• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, November 6, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Opini

Saatnya Sekolah di Denpasar Lebih Tanggap Bencana

Efraim Sitinjak by Efraim Sitinjak
17 May 2017
in Opini
0
0
Tempat Evakuasi Sementara di Pulau Serangan, Denpasar. Pembangunan sekolah baru di Denpasar seharusnya memperhatikan kesiapan jika terjadi bencana. Foto Anton Muhajir.

Disdikpora Denpasar Rencanakan Rehab Tujuh Sekolah.

Begitu judul berita di portal berita Bali Post pada Kamis, 27 April 2017 lalu. Menurut berita tersebut, sejumlah gedung sekolah dasar negeri (SDN) di Denpasar dalam kondisi rusak. Mereka akan segera diperbaiki.

Dalam artikel tersebut, Kasubag Perencanaan, Data dan Pelaporan Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Denpasar, I Made Sudarya menyatakan tahun ini ada tujuh sekolah yang mendapat rencana pembangunan gedung baru. Semua karena kondisinya rusak.

Rencana pembangunan gedung sekolah baru ini, dalam kacamata kesiapsiagaan bencana harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Bangunan baru itu harus memiliki kekuatan bangunan baik agar tahan terhadap bencana di Denpasar. Salah satunya gempa.

Seperti kita ketahui, pada 22 Maret lalu, Bali mengalami gempa bumi dengan kekuatan mencapai 6.4 SR. Sekolah di beberapa tempat juga terkena dampaknya.

Gedung sekolah selalu menjadi fasilitas paling banyak hancur saat terjadi bencana di Indonesia. Gempa dan tsunami Aceh 2004 menghancurkan 2.000 sekolah. Gempa Yogyakarta 2006 menghancurkan 2.900 sekolah. Gempa Padang pada 2009 menghancurkan 241 sekolah. Gempa Aceh Tengah 2013 menghancurkan 461 sekolah.

Tidak terhitung dampak lainnya seperti kehilangan kesempatan belajar dan dampak psikososial bagi siswa.

Sekolah aman di Bali, yang mulai digalakkan pada 2016 harus disinergikan melalui setiap program yang berhubungan dengan sekolah. Salah satunya dengan program pembangunan baru maupun perbaikan sebagian gedung sekolah.

Pembangunan sekolah aman ini tentunya mendukung tiga pilar sekolah aman yang sudah masuk dalam kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Program tersebut mendukung pilar 1 yaitu fasilitas sekolah aman. Dua pilar lainnya yaitu Manajemen di Sekolah dan Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana.

Bentuk sinergitas sekolah aman dalam pembangunan gedung baru oleh Disdikpora dapat dilakukan dengan memasukkan petunjuk teknis bangunan sekolah aman ke dalam dokumen pembangunan sekolah. Setiap sekolah yang akan dibangun, apakah dengan kondisi kerusakan berat, sedang dan ringan harus menggunakan petunjuk teknis tersebut.

Kebijakan yang perlu menjadi acuan terhadap sinergi ini adalah Peraturan Kepala (Perka) BNPB No. 4 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/ Madrasah Aman dari Bencana (SMAB). Perka ini bertujuan untuk (i) mengidentifikasi lokasi sekolah/ madrasah pada prioritas daerah rawan bencana gempa bumi dan tsunami dan (ii) memberikan acuan dalam penerapan Sekolah/ Madrasah Aman dari bencana baik secara struktural maupun non-struktural.

Selain itu, terdapat Permen PU No 29/2006 dan Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Tahan Gempa yang dikeluarkan dan SNI-1726-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung.

Secara umum, penerapan sekolah aman di Kota Denpasar terkait dengan pembangunan gedung baru tentunya diharapkan mampu melaksanakan hal-hal seperti melaksanakan skema prioritas dan retrofitting, menimimalkan risiko struktural, non-struktural dan infrastruktur untuk membuat bangunan dan fasilitas untuk menyelamatkan diri dan evakuasi siswa dan penghuni sekolah. Akhirnya, fasilitas sekolah aman menjadi fasilitas yang dapat diandalkan dalam memberikan keamanan bagi warga sekolah saat terjadi bencana.

Pelaksanaan sekolah aman ini juga tentu mendukung semangat dari visi pendidikan nasional kita. Keamanan sekolah dari bencana tentunya memberikan kenyamanan bagi setiap penghuni sekolah untuk melaksanakan proses belajar-mengajar. Selain itu, dia juga turut menyumbang kenyamanan bagi setiap orang tua untuk menitipkan anak-anak mereka belajar di sekolah dengan mengetahui fasilitas sekolah tangguh menghadapi bencana. Kiranya sekolah-sekolah di Denpasar menjadi sekolah yang tangguh bencana. [b]

Tags: BencanaOpini
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Efraim Sitinjak

Efraim Sitinjak

Peneliti di bidang kebencanaan di Resilience Development Initiative (RDI) yang tinggal di Denpasar, Bali.

Related Posts

Bali dan Banjir: Apakah Kita Serius Menata Kota?

Kesalahpahaman dalam Penganggaran Mitigasi Bencana di Bali

25 September 2026
Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

22 September 2026
Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Bugbug, Wilayah Frontier, dan Tubuh yang Dikorbankan

17 September 2026
Negara yang Meminta Kami Terus Beradaptasi

Negara yang Meminta Kami Terus Beradaptasi

16 September 2026
IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

12 September 2026
Inilah Kunci Kemewahan Sejati Primo Chocolate Bali

Gotong Atas, Royong Bawah

8 September 2026
Next Post
Dukungan untuk Program Perlindungan Air Tanah di Bali

Dukungan untuk Program Perlindungan Air Tanah di Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Jelajah Desa Awan, Desa Penyuplai Air Perkotaan

Jelajah Desa Awan, Desa Penyuplai Air Perkotaan

4 November 2026
Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

4 November 2026
Di Wanagiri, Merawat Kopi berarti Merawat Sumber Air

Di Wanagiri, Merawat Kopi berarti Merawat Sumber Air

3 November 2026
Energi Bersih dan Masa Depan Pekerja Lokal: Siapa yang Siap Berubah?

Energi Bersih dan Masa Depan Pekerja Lokal: Siapa yang Siap Berubah?

3 November 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia