• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, November 4, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Warga Pun Bisa Jadi Pengaman Layaknya Polisi

Astarini Ditha by Astarini Ditha
19 May 2011
in Kabar Baru, Sosial
0
0

Jika tak puas dengan kinerja polisi, adukan saja ke Posko Pengaduan. Foto Anton Muhajir.

Jika merasa turut bisa mengamankan masyarakat, warga bisa turut menjadi polisi masyarakat (Polmas).

“Polmas ini diharapkan punya jiwa seperti polisi yang bisa membantu aparat desa dalam menangani persoalan kemasyarakatan,” ujar I Nyoman Wiratmaja. Ajakan Dosen Universitas Warmadewa ini disampaikan dalam seminar yang diadakan Yayasan Manikaya Kauci (YMK) Bali, Rabu kemarin di Denpasar.

YMK saat ini melakukan pendampingan di tiga kabupaten/kota dampingannya, yaitu Buleleng, Jembrana dan Denpasar terkait Polmas.

Namun, jika tak puas dengan kinerja polisi, ada tempat lain untuk mengawasi. Laporkan saja ke Pos Pengaduan yang dikelola YMK bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH Bali) dan Indonesian Police Watch (IPW) Bali. Nama lengkap pos tersebut adalah Posko Pengaduan Kinerja Aparat Penegak Hukum.

“Pos ini akan menerima pengaduan-pengaduan perihal semua kinerja aparat pemerintah. Kita akan laporkan ke Propam dan diteruskan ke Mabes Polri,” jelas Nengah Sukardika Divisi HAM, Hukum dan Advokasi YMK. Tujuan program Polmas ini, lanjut Sukardika, untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Diskusi YMK sendiri menghadirkan tiga pembicara yang membahas lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Tiga perspektif dibahas dari tiga kalangan berbeda. Pentingnya penegakan hukum oleh Ni Luh Gede Yustini, Direktur LBH Bali. Kinerja aparat penegak hukum dari kaca mata jurnalis oleh Bambang Wiyono, wartawan NusaBali. Persepsi masyarakat terhadap keamanan Bali oleh dosen Universitas Warmadewa I Nyoman Wiratmaja.

Beragam topik berita yang dibahas dalam diskusi. Misalnya, cerita fenomenal Gayus hingga ke topik mafia peradilan. Keadilan, menurut Ni Luh Gede Yustini, Direktur LBH Bali, telah menjadi  komoditas.

Neti Elizabeth salah satu peserta mengajukan pertanyaan saat sesi diskusi dibuka. “Apa yang mesti dilakukan masyarakat ketika penegakan hukumnya lemah,” ujar Neti, anggota Forum Kemitraan Polisi Masyarakat binaan YMK di Gilimanuk.

Sebagai rujukan, perspektif mengenai pentingnya pendidikan hukum dibahas I Nyoman Wiratmaja. Dia menawarkan sosialisasi atau pendidikan untuk mewujudkan penegakan hukum di kalangan masyarakat. Keberhasilannya pun tak semata bisa diukur dengan kriminal yang ditangkap begitu saja ke kantor polisi.

“Apakah indikatornya dengan maling yang banyak ditangkap, sudah bisa dianggap aman?” tanyanya. [b]

Tags: BaliDiskusiLSMSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Astarini Ditha

Astarini Ditha

Related Posts

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

4 November 2026
Transisi ke Kendaraan Listrik di tengah Kelangkaan BBM adalah Wacana Kapitalistik?

Transisi ke Kendaraan Listrik di tengah Kelangkaan BBM adalah Wacana Kapitalistik?

23 October 2026
Kelangkaan BBM di Bali: Contoh Kegagalan Mitigasi dan Komunikasi Risiko

Kelangkaan BBM di Bali: Contoh Kegagalan Mitigasi dan Komunikasi Risiko

20 October 2026
Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Di Luar Pintu Rumah, Kita Sama-Sama Bekerja; Di Dalam, Mengapa Hanya Satu yang Boleh Lelah?

Di Luar Pintu Rumah, Kita Sama-Sama Bekerja; Di Dalam, Mengapa Hanya Satu yang Boleh Lelah?

5 October 2026
Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

28 September 2026
Next Post
Ikuti Kontes Rencana Bisnis Kreatif

Ikuti Kontes Rencana Bisnis Kreatif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Jelajah Desa Awan, Desa Penyuplai Air Perkotaan

Jelajah Desa Awan, Desa Penyuplai Air Perkotaan

4 November 2026
Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

4 November 2026
Di Wanagiri, Merawat Kopi berarti Merawat Sumber Air

Di Wanagiri, Merawat Kopi berarti Merawat Sumber Air

3 November 2026
Energi Bersih dan Masa Depan Pekerja Lokal: Siapa yang Siap Berubah?

Energi Bersih dan Masa Depan Pekerja Lokal: Siapa yang Siap Berubah?

3 November 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia