• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, January 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

Ni Komang Aprilia Enisari by Ni Komang Aprilia Enisari
14 December 2025
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Perlu ada gerakan nyata soal penyadartahuan tentang perspektif pengelolaan sumber daya hutan di wilayah pesisir, agar hutan mangrove salah satunya tidak digunduli seenaknya.

Menghadapi krisis besar bernama perubahan iklim, panas global meningkat, permukaan air laut naik, dan badai datang lebih sering dan ganas. Ancaman yang tanpa disadari ini membutuhkan pahlawan alami sebagai penjaga garis Pantai. Pahlawan itu adalah hutan mangrove.

Bayangkan, hutan mangrove dapat menghisap ‘karbon super’ besar. Mangrove menyerap karbon dioksida, gas penyebab utama pemanasan, dan menguncinya rapat-rapat di dalam lumpur pesisir. Kemampuan mangrove dalam menyimpan karbon bisa berkali-kali lipat lebih besar daripada hutan biasa di daratan.

Mengenal tentang pentingnya fungsi mangrove, lahir sebuah gagasan dari pemuda asal Banyuwangi. Bendega lahir di tangan Fajar Lukman Hakim, yang peduli terhadap kelestarian ekosistem pesisir.

Fajar panggilannya, berada di sekitar masyarakat yang hidup di pesisir Teluk Benoa, Bali. Kawasan yang terdampak proyek reklamasi perluasan Pelabuhan Benoa menyaksikan bagaimana alih fungsi hutan mangrove dilakukan secara besar-besaran menjadi pelabuhan, pemukiman, hingga jalan tol.

Pada tahun 2019, Bendega dikenal dengan sebutan Rumah Mangrove, sebuah organisasi yang melakukan proyek pertama rehabilitasi mangrove seluas 40 hektar, yang melibatkan penanaman 150.000 bibit mangrove. Pada tahun 2021, Rumah Mangrove resmi berganti nama menjadi Yayasan Bendega Alam Lestari, yang juga dikenal sebagai Bendega, dengan fokus pada tiga pilar: pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan perikanan berkelanjutan.

Upaya inovatif Bendega dari 2019 sampai sekarang berhasil melakukan konservasi dan rehabilitasi lebih dari 58 hektar hutan mangrove atau setara dengan 18 kali luasan Lapangan Renon.

Penanaman bibit mangrove sudah dilakukan lebih dari 416.000 pohon di Bali, Lombok, dan Jawa Timur. Bendega juga berupaya dalam melakukan budidaya 10 spesies mangrove dengan 50.000 benih/tahun, untuk memastikan keberlanjutan inisiatif penanaman.

Dengan segala kemajuan di bidang teknologi, Bendega memanfaatkannya dalam penginderaan jauh untuk geo-tagging, perekaman, dan analisis hasil penanaman sebagai bagian dari upaya melindungi dan memantau pertumbuhan mangrove.

Selain itu, dalam mendukung Edu-ekowisata pesisir, Bendega melakukan promosi ekowisata mangrove berkelanjutan dan praktik ramah lingkungan. Dalam kontribusinya, sebanyak 300 Nelayan yang tergabung dalam 65 kelompok nelayan di Bali, Lombok, dan Jawa Timur menerima manfaat secara ekonomi.

Pagi itu, berlokasi di Kawasan Mangrove KUB Simbar Segara, Desa Pemogan. Ni Putu Ayu Wijayanti, Tim Operasional Bendega menjelaskan mengenai program-program Bendega dan bagaimana memberikan dampak melalui tanam mangrove, ditemui pasca menyusuri lokasi penanaman mangrove di area pesisir Teluk Benoa, dalam kegiatan Canoe Trip – Clean Up (7/12/2025).

“Dampak mangrove ini sangat besar sekali, selain bantu jaga iklim tetap seimbang, mangrove juga bantu kita melestarikan ekosistem pesisir, mengurangi akibat abrasi, perbaiki keseimbangan lingkungan, dan sekarang jadi sumber ekonomi nelayan lokal,” ujarnya.

Ayu juga menjelaskan mengenai jenis-jenis buah mangrove yang di manfaatkan oleh nelayan lokal sebagai bahan produksi makanan. Saat ini di bawah naungan PT. Dermaga Internasional di produksi buah mangrove dengan label Mangrove Brownies (Mangbrow), Mangrove Chips (Mangsip) dan Mangrove Stik (Mangtik).

Sambil memberikan edukasi tentang mangrove ia juga menyerukan slogan “membeli 1 produk mangrove = menanam 1 pohon mangrove”. Peserta kegiatan ini diberikan 1 bungkus snack Mangsip dan 1 bungkus Mangtik untuk dicicipi.

Ada yang menarik, pada momen tersebut komunitas dan relawan yang tergerak dalam aksi Canoe Trip – Clean Up menyuarakan yel-yel “Aku dan kao jaga bakao”. Sambil mendayung sambil punguti sampah, tepat pukul 09:30 Wita mereka kembali ke daratan dengan sampah sebanyak 19,99 Kg.

“Membersihkan sampah di sekitar mangrove, ini sebenarnya kelihatan sederhana, tapi ini sangat menyenangkan dan berdampak,” ujar Putu Galuh, salah satu relawan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya membersihkan sampah di sekitar mangrove adalah cara sederhana untuk mencegah abrasi, mencegah hilangnya habitat, dan mengatasi perubahan iklim yang ekstrem.

“Aksi ini Adalah salah satu upaya yang bisa kita lakukan,” lanjutnya.

Bendega hadir secara terus menerus mengajak dan berkolaborasi dengan dukungan komunitas, organisasi, NGO, dan juga pemerintah melalui cara sederhana. “Bagi kami, menjaga mangrove ini seperti pengingat bahwa pesisir yang sehat tumbuh dari akar yang kuat dan dijaga bersama, kami ingin semua orang melihat bahwa harapan itu ada dan perubahan bisa dimulai dari hari ini,” ujar Gusti Ayu Mirah, Business and Partnership Bendega.

Ronaldo Damar Setiawan, Marketing dan Sosial Media Bendega mengatakan eksploitasi kayu mangrove memiliki regulasi yang tegas dari pemerintah, sehingga satu-satunya yang bisa dimanfaatkan adalah bagian buahnya.

Dampak Mangrove Dalam Pemberdayaan Perempuan

Menurutnya, sangat disayangkan apabila buah mangrove yang dihasilkan pada akhirnya menjadi layu, hanyut atau terbuang. Disinilah Bendega bergerak agar mangrove bisa memberikan nilai ekonomi bagi sekitar. Bendega berperan dalam melakukan riset untuk pengolahan buah mangrove.

Setelah riset berhasil dilakukan, mereka mengimplementasikan kepada perempuan. Bendega aktif memperjuangkan kesetaraan gender, melalui kegiatan pelatihan kepada Ibu-ibu istri nelayan dan anak muda perempuan mengenai permbuatan cemilan bermerek Mangbrow, Mangsip, dan Mangtik. Ini adalah salah satu aksi nyata, perempuan terlibat dalam membantu perekonomian keluarga.

“Pelatihan ini salah satu program kami, tetapi tidak semua program yang dilakukan itu 100% berhasil, terkait apa yang di ajarkan masih dibutuhkan kerberlanjutan,” ujar Aldo, panggilannya. Tantangan saat ini adalah bagaimana mempertahankan agar program yang dilakukan tetap berkelanjutan.

“Mengolah buah mangrove jadi makanan kadang bukan jadi pilihan utama gitu ya, mungkin ada beberapa yang paham, dan sebagian belum tentu pengen, atau jarang. Jadi kami terus melakukan edukasi, sambil membantu juga menyalurkan agar buah mangrove yang dihasilkan nelayan tetap punya nilai,” lanjutnya.

Dampak Program Kepada Nelayan

Menurut I Ketut Darsana, Ketua Kelompok Nelayan KUB Simbar Segara, kehadiran Bendega sangat membantu nelayan-nelayan menghasilkan nilai tambah ekonomi, baik dari buah mangrove maupun peningkatan tangkapan ikan karena ekosistem yang terjaga. Kelompoknya kini menjadi garda terdepan penjaga mangrove di pesisir Teluk Benoa, dan berkontribusi dalam pelestarian.

“Saya selalu mencari bibit untuk kedepannya kalo ada lahan kosong atau roboh itu kami akan melakukan penanaman secara swadaya. Harapannya agar keberadaan kami lebih mendapat perhatian dari berbagai pihak, terutama pemerintah, untuk kita bersama-sama menjaga kelestarian mangrove,” tutupnya.

(Karya dari Pelatihan Jurnalistik Metangi Bali oleh New Energy Nexus)

aafikotasarni.org sangkarbet
Tags: bendegamangrovemetangi bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ni Komang Aprilia Enisari

Ni Komang Aprilia Enisari

Ni Komang Aprilia Enisati, lahir di Gumbrih, 12 April 1999. Suka menulis suka jalan-jalan

Related Posts

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

15 December 2025
Perempuan, Budaya, dan UMKM Berbasis Keberkelanjutan

Perempuan, Budaya, dan UMKM Berbasis Keberkelanjutan

14 December 2025
MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

10 December 2025
Tak Hanya Sawah Berkurang, juga Hutan Mangrove. Sayangnya Tanam Lagi Sering Gagal

Tak Hanya Sawah Berkurang, juga Hutan Mangrove. Sayangnya Tanam Lagi Sering Gagal

6 October 2025
Menguatkan Kelembagaan Tradisi Bendega di Karangasem

Menguatkan Kelembagaan Tradisi Bendega di Karangasem

27 July 2025
Mangrove Teluk Benoa di Tengah Beragam Ancaman

Program Penanaman Mangrove sebagai Upaya CSR

7 December 2024
Next Post
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia