• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Navicula Merilis “Berburu Penyihir” tentang Kriminalisasi Aktivis

Novian Alberto Lega Nama by Novian Alberto Lega Nama
4 September 2026
in Kabar Baru, Musik
0
0

Entitas grunge asal Bali, Navicula, yang kritis menyuarakan isu sosial dan lingkungan dalam setiap karyanya, kembali dengan lagu terbaru bertajuk “Berburu Penyihir” yang dirilis pada 20 Agustus 2026.

Berkat konsistensi mereka yang menjadikan musik sebagai medium untuk menyuarakan isu lingkungan, sosial, politik, dan hukum, lagu ini menandai fase baru perjalanan karier musik Navicula sekaligus menjadi pengantar menuju album ke-11 mereka.

Gede Robi, vokalis dan gitaris Navicula, menjelaskan bahwa tema “Berburu Penyihir” terinspirasi dari sejarah kelam perburuan penyihir di Eropa pada zaman dahulu. Saat itu, mereka yang dituduh melakukan praktik sihir dihukum tanpa melalui proses peradilan yang sah dan divonis hanya berdasarkan asumsi serta penggiringan opini publik.

Fenomena ini mirip dengan apa yang terjadi di Indonesia maupun dunia saat ini, terutama terhadap masyarakat sipil, kalangan intelektual, serta para aktivis yang kritis bersuara melawan kebijakan rezim penguasa—termasuk dalam hal-hal yang berkaitan erat dengan isu sosial dan lingkungan.

“‘Berburu Penyihir’ ini sebenarnya tentang kriminalisasi kepada aktivis. Praktik berburu penyihir di Eropa zaman dulu ternyata berulang di zaman kita sekarang. Bedanya, kalau dulu diculik, tanpa pengadilan, dan dibakar hidup-hidup, kalau sekarang bentuk kriminalisasinya berupa doxing, astroturfing, lewat buzzer, framing, dan social media bullying,” jelasnya.

Di media sosial saat ini, kalangan kritis dan oposisi kerap menjadi sasaran melalui narasi yang dimanipulasi (propaganda, astroturfing, kemarahan palsu), serangan pribadi (doxing, mengumbar aib, cyberbullying), serta framing yang bertujuan untuk mendistraksi masyarakat dari isu yang sebenarnya terjadi.

“Makanya di lagu ini ada lirik: ‘ada banyak masalah yang lebih vital, tapi dia memilih yang gampang viral,’” ungkapnya.

Secara teknis musik, “Berburu Penyihir” dipengaruhi oleh perpaduan nuansa musik psychedelic rock dan tradisional India. Lagu ini direkam sepanjang bulan Februari dan Maret 2026 di Blacksand Studio, Canggu, Bali, dengan metode rekam live secara bersama-sama dalam satu ruangan.

Proses rekaman menggunakan konsol analog tahun 1980-an untuk menghasilkan suara khas yang natural dan klasik. Dari hasil tersebut, kemudian dilakukan penambahan overdub untuk kebutuhan vokal, tekstur, serta instrumen tambahan.

Lagu berdurasi 5 menit 21 detik tersebut ditulis oleh sang vokalis, Gede Robi. “Berburu Penyihir” diharapkan bisa menjadi pengingat agar masyarakat terhindar dari kekacauan informasi, sekaligus menjadi pemantik untuk terus memperjuangkan suara kritis pada isu-isu vital. Dengan demikian, para pendengar diharapkan tidak mudah teralihkan fokusnya dari pokok masalah dan solusi prioritas yang sebenarnya.

“Semoga lagu ini bisa menyihir semua pendengar seperti saat kami pertama kali mendengarkannya di studio,” tutup Navicula dalam siaran persnya.

Tags: berburu penyihirNavicula
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Novian Alberto Lega Nama

Novian Alberto Lega Nama

Related Posts

Gede Robi dan Segala Daya Mainstreaming Isu Lingkungan

Gede Robi dan Segala Daya Mainstreaming Isu Lingkungan

29 June 2024
Pelayaran Terakhir Made Indra di “Earthship”

Pelayaran Terakhir Made Indra di “Earthship”

8 November 2018
Navicula Unjuk Gigi di Enam Negara Eropa

Navicula Unjuk Gigi di Enam Negara Eropa

4 October 2018
Navicula Rilis Lagu Ibu, Penghormatan untuk Bumi

Navicula Rilis Lagu Ibu, Penghormatan untuk Bumi

2 June 2018
Made Indra-Afi dalam Kenangan dan Karya Terakhirnya

Made Indra-Afi dalam Kenangan dan Karya Terakhirnya

3 April 2018
Kegelisahan Penguasa Hutan dalam Harimau! Harimau!

Kegelisahan Penguasa Hutan dalam Harimau! Harimau!

7 July 2014
Next Post
Festival Film Pendek Minikino 2026 Menayangkan 122 Film dari Berbagai Negara

Festival Film Pendek Minikino 2026 Menayangkan 122 Film dari Berbagai Negara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Festival Film Pendek Minikino 2026 Menayangkan 122 Film dari Berbagai Negara

Festival Film Pendek Minikino 2026 Menayangkan 122 Film dari Berbagai Negara

4 September 2026
Navicula Merilis “Berburu Penyihir” tentang Kriminalisasi Aktivis

Navicula Merilis “Berburu Penyihir” tentang Kriminalisasi Aktivis

4 September 2026
Sejarah Desa Guliang Kangin, Dulunya Hutan Belantara

Sejarah Desa Guliang Kangin, Dulunya Hutan Belantara

3 September 2026
Menjaga Hulu, Menata Wisata di Desa Pedawa

Menjaga Hulu, Menata Wisata di Desa Pedawa

3 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia