Bali, Tambal Sulam Kerapuhan
I Ngurah Suryawan Seminggu lalu, sejak Senin 12 Oktober 2026, Bali betul-betul menghadapi kekacauan yang berdampak besar ke berbagai aspek...
Putra Bali yang menjadi dosen di Jurusan Antropologi Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Papua Barat. Menyelesaikan Doktor dalam bidang Ilmu-ilmu Humaniora (Antropologi) di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Melanjutkan penelitian pascadoktoral dalam bidang ekologi budaya dan transformasi masyarakat Marori dan Kanum di Merauke, Papua (2016 – 2017) dalam program ELDP (Endangered Languages Development Programme) SOAS London bekerja sama dengan ANU (Australian National University). Menekuni studi tentang ekologi budaya, politik identitas, genealogi kekerasan, dan gerakan sosial di tanah Papua.
Penulis buku Jiwa yang Patah (2012), Mencari Sang Kejora: Fragmen-Fragmen Etnografi (2015), Papua Versus Papua: Perpecahan dan Perubahan Budaya (2017).
I Ngurah Suryawan Seminggu lalu, sejak Senin 12 Oktober 2026, Bali betul-betul menghadapi kekacauan yang berdampak besar ke berbagai aspek...
I Ngurah Suryawan Salah satu periode waktu yang penting sekaligus menentukan dalam perjalanan sejarah Indonesia dan juga Bali adalah periode...
I Ngurah Suryawan Apa yang terjadi di Desa Bugbug, Kabupaten Karangasem sejak beberapa tahun lalu sungguh sangat menyesakkan. Berbagai rentetan...
I Ngurah Suryawan Seoarang kawan di grup whatsapp membagikan situasi rumahnya yang tergenang banjir di satu wilayah banjar Denpasar Utara....
I Ngurah Suryawan Masih percayakah kita akan adanya kearifan lokal yang mampu menjadi “jembatan” untuk menjaga keselarasan atau keharmonisan Bali...