• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Rusun, Solusi Pemukiman Kumuh Denpasar

Sang Gede Purnama by Sang Gede Purnama
2 December 2013
in Kabar Baru, Lingkungan, Opini, Sosial
0
1

Rumah Cenik

Pemukiman kumuh di Kota Denpasar masih menjadi masalah.

Ada 41 titik kawasan kumuh di Kota Denpasar apabila tidak dikelola dengan baik bisa terus meningkat jumlahnya. Kota Denpasar memang menjadi daya tarik bagi pendatang dari luar kabupaten bahkan luar Bali. Sebagai Ibu kota provinsi yang menyediakan banyak peluang kerja dan kawasan perdagangan, Denpasar bagaikan gula yang direbut banyak semut.

Pemukiman kumuh tentunya menimbulkan banyak persoalan. Pertama, terkait estetika kawasan perkotaan. Tentu akan terkesan tidak enak dilihat bila ada pemukiman kumuh. Kedua, rawan bencana kebakaran, bangunan yang dibuat berdempetan seperti itu bila terjadi konrleting listrik akan sangat mudah merembet apinya.

Ketiga, sistem sanitasi lingkungan perlu mendapat perhatian terkait sarana sanitas, MCK (mandi, cuci, kakus), pencahayaan, saluran drainase. Keempat, penularan penyakit berbasis lingkungan dapat terjadi dikawasan ini. Jumlah penghuni yang padat dan berdempetan tanpa sistem sanitasi yang baik rentan terkena penyakit seperti TBC, diare, kecacingan dan lainnya. Kelima, dapat menimbulkan kerawanan sosial terutama yang tidak jelas pekerjaan dan identitasnya.

Umumnya kawasan kumuh itu terbentuk karena ada pemilik lahan menyewakan lahannya kepada pihak tertentu kemudian dibangun perumahan murah. Sebagian orang yang ekonominya rendah tentu sangat berminat dengan pemukiman murah seperti ini. Terutama pendatang yang masih tidak tetap penghasilannya. Rumah darurat yang padat menjadi pilihan mereka.

Bagi pemilik lahan dia merasa diuntungkan karena lahannya dapat disewakan, bagi penyewa lahan mereka dapat untung dengan modal sedikit dapat membuat kos-kosan murah dan bagi penyewa hunian merasa membayar murah sehingga menghemat pengeluaran. Suatu transaksi mutualisme yang saling menguntungkan rupanya.

Solusi
Membangun rumah susun (rusun) adalah salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi kawasan kumuh di Kota Denpasar. Di mana saat ini lahan jumlahnya semakin terbatas. Penduduk pendatang akan semakin banyak jumlahnya seiring dengan perekonomian masyarakat mereka tentu membutuhkan rumah. Terutama dengan harga terjangkau dengan kantong mereka.

Rusun yang dibangun harus memenuhi syarat yakni pertama, rumah tertata dengan baik dan teratur. Kedua, sarana sanitasi lingkungan tersedia dan kebersihannya. Ketiga, memberi keuntungan pada pemerintah dan masyarakat. Keempat, tidak mudah terbakar karena dibuat dari bahan permanen.

Pemerintah atau pihak swasta dapat mengelola rumah susun tersebut. Masyarakat yang membutuhkan rumah sewaan dapat menggunakannya dengan biaya terjangkau. Dengan demikian maka akan berkurang keberadaan rumah kumuh serta keuntungan akan masuk ke pemerintah. Bukan seperti selama ini hanya menguntungkan pemilik lahan dan pengelolanya.

Pemerintah dapat terlibat langsung dalam menanam modal pembangunan rumah tersebut. Untuk lahan dapat dibeli ataupun disewa dalam waktu sesuai sehingga bisa kembali modal. Regulasi tentang pembangunan dan penyewaan lahan juga perlu diatur tentang penggunaanya sehingga dapat dengan tepat pemakaianya. Rusun yang bersih dan sehat akan menjadi suatu lokasi yang dapat dikontrol kondisi lingkungannya serta kesehatan penghuninya.

Pendatang bukanlah beban bagi Kota namun sumber penghasilan di mana mereka membutuhkan pangan, sandang dan papan yang bisa disediakan dari daerah setempat. Semakin banyak penghuni suatu daerah biasanya penghasilan daerah tersebut juga semakin besar hal ini berkorelasi positif. Namun upaya pengelolaan terhadap jumlah penduduk yang besar perlu didorong dengan kebijakan yang positif. [b]

Penulis adalah dosen kesehatan masyarakat, Universitas Udayana.

Tags: DenpasarSosialTata Kota
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Sang Gede Purnama

Sang Gede Purnama

Pemerhati kesehatan masyarakat. Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Fakutas Kedokteran, Universitas Udayana (Unud) Bali.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Next Post
Shipwreck di Tulamben Perlu Perhatian

Shipwreck di Tulamben Perlu Perhatian

Comments 1

  1. Nyoman Surya says:
    12 years ago

    Dan satu lagi yang mesti dipikirkan kalau membangun rusun. Masalah ketinggian bangunan dan penerapan Asta Kosala Kosali dari rusun itu. Kadang di bagian Asta Kosala Kosali yang sering dilanggar, padahal itu yang dasar 🙂

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia