• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Dewa-Dewi dan Sesajennya di Vihara Satya Dharma, Ada yang Vegetarian

Hannah Brigitta by Hannah Brigitta
18 February 2024
in Budaya, Kabar Baru
0
0
Foto: Hannah Brigitta

Masyarakat Tionghoa di Indonesia merayakan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili pada tanggal 10 Februari 2024 di Vihara Satya Dharma, Benoa, Bali. Masyarakat Tionghoa di Indonesia yang sebagian besar pergi ke vihara adalah penganut agama Buddha dan Konghucu. Karena lokasi vihara ini dekat dengan bandara, wisatawan dari seluruh dunia turut mengunjungi vihara ini untuk menyaksikan dan merasakan perayaan Tahun Baru Imlek.

Vihara Satya Dharma salah satu vihara terbesar di Bali. Vihara ini menerapkan Tridharma–tiga ajaran agama Tionghoa, termasuk Taoisme, Konghucu, dan Buddha. Tridharma berarti vihara ini berfungsi sebagai tempat sembahyang bagi ketiga agama tersebut. 

Setiap vihara atau kongco memiliki cheng beng atau tuan rumah. Cheng beng di Vihara Satya Dharma adalah Nacha. Ketika kamu masuk lebih dalam ke dalam vihara, kamu akan melihat altar Tridharma, yang meliputi altar untuk patung-patung dewa dewi Taoisme, Konghucu, dan Buddha atau rupang di dalam bangunan. Kongco ini juga menyediakan altar untuk Dewi Kwan Im.

Foto: Hannah Brigitta

Masyarakat Tionghoa di Indonesia akan mengunjungi kongco untuk berdoa sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek. Membakar dupa atau hio adalah salah satu media yang mereka gunakan dalam berdoa. Warna hio adalah merah. Sebelum kamu berdoa kepada para dewa dewi, kamu harus membakar hio. Ada banyak lilin merah dengan berbagai ukuran yang tersedia di dalam kongco. Lilin-lilin tersebut digunakan sebagai media untuk membakar hio.

Selain hio, ada juga persembahan atau sajen seperti makanan dan buah-buahan. Menariknya, setiap dewa dewi memiliki beberapa larangan dalam sajennya. Misalnya, sajen untuk Thian Kong tidak boleh ada daging karena Thian Kong adalah seorang vegetarian.

Sebagai bagian dari perayaan, seluruh area Vihara Satya Dharma dihiasi dengan dekorasi khas Tahun Baru Imlek, termasuk lampion, lilin, dan hio sebagai simbol penerangan. Kongco ini tidak hanya dikunjungi oleh masyarakat Tionghoa dari Indonesia saja, tetapi juga oleh turis asing dan lokal untuk bersembahyang.

Foto: Hannah Brigitta
kampungbet
Tags: imlek di bali wisata spiritual di balivihara di balivihara satya dharmavihara terbesar
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Hannah Brigitta

Hannah Brigitta

Interdisciplinary artist from Jakarta. Have been residing in Bali for 3+ years to pursue her study and career as an artist and a writer. She always has a special place in her heart for arts and culture. She likes to learn new things and never stops trying to achieve her goals.

Related Posts

Chinese New Year Celebration at Satya Dharma Temple

Chinese New Year Celebration at Satya Dharma Temple

18 February 2024
Brahma Vihara Arama Objek Wisata Akulturasi Budaya

Brahma Vihara Arama Objek Wisata Akulturasi Budaya

19 November 2023
Unik dan Universalnya Brahmavihara Arama

Unik dan Universalnya Brahmavihara Arama

12 October 2021
Next Post
Chinese New Year Celebration at Satya Dharma Temple

Chinese New Year Celebration at Satya Dharma Temple

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia