• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, May 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mampir Makan dan Narsis di Warung Twice

Anton Muhajir by Anton Muhajir
19 June 2015
in Kabar Baru, Kuliner
0
1

Kami ingin mencoba menu lokal dengan harga terjangkau di Ubud. 

Kami dalam perjalanan dari Kedewatan ke arah Jalan Sri Wedari awal Juni lalu. Dua warung yang kami lewat, Pulau Kelapa dan Gurihan, sudah pernah kami coba. Terus warung apa lagi?

Untunglah ada Warung Twice. Warung ini di kanan jalan sebelum jembatan di depan Museum Mario Blanco. Kami pun berhenti di sana. Sekalian mencoba warung milik musisi Ary Astina alias JRX ini.

Saya pernah ke warung ini sebelum buka, sekitar dua tahun lalu. Waktu itu JRX sedang menyiapkan tokonya. Saya wawancara dia untuk Rolling Stone Indonesia.

Saat itu belum ada toko. Apalagi warung. Tapi, sekarang sudah berbeda sama sekali. Berbagai merchandise Superman is Dead ataupun pakaian berlabel Rumble, punya JRX dan beberapa temannya, juga banyak di sana.

Warung Twice berada di beranda toko Rumble ini. Agak sempit untuk ukuran warung, hanya sekitar 5 x 5 meter persegi. Tempat duduknya kira-kira hanya cukup untuk 10-15 orang.

Tapi, meskipun tempatnya kecil, warung ini lumayan ramai. Sore itu, ada lima pengunjung lain selain kami berdua. Berada di pojok jalan dan sejuk Ubud, tempat ini bagus juga buat nongkrong.

Tentu saja yang paling menentukan adalah menunya. Mari kita coba.

Warung Twice menyediakan menu-menu khas Indonesia. Tidak ada menu internasional. Pilihannya antara lain ikan bakar, sup ikan, dan pindang tuna. Harga berkisar antara Rp 12.000 hingga Rp 18.000.

Kalau mau menu paket ada yang seharga Rp 38.000 sudah termasuk pindang tuna, ikan bakar, dan sup. Makin lengkap jika ditambah sambal matah atau sambal merah Rp 5.000.

Kami memesan sup ikan dan ikan bakar.

Perlu sekitar 30 menit sebelum pesanan datang. Lumayan lama untuk perut yang sudah keroncongan. Untung kami memesan kopi dulu. Jadi tak terasa terlalu lama menunggu.

Oke. Pesanan pun datang. Pertama, sup ikan. Ternyata penyajiannya berbeda. Dia berupa nasi putih disiram sup ikan. Mirip penyajian soto yang dicampur. Unik karena ini sup tapi dicampur nasi. Saya belum pernah menemukan di tempat lain sebelumnya.

Sup ikan ini pakai daging tuna. Diiris-iris serupa dadu. Taburan irisan cabai merah dan bawang goreng membuatnya makin menggoda. Rasanya? Hmmm, gurih dan segar. Enak..

Terakhir, menu ikan bakar pun datang. Selain satu ekor ikan, ternyata ada tempe pula. Lumayan buat tambahan bersama sambal goreng dan lalapan.

Rasa ikan bakar ini tak lebih nikmat dibanding warung lalapan di pinggir jalan. Tapi, karena makannya sudah pukul 3 sore dan perut lapar, jadi ya nikmatnya lumayan bertambah. Masih layak untuk direkomendasikan.

Jadi, kalau butuh tempat makan menu lokal di Ubud, Warung Twice bisa jadi pilihan. Tak hanya untuk makan tapi juga nongkrong sambil sibuk foto-foto narsis di warung milik selebritis ini, seperti pengunjung lain sore itu. [b]

Tags: KulinerUbud
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Kearifan Lokal di Tengah Arus Global di UWRF 2025

Kearifan Lokal di Tengah Arus Global di UWRF 2025

22 October 2025
Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

3 October 2025
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Pengembangan Kawasan Rendah Emisi di Sanur dan Ubud

19 September 2025
Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

15 September 2025
Jelajah Inovasi Desa di Ubud, dari Transportasi Hingga Pedestrian

Jelajah Inovasi Desa di Ubud, dari Transportasi Hingga Pedestrian

10 September 2025
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

10 September 2025
Next Post
Segera Digelar: Bali yang Binal #6

Segera Digelar: Bali yang Binal #6

Comments 1

  1. darwinarya says:
    11 years ago

    Ah … Artikelnya bikin ngiler, Mas x_x

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

20 May 2026

Tiga Chef Muda Bali Bicara Tantangan Pangan Lokal

19 May 2026

TPA Suwung Ditutup, Apakah Bali Siap?

19 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia