• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Shipwreck di Tulamben Perlu Perhatian

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
3 December 2013
in Berita Utama, Kabar Baru, Travel
0
0
shipwreck-padi
Bangkai kapal di Tulamben, Karangasem, Bali kondisinya makin rusak dan rapuh. Foto Padi.

Oleh I Nyoman Suastika

Primadona para penyelam itu mulai rusak dan rapuh.

Sebuah bangkai kapal perang milik Amerika Serikat, USS Liberty Wreck yang tenggelam kena torpedo Jepang saat Perang Dunia II menjadi primadona bagi penyelam di Tulamben. Sayangnya saat ini, shipwreck ini terlihat mulai rusak dan rapuh.

Tulamben salah satu desa di Kecamatan Kubu, Karangasem. Tulamben juga sebuah desa tua dan kuno. Desa ini mempunyai sejarah panjang yang penuh misteri. Desa di Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali ini konon pernah mengalami kejayaan sebagai daerah pelabuhan.

Namun, kejayaan Tulamben di masa lalu itu tak lagi tersisa.

Menurut mitos, hilangnya pelabuhan di Tulamben akibat grubug atau wabah penyakit massal. Tak banyak yang tahu, namun ini berdasarkan penuturan beberapa tokoh tua.

Karena sesuatu dan lain hal pelabuhan hancur dan musnah. Setelah ratusan tahun tidur, akhir-akhir ini Tulamben bangkit kembali untuk menapaki kembali masa jayanya dahulu.

Desa Tulamben memiliki pesisir pantai luas. Pesisir memberikan hikmah sangat besar bagi masyarakat desa Tulamben dan sekitarnya. Apa lagi di Tulamben ada kapal tenggelam. Kapal ini merupakan kapal kargo dari Amerika Serikat (USS Liberty) yang tenggelam pada tahun 1943.

Tenggelamnya kapal kargo Amerika Serikat ini akibat badan kapal terkena torpedo maritim kapal perang Jepang di selat Lombok pada saat Perang Dunia II. Kapal ini akan menuju Singaraja tetapi di dalam perjalanan kapal ini kemasukan air. Setelah belayar dan tiba pesisir Tulamben tidak bisa melajutkan perjalanan.

Akhirnya kapal tenggelam di pantai Tulamben. Saat baru tenggelam posisi kapal tidak miring. Tiangnya pun masih bisa terlihat.

Agak Miring
Beberapa tahun kemudian kapal ini mulai ditumbuhi karang. Bahkan semua badan kapal sudah ditutupi sama karang. Berbagai jenis terumbu karang telah tumbuh di sana. Salah satunya spong coral, karang tanduk, dan masih banyak lainnya. Terumbu karang yang berbagai jenis dijadikan rumah bagi ikan.

Ikan yang terdapat di daerah ini memiliki berbagai macam. Ada ikan yang besar dan ada pula ikan yang kecil. Ikan yang besar seperti hiu, Barakuda, Bamhead Feroxfish, dan masih banyak lainnya.

Pada tahun 1963 terjadi musibah besar di Tulamben yaitu meletusnya Gunung Agung dengan mengeluarkan larva. Aliran larva ini menuju ke laut. Secara tidak sengaja mendorong kapal yang tenggelam dan membuat posisi kapal agak miring. Selain disebabkan aliran larva juga karena abrasi.

Kapal ini mampu menjadi daya tarik sebagai tempat pariwisata. Bahkan sekarang Tulamben sudah terkenal ke mancanegara. Banyak wisatawan yang datang untuk melihat bangkai kapal tersebut. Perkembangan pariwisata Tulamben mulai berkembang pada tahun 1980an. Banyak bagunan hotel. Selain itu juga rumah makan juga banyak.

Tetapi kondisi kapal saat ini sudah memprihatinkan. Terjadi kerusakan di badan kapal sehingga bentuknya berubah. Hal ini disebabkan oleh pengkaratan oleh air laut dan hantaman gelombang besar.

Bahkan pada waktu ombak besar ada beberapa bagian kapal bergerak dan dapat membahayakan parawisatawan yang melakukan penyelaman. Apalagi saat musim liburan, bangkai kapal ini bisa dikelilingi ratusan penyelam.

Perlu diadakan pemeliharan kapal ini. Selain itu penataan kawasan pariwisata di Tulamben agar dapat berkembang berkelanjutan. Kalau tidak, Tulamben seperti juga bangkai kapal itu, bisa cepat rusak.

I Nyoman Suastika, Warga Tulamben dan pemandu selam

Tags: KarangasemWisata
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

The Waves Upon a Trance

The Waves Upon a Trance

7 June 2025
Melestarikan Tapel Ngandong, Kesenian Unik dari Desa Les Lewat Akses Digital

Kesenian yang Terancam Hilang di Desa Wisata Les

3 January 2025
Kegigihan Hampir 40 Tahun dalam Mempertahankan Kerajinan Lontar 

Kegigihan Hampir 40 Tahun dalam Mempertahankan Kerajinan Lontar 

14 November 2024
Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

23 October 2023
Puri Agung Karangasem, Wujud Akulturasi Tiga Budaya

Puri Agung Karangasem, Wujud Akulturasi Tiga Budaya

28 August 2021
Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

1 July 2021
Next Post
Renungan untuk Hari Disabilitas

Renungan untuk Hari Disabilitas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia