• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Because Size Does Matter

Riri Prabandari by Riri Prabandari
4 September 2010
in Agenda, Kabar Baru
0
0

Architects Under Big 3, #5 Yurina Rahmanisa

Teks Riri Prabandari, Foto Ilustrasi Internet

Mojang geulis Bandung, Yurina Rahmanisa, membagi pengalaman tentang pentingnya skala dalam karya arsitektur.

Endin, panggilan akrabnya, menjadi pembicara dalam Architects Under Big 3 (AUB3) edisi kelima di Popo Danes, Denpasar Jumat malam kemarin. Dalam empat kali pertemuan sebelumnya, kegiatan bulanan ini menghadirkan arsitektur kaum adam.

Presentasinya yang diberi judul Size Does Matter membahas mengenai keterkaitan antara arsitektur dan master planning. Di malam AUB3, arsitektur muda ini bercerita tentang pengalamannya turut serta dalam mengerjakan beberapa proyek dengan skala berbeda.

Endin membagi fase arsitekturnya dalam empat bagian. Fase pertama adalah Arsitektur – Master Planning – Urban Context – Konservasi. Pada fase ini, Endin berbagi pengalamannya ketika bergabung dengan Pusat Studi Urban Desain pada tahun 2006. Di sini Endin sempat ambil bagian dalam proyek master planning revitalisasi kota tua Jakarta yang memberinya bekal pengetahuan mengenai planning dan pengalaman riset.

Kemudian di tahun 2007 Endin mendapatkan beasiswa untuk studi master di Universita Degli Studi di Torino, Italia. Di sini Endin memperoleh pengetahuan mengenai revitalisasi dari sudat pandang lain, ekonomi.

Fase kedua adalah Arsitektur – Master Planning – High Rise Building, di mana ia bergabung dengan SMC Alsop Singapore. Sewaktu bekerja dengan Alsop, Endin belajar mengenai porsi arsitek dalam mendesain parcel kecil dalam kawasan yang sangat luas.

Merasa cukup berada di negeri orang, selanjutnya pada pertengahan tahun 2009 Endin kembali ke Bali dan kembali pula bekerja untuk GM Architect dan merintis SSXL-Studio.

Fase selanjutnya adalah Arsitektur – Master Planning – Landscape. Dalam fase ini Endin menceritakan desainnya untuk sebuah kompetisi tentang pemanfaatan lahan rusak akibat pertambangan di Pulau Bangka. Proyeknya diberinya nama Babel Eco Park.

Fase terakhir -Fase Keempat yakni Arsitektur – Master Planning – Value Endin beserta kawannya mendesain suatu kawasan villa complex yang diberinya nama Lost Island Residence.

Ruang lingkup arsitektur pada konteks tertentu akan memerlukan sensitivitas spesifik bergantung pada skalanya. Pada skala master planning, peran seorang arsitek bisa sangat mempengaruhi proses dan hasil perancangan selanjutnya. Begitu juga sebaliknya, proses master planning akan ikut menentukan produk arsitektur pada tahap berikutnya. Melalui berbagai proses pada skala berbeda, seorang arsitek akan terbantu untuk dapat melihat dari sudut pandang lebih luas.

Proyek dalam skala master planning atau urban design adalah proyek yang dalam proses desain dan pelaksanaannya membutuhkan peran serta dari banyak pihak dari berbagai disiplin ilmu. Hal ini disebabkan oleh tingkat kompleksitas permasalahan yang ditemui. Hal positif di sini adalah di mana seorang arsitek dapat melihat sebuah isu dari berbagai sudut pandang, misalnya sosial, ekonomi, tata kota, master planning dan sebagainya.

Penyelesain kolaborasi dari berbagai sudut pandang disiplin ilmu pun akan menjadi lebih bermakna, lebih dari sekadar perubahan fisik yang biasanya tidak akan memiliki keberlangsungan yang panjang.

Tentang Architects Under Big 3:
Architects Under Big 3 (AUB3) adalah sebuah kegiatan bulanan pada jumat pertama tiap bulan- yang dipersembahkan untuk arsitek muda usia dibawah 30 tahun. AUB3 telah ditetapkan menjadi agenda IAI Bali dan tiap peserta yang berprofesi sebagai arsitek akan mendapatkan sertifikat dari IAI Bali yang dapat diambil pada agenda AUB3 di bulan berikutnya.

Dalam kegiatan ini arsitek muda diberi kesempatan untuk mempresentasikan karya arsitektur beserta pemikiran mereka pada publik melalui presentasi non formal yang diteruskan dengan diskusi santai. Peserta juga diberi kebebasan untuk memilih ruangannya sendiri -di halaman, ruang makan, rooftop, ruang galeri- dimanapun tempat dimana mereka rasa paling nyaman untuk berbagi cerita dengan pendengarnya.

Melalui pendekatan ini, arsitek beserta ide dan karya arsitekturnya berkesempatan untuk mendapatkan ruang berkomunikasi dengan khalayak yang lebih luas, baik khalayak awam arsitektur maupun khalayak arsitektur. [b]

Tags: ArsitekturDenpasarDiskusiJaringanSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Riri Prabandari

Riri Prabandari

Mulanya seni sebagai hobi, kemudian jatuh cinta sedalam-dalamnya sehingga memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Setelah berhasil lulus sampai sekarang masih setia di jalurnya dengan bekecimpung di lahan manajemen seni dan budaya.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Jajan Asik dan Murah di Pasar Badung

Renovasi Pasar Tradisional Bali: Identitas yang Terkubur di Balik Keseragaman Desain

22 August 2025
Next Post

Gunakan HP-mu untuk Matikan Lampu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia