Tubuh Manusia Bali, dari Nyupat 1965 ke Akumulasi Kapital
I Ngurah Suryawan Salah satu periode waktu yang penting sekaligus menentukan dalam perjalanan sejarah Indonesia dan juga Bali adalah periode...
Putra Bali yang menjadi dosen di Jurusan Antropologi Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Papua Barat. Menyelesaikan Doktor dalam bidang Ilmu-ilmu Humaniora (Antropologi) di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Melanjutkan penelitian pascadoktoral dalam bidang ekologi budaya dan transformasi masyarakat Marori dan Kanum di Merauke, Papua (2016 – 2017) dalam program ELDP (Endangered Languages Development Programme) SOAS London bekerja sama dengan ANU (Australian National University). Menekuni studi tentang ekologi budaya, politik identitas, genealogi kekerasan, dan gerakan sosial di tanah Papua.
Penulis buku Jiwa yang Patah (2012), Mencari Sang Kejora: Fragmen-Fragmen Etnografi (2015), Papua Versus Papua: Perpecahan dan Perubahan Budaya (2017).
I Ngurah Suryawan Salah satu periode waktu yang penting sekaligus menentukan dalam perjalanan sejarah Indonesia dan juga Bali adalah periode...
I Ngurah Suryawan Apa yang terjadi di Desa Bugbug, Kabupaten Karangasem sejak beberapa tahun lalu sungguh sangat menyesakkan. Berbagai rentetan...
I Ngurah Suryawan Seoarang kawan di grup whatsapp membagikan situasi rumahnya yang tergenang banjir di satu wilayah banjar Denpasar Utara....
I Ngurah Suryawan Masih percayakah kita akan adanya kearifan lokal yang mampu menjadi “jembatan” untuk menjaga keselarasan atau keharmonisan Bali...
I Ngurah Suryawan Tetiba saya teringat pidato kebudayaan Melani Budianta di Dewan Kesenian Jakarta yang berjudul Lumbung Budaya di Sepanjang...