• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Harga Beras Kian Terbang Bebas

Anton Muhajir by Anton Muhajir
28 February 2011
in Kabar Baru, Sosial
0
0

Teks Ni Putu Adiari, Ilustrasi Anton Muhajir

Kegagalan panen meningkat. Harga beras terus naik. Ini menjadi fenomena yang ditakuti masyarakat.

Harga beras sudah melambung tinggi. Kegagalan panen banyak dialami petani. Salah satu faktor penyebabnya adalah cuaca yang tidak jelas. Kadang hujan, kadang panas. Tanaman padi yang sudah menguning, artinya siap untuk dipanen, dibiarkan mengering. Karena buahnya sudah rontok.

Kenaikan harga beras, menjadi fenomena yang ditakuti oleh masyarakat. Masalah ini juga dirasakan petani di Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar. Banyak warga di desa ini mengurangi makan agar bisa bertahan hidup.

Wayan Nari, salah satu warga Desa Ketewel mengeluhkan tingginya harga beras. Dia harus menghemat pengeluarannya, agar bisa mencukupi kebutuhannya. Penghematan itu, termasuk membeli barang seperlunya saja. Hal paling parah adalah dia dan keluarganya harus mengurangi makan.

Harga beras sekarang naik. Dulu Rp 7.000 per kilogram, sekarang sudah Rp 8.000. Setiap hari Nari menghabiskan 1,5 kg beras. Dia seorang buruh. Gajinya Rp 30.000 per hari. Suami dia seorang buruh ukir. Gaji per harinya Rp 50.000 kalau sedang semangat bekerja. Kalau kondisinya sedang kurang enak, dapat kurang lebih Rp 30.000.

Nari dan suaminya mempunyai 2 anak. Anak pertama kelas 3 SMP sedangkan anak kedua masih kelas 3 SD. Pendapatan per hari mereka kurang lebih Rp 80.000. Untuk beli beras, lauk, biaya sekolah, untuk upacara, habis sekitar Rp 50.000. Belum lagi dia harus bayar utang.

“Jadi uang segitu tidak cukup dalam sehari. Makanya saya harus berhemat sekarang,” kata Nari.

Selain naiknya harga beras, kebutuhan yang lainya juga ikut naik. Seperti waktu ini harga cabai naik mencapai Rp 100.000 per kg nya. Gaji kita tetap segitu. Tetapi harga kebutuhannya naik. Inilah yang membuat kegelisahan dan ketakutan di mana-mana.

Pemerintah harus memerhatikan kehidupan petani. Walau pekerjaannya terdengar sangat rendah, tapi petani sangat berjasa. Jika tidak ada petani, dari mana kita bisa mendapatkan beras.

Sawah-sawah di Bali harus dipertahankan juga. Jangan semuanya dijadikan vila. Memang Bali daerah pariwisata, tapi kita juga harus memerhatikan petani-petani di Bali. [b]

Tags: BerasGianyarSembakoSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Next Post
Ogoh-ogoh, Simbol Bhuta Kala Menjelang Nyepi

Ogoh-ogoh, Simbol Bhuta Kala Menjelang Nyepi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Membangkitkan Lima Lapisan Kesadaran Diri

21 May 2026
Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

20 May 2026

Tiga Chef Muda Bali Bicara Tantangan Pangan Lokal

19 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia