• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Hentikan Kemiskinan Sekarang Juga!

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
20 October 2009
in Agenda, Kabar Baru, Politik, Sosial
0
1

Stop Poverty - MDGs

Teks dan Foto Luh De Suriyani

Belasan poster bernada gugatan terhadap pemiskinan dipamerkan di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Minggu. Wayan Dania, misalnya membuat sejumlah poster bertema ketidakadilan lingkungan, kesehatan dasar, dan ekonomi. “We dont need anymore heroes, we just need someone to planting the trees,” tulisnya di sebuah poster tentang hutan yang gundul di Bali.

Ada lagi poster soal kemerdekaan bersekolah untuk anak-anak, bayi yang gisi buruk, dan lainnya. “Kadang kita lupa betapa merdekanya langit, karena kita diajarkan untuk menunduk,” tulis Dania. Bangkit! Ia menuliskan kata itu besar-besar di posternya.

Di sudut lain ada I Ketut Tarta, pria tengah baya yang baru saja dipensiunkan dini sebagai pegawai di salah satu supermarket besar di Denpasar. Tarta mengaku sudah tiga bulan belum mendapat pekerjaan baru. “Saya mau mulai jualan madu, bantu saya memasarkan produk lewat internet,” pintanya.

“Saya sudah bekerja 15 tahun disana. Sekarang saya mau membuat usaha kerja sendiri, memfasilitasi petani madu di desa saja,” ujar Tarta optimis. Ia belajar mengenal komputer dan membuat email untuk mulai memasarkan madu di stand Sloka Institute dan Bali Blogger Community (BBC).

Selain poster, beberapa warga dan LSM juga memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan reproduksi perempuan, pelayanan checkup kesehatan untuk lanjut usia, dan kespro untuk remaja. Pameran ini dilakukan di sepanjang pedestrian depan Museum Bali di sekitar lapangan pusat kota ini.

Aksi ini bagian dari kegiatan Stand Up and Take Action atau Aksi Bangkit dan Beraksi di Bali. Diprakarsai oleh Alase Bali – Aliansi LSM dan Elemen Masyarakat sipil se?Bali, gabungan dari seluruh LSM dan dari elemen masyarakat sipil yang ada di Bali. Di malam hari, Alase mengajak setidaknya 500 warga sipil guna memperkuat inisiatif masyarakat bagi pemenuhan komitmen Pemerintah terhadap Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals – MDGs).

Juga dibacakan ikrar dan standup yang dihadiri oleh Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan Sekretaris Daerah Provinsi Bali I Wayan Yasa. “Mobilisasi ini dilakukan untuk memberitahukan kepada para pemimpin dunia bahwa jutaan orang telah bangkit dan menuntut pemiskinan dihilangkan dan bahwa pemenuhan janji atas pencapaian MDGs harus menjadi prioritas politik mereka,” ujar Paulien Long, aktivis Yayasan Kristen Kesehatan Umum (Yakkum) yang menjadi koordinator acara.

Ikrar itu berbunyi, “Kita bangkit sekarang bersama dengan jutaan orang di seluruh dunia di hari bersejarah ini, untuk menunjukan komitmen kita dalam melawan pemiskinan dan ketidaksetaraan. Hari ini, kita bangkit bersama untuk mengatakan kepada para pemimpin kita bahwa tinggal enam tahun tersisa sebelum tengat waktu 2015 untuk mewujudkan Millennium Development Goals.”

“Kita bangkit hari ini bersama dengan jutaan orang diseluruh dunia sebagai bentuk solidaritas. Semua yang percaya bahwa kemiskinan dan kelaparan bisa dan harus diakhiri,”  Sang Ayu Putu Eka Sujiati, seorang aktivis disableYakkum, salah satu pembaca ikrar.

“Pasar bebas sebagai fundamentalisme ekonomi lebih berbahaya dari fundamentalisme agama,” ujar Degung Santikarma, salah satu antropolog Bali. Inilah, yang menurut Degung tak disadari masyarakat Bali sehingga pemiskinan terus terjadi. Ruang-ruang politik pun juga harus diaambil untuk menyuarakan kamu miskin.
Hal ini diakui pula oleh salah satu anggota DPRD Bali, Ni Made Sumiati. Ia mencontohkan kemiskinan struktural di Kabupaten Karangasem, kampung halamannya.

Aksi Standup di Bali adalah salah satu dari ribuan peristiwa yang diadakan di seluruh penjuru dunia sebagai bagian dari “Stand?Up, Take Action, End Poverty Now – SUTA Campaign”. Warga di dunia meminta kepada para pemimpin dunia agar memenuhi janji yang mereka buat pada tahun 2000 untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium. MDGs.

MDGs adalah sebuah komitmen yang telah ditandangani oleh 189 negara yang sepakat untuk mengentasakan kemiskinan pada tahun 2015. Ada delapan tujuan MDGs oleh 189 negara pada tahun 2000.

Yakni menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian balita, dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu melahirkan. Selain itu juga mengurangi kematian akibat HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lain, kelestarian lingkungan, dan mengembangkan kemitraan global.

Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) Bali, jumlah penduduk miskin di Bali pada bulan Maret 2008 tercatat sebesar 215,7 ribu orang (6,17 persen). Persentase penduduk miskin di wilayah perkotaan mengalami peningkatan menjadi 53,36 persen, dari tahun lalu pada periode sama sebesar  52,31 persen.

Tags: AgendaDenpasarJaringanNGOSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Next Post
Genealogi (Kuasa) Pariwisata Bali

Genealogi (Kuasa) Pariwisata Bali

Comments 1

  1. Juragan bugil says:
    16 years ago

    Luhde, kemiskinan tidak dapat dilenyapkan, karena tuhan telah ciptakan ada orang yg disebut Kaya, karena ada yang Miskin, supaya diantaranya dapat saling tolong-menolong. Kalau semua orang Kaya siapa yang jadi PRT, TKI dan TKW ??

    Reply

Leave a Reply to Juragan bugil Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia