• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, June 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Navicula Rilis Lagu Ibu, Penghormatan untuk Bumi

Intan Paramitha by Intan Paramitha
2 June 2018
in Lingkungan, Musik
0
0

Tak akan ada Ibu Bumi kedua, bila Ibu Bumi telah tiada.

Begitulah salah satu pesan Navicula, band grunge rock asal Bali, dalam lagu terbaru mereka, Ibu. Navicula merilis singel sekaligus klip lagu tentang lingkungan tersebut di Hard Rock Café Bali, Jumat kemarin.

Lagu Ibu ini merupakan salah satu lagu dari sederet lagu baru yang rencananya akan dijadikan satu album baru utuh, yang akan dirilis pada tahun ini. Album baru, yang rencananya akan berjudul Earthship ini, nantinya akan menjadi album ke-9 dari band Navicula.

Lagu Ibu bercerita tentang janji seorang manusia kepada alam, bumi, tempat dia tinggal, bahwa dia akan lebih peduli dan meluangkan waktu serta tenaga untuk menjaga, mencintai, dan melestarikannya.

“Kata Ibu (Ibu Pertiwi) bermakna Bumi, dan lagu ini adalah persembahan dan penghormatan kami kepada Bumi serta isinya,” jelas Gede Robi, frontman Navicula.

Bertepatan dengan hari kelahiran Pancasila, single ini dirilis berbarengan dengan peluncuran video klipnya. Video Klip Ibu disutradarai direktur muda, Ayu Pamungkas, bekerja sama dengan Komunitas Silur Barong, komunitas video maker yang bermarkas di Ubud, yang sebelumnya sempat membuat beberapa film pendek dan video iklan komersial.

Penggarapan rekaman lagu Ibu telah dimulai tahun lalu, sekitar bulan Oktober, direkam di studio rumah Navicula di Ubud, dan dimixing-mastering oleh Deny Surya.

Sementara video klipnya digarap awal April tahun ini. Mengambil lokasi syuting di Bali dan beberapa di perairan Papua, saat Robi, vokalis Navicula, turut berlayar bersama kapal legendaris Greenpeace, Rainbow Warrior, di kepulauan Raja Ampat.

Beberapa gambar lain adalah footage-footage kerusakan alam koleksi dari Greenpeace yang diberikan kepada Navicula khusus untuk pembuatan video klip ini.

Navicula juga menggaet biduan jelita asal California, Leanna Rachel, sebagai model di video klip ini.

Lagu Ibu ini masih kental rasa Navicula-nya, yang sejak berdiri 1996 silam, tetap konsisten menyuarakan isu sosial dan lingkungan hingga saat ini. Musik pada lagu Ibu bernuansa riff-riff berat khas Grunge atau Seattle-sound, aliran rock alternatif yang awalnya booming di era 90-an, sementara bagian reff-nya tetap pop, catchy, sekaligus anthemic, sehingga masih tetap asyik untuk ber- sing-a-long; sebuah format musik yang sudah menjadi ciri khas Navicula. Sementara soal pesan, bisa didengar dan dirasakan dengan jelas pada lirik-nya:

“… Kini aku berikrar, ku kan selalu menjagamu…Ku basuh kakimu… Karena ku tahu di sana ada surga …Tak akan ada Ibu Bumi kedua, bila Ibu Bumi telah tiada… Ku jaga dia, ku jaga selamanya, karena ku tahu dia pun jaga kita.” [b]

Tags: LingkunganMusikNavicula
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Intan Paramitha

Intan Paramitha

Related Posts

Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Next Post
Catatan Mingguan Men Coblong: Aparatus

Catatan Mingguan Men Coblong: Aparatus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Wisata di Denpasar, Tiga Tempat Menarik dalam Satu Area

Refleksi Aksi For HATI Bali 2026 dalam Menjaga Masa Depan Bali

8 June 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Hindari Penggunaan Bahan Ini dalam Banten

8 June 2026
Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

7 June 2026

Menepi Sejenak di Serayu Pottery Ubud 

6 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia