
Oleh: I Komang Andra Widarma, I Gede Ramana Saputra, I Wayan Agus Candra, I Kadek Artha Yasa
Dalam kunjungan ke lokasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) terlihat kandang sapi, kambing, dan jerigen berisi bahan fermentasi. Menurut penjelasan warga, proses pembuatan POC dilakukan secara sederhana dengan fermentasi. Bahan utama yang digunakan adalah kotoran sapi yang dicampur dengan “Biomini” yang berisi bakteri pengubah tanah, serta molase sebagai makanan bakteri tersebut.

“Secara garis besarnya, molase itu makanan dari si Biomini. Biomini itu isinya bakteri untuk menyuburkan tanah. Pokoknya pada dasarnya menghidupkan tanah,” jelas salah seorang petani setempat saat diwawancarai.

Petani mengaku beralih ke POC karena harga pupuk kimia yang dinilai terlalu mahal. Dengan membuat pupuk sendiri, pengeluaran untuk pupuk bisa ditekan hingga 50%.

POC ini sudah diaplikasikan untuk berbagai komoditas. “Dipakai petani, pertama untuk pupuk padi, kedua untuk pupuk jagung, di samping itu sudah bisa untuk tanaman sayuran,” ujar petani tersebut.
(Tulisan ini merupakan karya peserta Kelas Jurnalisme Warga SMA Negeri 1 Bebandem)









