Gotong Atas, Royong Bawah
Di Jakarta, perdebatan tentang ekonomi kerakyatan seringkali berakhir seperti mawiwaha kata-kata—riuh di mimbar, tetapi hampa di lapangan. Di ruang-ruang rapat ber-AC, para akademisi, birokrat, dan politisi tingkat atas sibuk bersilat lidah mempertentangkan mazhab Mohammad Hatta dan Sumitro Djojohadikusumo. Kelompok puritan mengagungkan ajaran Bung Hatta dalam Membangun Koperasi (1954): bahwa koperasi wajib murni bottom-up, lahir dari keringat dan kesadaran etis rakyat dari bawah. Di seberangnya, para teknokrat berkiblat pada Sumitro (Soemitro...
Read moreDetails









