• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 21, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kondisi Terkini TPS Kelating: Menagih Janji-Janji yang Belum Terealisasi

Made Nova by Made Nova
25 January 2024
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Kebakaran TPA Suwung telah usai. Truk pengangkut sampah sudah kembali membawa sampahnya secara normal ke TPA Suwung. Pengangkutan sampah di sekitar Kota Denpasar juga sudah seperti semula. Semuanya tampak “kembali baik-baik saja” walaupun sebenarnya masih banyak potensi resiko yang mengintai.

Bali bisa bernapas lebih lega setelah tidak perlu kebingungan lagi mencari tempat “penitipan” sampah. Namun, bukan berarti semua masalah sudah selesai. Seluruh perhatian memang tertuju pada TPA Suwung yang apinya sukses dipadamkan dan bersorak gembira atas hal tersebut. Tapi bagaimana kondisi terkini TPS Kelating, tempat yang saat itu dijadikan pengganti TPA Suwung?

Ekskavator Milik Desa Adat yang Terparkir di Area TPS Kelating. Foto oleh: Made Nova

 

Pada Kamis, 18 Januari 2024, sudah tidak terlihat antrean truk sampah yang mengular seperti tampak sebelumnya di media sosial. Hamparan sampah ada di tengah persawahan. Jika dari dipotret dari udara, akan terlihat suasana kontras, terasering sawah berpadu dengan gundukan sampah tercampur.

Jalanan Desa Kelating kini sudah difungsikan secara normal kembali oleh masyarakat setempat untuk kegiatan sehari-hari. Sebelumnya truk-truk mengular memenuhi jalan desa menuju TPS yang difungsikan TPA pasca Suwung terbakar.

TPS Kelating menyisakan sedikit tumpukan sampah yang kebetulan baru sampai pada hari itu. Terparkir satu alat berat berupa ekskavator berwarna biru milik Desa Adat yang mengurus sampah-sampah yang datang. Suasana TPS Kelating tidak seperti pada masa-masa darurat sampah lagi. Saat ini, TPS Kelating kembali dimanfaatkan untuk menampung sampah dari Kelating dan beberapa desa di sekitarnya. Terhitung per harinya hanya 5 – 6 truk yang datang, angka yang berubah secara signifikan jika dibandingkan dengan sebelumnya yang bisa mencapai 150 truk per hari.

I Made Suarga, Perbekel Desa Kelating menjelaskan bahwa sampah yang dihasilkan oleh warga Kelating sepenuhnya dikelola oleh desa. Sebelum membuang sampahnya, warga akan diminta untuk memilah sampah dari rumah. Sampah plastik berharga akan dikumpulkan dan ditukarkan dengan beras setiap satu bulan sekali yang dilakukan secara bergiliran di enam banjar. Sampah yang tidak ditukarkan akan dikumpulkan dan diangkut ke TPS Kelating oleh truk setiap hari Kamis dan hari Minggu di setiap minggunya.

“Organiknya dibuang di sana (TPS Kelating), plastiknya ditukar dengan beras.” ungkap Made Suarga soal gagasan pengelolaan sampahnya. Sampah plastik yang terkumpul kemudian dibawa oleh BUMDes menuju ke tempat-tempat pengolahan plastik di daerah Marga, Tabanan. Hal ini jadi paradoks, karena Kelating kini menerima sampah tidak terpilah dari desa-desa lain pasca TPA Suwung terbakar.

Suasana Terkini TPS Kelating. Foto oleh: Made Nova

Pengelolaan sampah di Desa Kelating terlihat sudah berjalan dengan normal. Namun, di balik itu semua, masih ada janji-janji penanganan sampah dari beberapa pemerintah daerah yang belum terealisasi pasca TPS Kelating digunakan sebagai pengganti sementara TPA Suwung. Made Suarga menyatakan bahwa saat awal diminta untuk menerima sampah dari tiga kabupaten di Bali, pihak Desa Kelating dijanjikan adanya bantuan berupa perbaikan jalan dan hal lainnya. “Dari Pemda maunya itupun diperlebar jalannya, hotmik, dan lain sebagainya,” ujar Made Suarga. Lebih lanjut, Made Suarga mengakui bahwa hingga saat ini belum ada sama sekali realisasi bantuan yang dijanjikan.

Ditemui dalam kesempatan yang berbeda, Dewa Made Maharjana, Bendesa Adat Desa Kelating, menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang berusaha untuk menagih bantuan yang dijanjikan sebelumnya. Dewa Maharjana sudah berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung dan surat permohonan bantuan yang diajukan sudah diterima. Berbeda dengan Kabupaten Badung, Dewa Maharjana memberikan catatan khusus untuk Pemerintah Kota Denpasar.

Ia merasa dipersulit dalam proses permohonan bantuan ini. “Sudah bicara karena Bendesa Adat (Desa Kelating) kepingin ketemu dengan walikota, menghadap untuk mohon bantuan karena masih menyisakan, pasca buang sampah, masih menyisakan masalah untuk keperluan tanah urug,” ungkap Dewa Maharjana. Permintaan ini disampaikannya melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, tetapi belum mendapatkan tanggapan hingga saat ini. “Sudah berkoordinasi dengan Sekdis (DLHK Kota Denpasar), disuruh menunggu-menunggu, sampai saat ini tidak ada,” jelas Dewa Maharjana.

Permasalahan yang diakibatkan oleh terbakarnya TPA Suwung tidak hanya berhenti sampai api padam. Janji-janji akan diberikannya bantuan kepada TPS Kelating, yang sudah menyediakan tempat pengganti sementara untuk penampungan sampah, harus dipertanggungjawabkan dan direalisasikan.

kampungbet
Tags: krisis sampahmasalah sampah di baliTPA di BaliTPA Kelating
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Made Nova

Made Nova

Related Posts

Apakah Larangan Produksi AMDK di Bawah 1 Liter akan Efektif?

Wajah Pariwisata Bali dan Krisis Lingkungan

2 July 2025
Cerita Pengangkut Sampah: Pekerjaan Susah, Fasilitas Minim

Cerita Pengangkut Sampah: Pekerjaan Susah, Fasilitas Minim

30 January 2024
TPST Samtaku Jimbaran dan Masalahnya

TPST Samtaku Jimbaran dan Masalahnya

30 January 2024
Next Post
Bali Women Crisis Center: Korban Masih Ragu Melaporkan Kasusnya

Bali Women Crisis Center: Korban Masih Ragu Melaporkan Kasusnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia