud, dari Transportasi Hingga Pedestrian

10 September 2025
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

10 September 2025
Next Post
Saatnya Sekolah di Denpasar Lebih Tanggap Bencana

Saatnya Sekolah di Denpasar Lebih Tanggap Bencana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia