• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, April 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Wedhasmara, Pencipta Lagu-lagu Legenda

Anton Muhajir by Anton Muhajir
29 December 2011
in Berita Utama, Kabar Baru, Sosok
0
7

Sebuah lagu bisa saja amat populer. Namun, tak banyak yang tahu siapa pencipta lagu itu.

Foto Bali Post

Ini pula yang terjadi dengan I Gusti Putu Gede Wedhasmara, pencipta lagu dari Bali. Lagu karya Wedhasamara dinyanyikan banyak penyanyi ternama, seperti Erni Djohan, Titik Puspa, Titiek Sandhora, dan Layla Dimyati. Namun, tak banyak yang tahu tentang pencipta lagu dari Bali ini.

Sebagian karya Wedhasmara juga masih abadi hingga saat ini. Misalnya, Senja di Batas Kota, Berpisah di St Carolus, dan Kau Selalu di Hatiku. Dia mengaku sudah menciptakan ratusan lagu meski tidak semuanya jadi lagu abadi, seperti tiga lagu di atas. Musisi asal Puri Batan Moning, Br. Gerenceng Denpasar tahun 1932 ini juga menulis beberapa lagu pop Bali meski jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Tema lagu Wedhasmara banyak bercerita tentang romantika. Lagunya yang berjudul Senja di Batas Kota, misalnya, tercipta ketika dia jalan-jalan di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Dia melihat gadis muda memberikan sapu tangan pada pacarnya yang hendak berangkat perang saat Indonesia terlibat konflik dengan Malaysia.

Lagu lainnya berjudul Berpisah di St Carolus bercerita tentang perpisahan antara perawat dengan pasiennya. Gara-gara lagu ini hingga sekarang Wedhasmara mendapat penghargaan dari Rumah Sakit St Carolus Jakarta, tempat yang menginspirasinya membuat lagu ini.

Wedhasmara lahir dan besar di Denpasar, Bali. Darah seniman mengalir dari orang tua dan kakek neneknya yang memang penyanyi, pemahat, dan aktor gambuh, drama tradisional Bali. Dia belajar musik piano dari sekolah Belanda. Saat itu dia mulai mencipta lagu meski untuk dinyanyikan sendiri, belum direkam.

Saat masih remaja, dia mendirikan band bernama Terang Bulan bersama teman-temannya, seperti Gusti Made Cakra, Mertakota and Oka Sading. Mereka semua kemudian jadi musisi ternama di Pulau Dewata.

Sejak 1940an, Wedhasmara sekolah di Yogyakarta. Di sana dia berteman juga dengan musisi ternama, seperti Gesang, Idris Sardi and Pranajaya. Dia ikut lomba menyanyi dan mencipta lagu Bintang. Dan, dia menang. Setelah itu dia makin yakin bahwa mencipta dan menyanyi adalah dunianya.

Karena itu, meski sudah lulus sekolah dan sempat kembali ke Bali, bapak lima anak ini malah pergi merantau ke Jakarta. Di sana dia mengaku berteman pula dengan musisi terkenal saat itu, seperti Ismail Marzuki, Bing Slamet, dan Cornel Simanjuntak. Mereka yang sekaligus memengaruhi Wedhasamara untuk tetap berkarir di musik.

Lagu pertamanya yang direkam berjudul Kau Selalu di Hatiku dengan penyanyi Ernie Johan. Lagu ini direkam oleh Remako dan kemudian direkam ulang oleh Akurama Record. Menurut Wedhasamara, legenda hidup musik Indonesia Titik Puspa juga menyanyikan lagu karyanya ketika ini ikut Bintang Radio di Semarang dan menang. Karya Wedhasama turut mengantar Titik Puspa ke pintu popularitas.

Sejak akhir 1990-an, Wedhasamara mudik ke Bali. Pulang kampung dan tinggal di rumahnya di Banjar Gerenceng, Denpasar. Meski tak seaktif ketika di Jakarta, dia masih bergiat dalam dunia musik Bali. Misalnya mencipta lagu, mengumpulkan informasi tentang sejarah musik Indonesia, sebagai juri dalam lomba lagu pop Bali atau sejenisnya.

Berkat sumbangsihnya tersebut, tahun ini Wedhasamara juga mendapatkan penghargaan Seni 2011 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik bersama dua orang seniman lain, yaitu almarhum Elfa Secioria Hasbullah (komponis, pencipta lagu) dan Sundari Soekotjo (penyanyi keroncong). Sebelumnya, Wedhasamara juga mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Denpasar 2003, Gubernur Bali 2003 dan Menteri Kesehatan RI 1982. [b]

Keterangan: tulisan ini bagian dari Buku Blantika Linimasa yang disusun Rudolf Dethu dkk. Ya, saya salah satu penulisnya. 🙂

Tags: Lagu BaliProfil
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Teh Nia, Membela yang Berbeda Lewat Sinema

Teh Nia, Membela yang Berbeda Lewat Sinema

16 November 2018
Gus Wes, Putra Bali di Kapal Legendaris Greenpeace

Gus Wes, Putra Bali di Kapal Legendaris Greenpeace

27 July 2018
Memahami Brutalnya Karya Seni Imam Sucahyo

Memahami Brutalnya Karya Seni Imam Sucahyo

1 October 2017
Niluh Djelantik Tak Lagi Sekadar Membuat Sepatu Cantik

Niluh Djelantik Tak Lagi Sekadar Membuat Sepatu Cantik

15 June 2017
Charles Toto, Juru Masak dalam Hutan Papua

Charles Toto, Juru Masak dalam Hutan Papua

14 May 2017
Om Bemo, Penyebar Rasa Malu Nyampah Sembarangan

Om Bemo, Penyebar Rasa Malu Nyampah Sembarangan

16 April 2017
Next Post
Merekam Keriuhan dan Kepiluan Tajen

Merekam Keriuhan dan Kepiluan Tajen

Comments 7

  1. priyono says:
    13 years ago

    i have already known the best musician we have ever had

    Reply
  2. Younky Soewarno says:
    12 years ago

    Pak Wedhasmara adalah senior & sahabat saya sesama komposer ketika beliau masih di Jakarta sekitar tahun 1982 – 1990 an. Sudah lama saya kehilangan kontak dengan beliau.
    Kalau ada yang punya nomor kontak / email / facebook Pak Wedha, tolong kirim info via email saya.
    Terimakasih.

    Reply
    • Dewi says:
      11 years ago

      Nama emailnya apa? Saya punya kontaknya.

      Reply
      • Risman says:
        9 years ago

        Mbak Dewi, saya juga minta tolong diberi nomor kontak / email bpk Wedhasmara. Terima ksih banyak sebelumnya.
        Risman, Yogyakarta., 3 Nopember 2016
        Mail: risman1350@gmail.com
        Mobile: 087838905222

        Reply
    • Risman says:
      9 years ago

      Mas Younnky, sori saya baru saja baca twitter anda hari ini. Mudahan selama 3 tahun ini anda sudah mendapatkan alamat dan nomer kontak bpk Wedhasmara. Tapi seandainya belum, ini kebetulan siang tadi saya baru dapat, yakni di:
      Puri/Jero Batan Moning, Br Gerenceng, Jl Sutomo No 2 Denpasar, Telepon (0361)410958.
      Menurut putrinya (mbak Titik, 44 tahun, putra ke-4 dari 5 bersaudara) beliau masih sehat, tapi sudah pikun dan susah komunikasi.

      Gitu mas, Salam Persaudaraan (In This Tolerance Day)
      Risman, 087838905222, Yogya 161116

      Reply
  3. tikah says:
    11 years ago

    Musisi ini masih hidup ya? Keren.

    Reply
  4. Putu Candrawati says:
    7 years ago

    Beliau sudah tiada ..tetapi karyanya akan tetap hidup dan menginspirasi ?

    Reply

Leave a Reply to Risman Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia