• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, May 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Cerita Pengangkut Sampah: Pekerjaan Susah, Fasilitas Minim

Lily Darmayanti by Lily Darmayanti
30 January 2024
in Kabar Baru, Lingkungan
1
0

Bagaimana pemerintah menjawab untuk permasalahan sampah belakangan ini? Pemberian motor cikar (moci) atau truk apakah cukup? Para pekerja lelah dari pagi hingga sore hari, namun minim tanggungan dari pemerintah? Bagaimana kita menjawab semua itu? Mari dengarkan cerita dari sang pekerja keras ini yuk…..

Sedikit cerita yang ingin dibagikan oleh salah satu pekerja dengan penuh peluh yang  bercucuran di pagi menjelang siang ini. Ketut Susila, seorang kepala keluarga yang telah bekerja sejak lama mulai dari satu gang ke gang lain untuk mengangkut sampah hingga ke Tempat Pengelolahan Sampah Terpadu (TPST) terdekat.

Laki-laki kelahiran Denpasar ini mengungkap kesehariannya bekerja ke tiap-tiap rumah untuk mengumpulkan sampah. Ia hanya bermodalkan motor dan gerobak miliknya, dari rumah ke rumah lainnya dengan muatan yang ditampung sebanyak 30 Kartu Keluarga (KK).

Bobo, panggilan khas di setiap jeritan dari rumah rumah untuk menyapanya dan dibalas senyuman hangat. Walaupun lelah dan keringat udah membersamainya sejak pagi. “Hujan-hujan sing taen ade komplin kecuali macet, sing ngidang ngutang, sing menyemak lulu ee  mare ade komplin,” (Hujan-hujan tidak pernah ada komplin kecuali macet, tidak bisa membuang dan tidak diambil sampahnya baru ada komplin dari warga selepas TPA Suwung kebakaran lalu).

“Sing maan tanggungan, konyang pribadi. Motor pribadi, gerobak rusak tanggungan pribadi. Gerobak ngai pedidi, moci masih meli pedidi” (Tidak dapat tanggungan, semua pribadi. Motor pribadi, gerobak rusak pun tanggungan pribadi. Gerobak buat sendiri dan moci juga beli sendiri). Ceritanya kembali saat ditanyai tanggungan yang didapatkan selama bekerja. Pekerjaan yang berat, namun tidak ada tanggungan pula? Bagaimana ini?

Pria berbaju hitam ini juga bercerita upah yang diberikan selama ini berbeda antara rumah warga dengan rumah yang berisikan kos-kosan. “Kos-kosan hitungane Rp 15 ribu per kamar, men umah biase Rp 50 ribuan.” (kos-kosan hitungannya 15 ribu per kamar dan rumah biasa 50 ribu). Selain itu juga ia tidak bekerja sendiri melainkan dibantu oleh sekitar delapan rekan kerja yang menemani sepanjang hari dan bertukar senda gurau melepas penat.

Senyumannya tidak pernah luntur sepanjang obrolan pagi itu (20/1) dan sesekali diselingi tawa  walaupun harus kembali bekerja hingga sore.

kampungbet
Tags: krisis sampahmasalah sampah di balisampah di bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Lily Darmayanti

Lily Darmayanti

Related Posts

Banyak Masalah di TPS3R, Bisa jadi Pusat Kelola Sampah

Banyak Masalah di TPS3R, Bisa jadi Pusat Kelola Sampah

4 May 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Kredit Plastik: Solusi Palsu Tak Berkelanjutan

Kredit Plastik: Solusi Palsu Tak Berkelanjutan

26 April 2026
Sampah tak Terpilah, Subsidi Pupuk Organik bikin Jengah

Cara Leluhur Bali Memilah Sampah

21 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

12 April 2026
Next Post
Astera: Coming of Age Musik Pop Rock Alternatif Bali

Astera: Coming of Age Musik Pop Rock Alternatif Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Senja Kala Humaniora

14 May 2026
Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

13 May 2026
Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

12 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia