• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, April 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Buku

Sunyi Senyap Gerakan Literasi di Bali

Angga Wijaya by Angga Wijaya
11 October 2017
in Buku, Opini, Pendidikan
0
0
Taman Baca Kesiman merupakan salah satu perpustakaan asyik di Denpasar.

Kata “literasi” kian populer beberapa tahun terakhir.

Menurut kamus online Merriam-Webster, literasi berasal dari istilah latin ‘literature’ dan bahasa inggris ‘letter’. Literasi merupakan kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis.

Namun, lebih dari itu, makna literasi juga mencakup melek visual yaitu kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (adegan, video, gambar).

National Institute for Literacy mendefinisikan literasi sebagai “kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.”

Definisi ini memaknai literasi dari perspektif lebih kontekstual. Dari definisi ini terkandung makna bahwa definisi literasi tergantung pada keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan tertentu.

Banyak lembaga atau yayasan bergerak di bidang literasi menumbuhkan kegemaran membaca baik pada anak maupun orang dewasa dengan membangun perpustakaan dan taman baca atau mengumpulkan buku untuk disumbangkan ke sekolah-sekolah di Indonesia.

Bagaimana dengan Bali?

Gerakan literasi di Bali nampaknya masih sunyi-senyap. Memang ada berbagai kegiatan menumbuhkan literasi namun sifatnya temporer. Mereka hanya aktif pada waktu-waktu tertentu seperti menyambut hari pendidikan nasional atau hari buku nasional.

Setelah itu tak terdengar lagi gaungnya.

Penting untuk membuat gerakan literasi berkelanjutan, seperti membangun perpustakaan dan rumah baca. Dulu sekitar tahun 2004 sebelum literasi populer seperti sekarang terdapat rumah baca di Banjar Cengkilung, Peguyangan Kangin, Denpasar Utara. Rumah Baca Cengkilung namanya.

Perpustakaan di sana menyediakan buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau. Di samping menjual buku rumah baca tersebut juga sering mengadakan diskusi dan bedah buku. Rumah Baca Cengkilung bisa dijadikan contoh rumah baca yang berhasil menggalakkan dunia literasi di Bali khususnya Denpasar.

Masyarakat dan pemerintah perlu membangun lebih banyak membangun rumah baca, tak perlu mewah sebab bukan tempat melainkan buku-buku yang dijual atau bisa dibaca di tempat itu yang terpenting.

Itupun kalau minat baca masyarakat Bali tinggi, mengingat ada penurunan minat baca masyarakat kita yang kini tergantikan oleh perangkat gawai dimana orang lebih suka membaca berita atau artikel melalui media sosial dan buku makin kurang diminati.

Ajang tahunan Denpasar Book Fair yang digagas Pemerintah Kota Denpasar patut diapresiasi sebagai bukti kepedulian pemerintah terhadap dunia literasi. Dilaksanakan setiap tahun dan sudah sepuluh tahun berjalan, ajang ini mampu meningkatkan minat baca masyarakat terutama generasi muda. Terbukti dengan ramainya pengunjung yang memadati stand-stand buku yang ada.

Dari sini muncul gagasan untuk menjadikan Jalan Kamboja, Denpasar tempat diadakannya Denpasar Book Fair sebagai pusat literasi di Denpasar.

Saya membayangkan di sepanjang Jalan Kamboja dibangun rumah baca atau toko buku. Pemerintah bisa menyediakan tempat dan kemudian bekerja sama dengan penjual buku dan penerbit di Denpasar. Alangkah bagus jika di sebuah kota terdapat tempat yang nyaman untuk membeli dan membaca buku seperti yang ada di Yogyakarta, Bandung maupun Surabaya.

Selain membangun rumah baca yang bisa dilakukan pemerintah adalah meningkatkan minat menulis bagi generasi muda dengan mengadakan pelatihan menulis bagi para siswa dan mahasiswa atau menyediakan ruang untuk menulis seperti koran atau majalah.

Bisa juga dengan membuat portal online yang khusus memuat tulisan anak muda Bali sehingga budaya literasi di Bali semakin semarak dan berkembang.

Tidak seperti sekarang, gerakan literasi di Bali masih belum terdengar dan sepi jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. [b]

Tags: BukuOpiniPendidikan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Angga Wijaya

Angga Wijaya

Bernama lengkap I Ketut Angga Wijaya. Lahir di Negara, Bali, 14 Februari 1984. Menyukai dunia literasi sejak SMA. Pernah kuliah Prodi Antropologi Fakultas Sastra Universitas Udayana. Bekerja sebagai wartawan di Denpasar.

Related Posts

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Mesin Tap Trans Metro Dewata Sering Galat

Perang dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

3 March 2026
Next Post
Pameran Bersama Perupa Tiga Negara

Pameran Bersama Perupa Tiga Negara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

18 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia