• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, January 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Galeri Foto

Unik dan Universalnya Brahmavihara Arama

Ida Ayu Geofanny by Ida Ayu Geofanny
12 October 2021
in Foto, Kabar Baru, Travel
0
0

 

1 of 5
- +

1. Brahmavihara Arama di Buleleng. Foto: Dayu Ani.

2.

3.

4.

5.

Minggu pagi, tanggal 3 oktober 2021 saya dan teman-teman berada di Brahma Vihara Arama. Pertama kali saya memasuki vihara ini saya melihat patung Budha yang besar. Suasana vihara ini cukup sejuk. Banyak pepohonan mengelilingi wilayah vihara, bangunan dan stupa-stupa besar juga mencuri perhatian saya.

Oleh Dayu Muna, Foto: Dayu Ani

Lokasi Brahmavihara sebelumnya berada di dekat Pemandian Yeh Panes Banjar, dekat lokasi saat ini. Vihara tersebut didirikan pada tahun 1959 oleh kelompok yang ingin belajar lebih dalam tentang sifat ketuhanan yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tokoh yang mendirikan vihara ini adalah Ida Ketut Jelantik. Setelah beberapa tahun berdiri, Brahmavihara di Yeh Panes makin ramai pengunjung sehingga vihara itu terasa makin sempit.

Pada tahun 1971 pun pindah dan diresmikanlah Brahmavihara di lokasi yang baru. Terletak di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Saat itu kondisinya masih sederhana. Pada saat itu juga ditambahkanlah kata “Arama” tersebut. Kata tersebut berasal dari Bahasa Sanskerta yang berarti asrama untuk yang ingin belajar di Brahmavihara ini.

Brahmavihara artinya sifat-sifat ketuhanan, pertama, Maitri yaitu cinta kasih tanpa batas, Karuna rasa empati kepada semua makhluk, Simpati, dan Upeka yaitu keseimbangan batin. Tokoh-tokoh utama di balik berdirinya vihara ini yaitu Ida Ketut Jelantik dan Ida Bagus Giri (Biku Giri).

Kegiatan rutin yang dilakukan di Vihara ini yaitu 3 meditasi. Meditasi cinta kasih dilakukan untuk pemula, yang kedua meditasi Samata untuk mencari ketenangan, dan ketiga meditasi Wipasana yaitu kegiatan pembebasan total.

Vihara ini memiliki fasilitas seperti tempat tidur untuk orang yang menetap ingin belajar meditasi, tempat biku, tempat belajar meditasi, dan lainnya. Untuk bentuk bangunan dan tata letak diupayakan untuk menyokong belajar ketenangan, agar orang meditasi lebih konsentrasi. Untuk pengelolaan, vihara ini mandiri karena belum ada bantuan pemerintah.

Pada tahun 1982 ada kunjungan resmi dari Dalai Lama. Sebagai jejak perjalanan spriritual beliau di Vihara ini, Dalai Lama memberikan kenang-kenangan beberapa barang pribadinya untuk disimpan di Brahmavihara Arama. Barang-barang itu disimpan di Pagoda Kala Cakra.

Fenomena unik juga pernah terjadi di Brahmavihara Arama. Patung Dewi Kwam Im mengeluarkan air pada lubang kecil selama kurang lebih 2 minggu. Hal itu menyebabkan banyak orang berkunjung ke Vihara ini dan mengambil air dari Patung Dewi Kwam In ini.

Vihara ini sudah masuk dalam regulasi pariwisata Buleleng, jadi salah satu daya tarik wisata. Warga yang berkunjung juga dari luar negeri seperti dari Australia, Amerika, Asia, dan lainnya. “Corak buddhist tetapi sangat universal,” kata Ida Bagus Rahoela, pengelolanya saat ini. Karena tidak hanya untuk agama Budha tetapi semua agama.

Seperti saat kami berkunjung ke vihara, kami bertemu salah satu pengunjung yang sedang bermeditasi bernama Parida berasal dari Kyrgyztan. Dia menceritakan pengalamannya selama bermeditasi di Vihara ini menggunakan Bahasa Inggris. Parida membandingkan kondisinya sebelum dan sesuah ketika belajar meditasi di vihara ini.

Dia menyebutkan, sebelum meditasi dia sangat overthinking, dan setelah melakukan meditasi ini dia merasa ada perubahan dalam dirinya, jiwanya menjadi tenang, damai. Tak heran, ia kembali lagi. Di kedatangannya yang kedua ini dia ingin melanjutkan belajar meditasi di vihara ini untuk tahap berikutnya.

kampungbet

Tags: KJW Bulelengvihara brahmavihara aramavihara di balivihara di buleleng
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ida Ayu Geofanny

Ida Ayu Geofanny

Related Posts

Chinese New Year Celebration at Satya Dharma Temple

Chinese New Year Celebration at Satya Dharma Temple

18 February 2024
Chinese New Year Celebration at Satya Dharma Temple

Dewa-Dewi dan Sesajennya di Vihara Satya Dharma, Ada yang Vegetarian

18 February 2024
Brahma Vihara Arama Objek Wisata Akulturasi Budaya

Brahma Vihara Arama Objek Wisata Akulturasi Budaya

19 November 2023
Next Post
Siasat Konservasi Air di Bali Water Protection Festival 2020

Upaya Mitigasi dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
Kekerasan terhadap Perempuan di Bali Meningkat Sepanjang 2025

Kekerasan terhadap Perempuan di Bali Meningkat Sepanjang 2025

14 January 2026
Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia