• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, December 8, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Brahma Vihara Arama Objek Wisata Akulturasi Budaya

Gede Arix Wahyudi Jana Putra by Gede Arix Wahyudi Jana Putra
19 November 2023
in Budaya, Kabar Baru, Travel
0 0
0

Buleleng, Bali-Akulturasi adalah gabungan dua atau lebih kebudayaan yang berbeda dan saling memengaruhi tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing, contohnya Candi Borobudur. Ternyata, candi tersebut adalah hasil akulturasi antara kebudayaan Buddha dan kebudayaan asli Indonesia. Di Bali, ada bangunan alkulturasi antara kebudayaan hindu dan budha letaknya di Bali Utara. Bangunan ini dikenal dengan nama Brahma Vihara Arama.

Brahma Wihara Arama, sebuah wihara Buddha, terletak di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, dengan jarak sekitar 19 Km ke arah Barat dari kota Singaraja. Tempat ini dapat diakses dengan kendaraan bermotor dalam waktu sekitar 40± menit, berkat kondisi jalan yang memadai. Terletak di dataran tinggi atau perbukitan, ketinggian diperkirakan mencapai sekitar 300 meter di atas permukaan laut. Luas tanah wihara ini sekitar 1,5 Hektar, dengan area khusus untuk bangunan Brahma Wihara Arama sekitar 35 Are, sementara sisanya merupakan lahan perkebunan yang mengelilingi wihara, dan dikelola oleh yayasan Giriakkhito Mahathera.

Nama vihara ini terdiri dari tiga kata yaitu Brahma, Vihara, dan Arama. Nama tersebut memiliki arti tersendiri. Brahma memiliki arti mulia, luhur, teruji, dan agung. Vihara memiliki arti cara hidup, sedangkan Arama memiliki arti tempat. Sehingga jika digabungkan ketiga kata tersebut memiliki makna sebuah tempat yang digunakan untuk melatih diri serta menempa perilaku mulia dan luhur. Biaya konstruksi wihara ini diperoleh melalui sumbangan dan pembinaan yang dilakukan oleh Bikku Giri, yang berperan sebagai Bikku Darma Duta, kepada umat di seluruh Indonesia. Umat-umat mengakui bahwa Wihara Buddha di Banjar Tegeha ini difungsikan sebagai tempat meditasi, di mana umat dapat mengembangkan pandangan terang selama 7 hingga 17 hari.

Latihan meditasi mencakup duduk bersila, berjalan seimbang, dan acara kebaktian. Tujuan dari latihan meditasi tersebut adalah untuk mengenal dan mengerti pikiran, mengendalikan pikiran, membersihkan pikiran, dan mencapai kebijaksanaan sesuai dengan ajaran Buddha, yang pada akhirnya membantu melepaskan diri dari kehidupan keduniawian. Sehingga tidak salah jika vihara ini menjadi tempat atau pusat meditasi terbaik di Indonesia. Brahma Vihara Arama tidak bernaung di bawah organisasi tertentu, karena memang sifatnya yang universal dan tidak dibatasi oleh suku, ras, agama, dan budaya.

Jadi, tak hanya umat budha, banyak juga umat lain yang yang melaksanakn meditasi ditempat ini. Tangga-tangga yang menuju candi bentar mempunyai filosofi bahwa ada banyak jalan menuju kedamaian, terkadang manusia sering berfikir bahwa ajaran mereka lah yang paling benar, padahal sejatinya kita memiliki satu tujuan, dan membangun karakter agar terbebas dari keserakahan, kebencian, dan kekeliruan pandangan.

Ada beberapa bangunan yang paling sering dikunjungin oleh orang-orang yang ingin melakukan meditasi, namanya dharmasala 1 dan dharmasala 2. “Fungsi dari kedua ruangan itu adalah sama-sama tempat untuk bermeditasi, dharmasala 1 di fokuskan untuk meditasi karena tempatnya yang lebih luas, sedangkan dharmasala 2 digunakan untuk melaksanakan puja bhakti dalam umat Budha”, ujar Doni (38) selaku pengurus Brahma Wihara Arama.

Doni (38) mengatakan “bangunan Brahma Viara Arama ini merupakan alkulturasi dari berbagai gaya bangunan, seperti gaya bangunan di Bali dan gaya Tibet. Sedangkan untuk patung patung yang ada disana bergaya Thailand”. Tak banyak yang tahu keberadaan wihara yang berdiri sejak tahun 1970 ini, mungkin itu pula yang menyebabkan wihara ini tak begitu ramai dikunjungi wisatawan. Desa Banjar Tegeha, Kabupaten Buleleng tak jauh dari Pantai Lovina.

Dalam ajaran budha kita diajarkan nilai perdamaian dimana ada 4 dasar rasa yang terkandung didalamnya yaitu Cinta kasih, welas asih, rasa gembira, dan ketenangan batin. Ada bangunan yang berbentuk genta yang disimbolkan untuk menggentakan ajaran budha mirip dengan hindu tetapi dalam budha disebut dengan stupa.

Dari keunikan beberapa bentuk bangunan ini menjadikan wisatawan tertarik untuk mengeksplore keindahan wihara. Terlebih bagi mereka yang menyukai wisata rohani, pasti akan menyukai tempat ini. Semenjak pandemi covid 19 (2019), para tourist yang datang dan terjebak di Bali, kemungkinan karena perbedaan orientasi, mereka ingin mencoba hal baru untuk menenangkan pikiran, para tourist yang dulunya hanya sebagai tourism kemudian mengenal diri lebih dalam dan melakukan meditasi di Brahma Wihara Arama ini, kebanyakan tourist yang berkunjung yaitu tourist yang berasal dari Eropa.

Perputaran ekonomi dikawasan sekitar vihara ini, biasanya berputar di bagian wisata, dimana orang-orang yang dipekerjakan dibidang wisata religi ini adalah penduduk sekitar vihara, yang dimana mereka berasal dari berbagai macam suku di Indonesia, ada suku Jawa, Bali, dan lain-lain. Jadi, jika memiliki agenda tour ke wilayah Bali Utara, sangat disayangkan jika tidak mengunjungi wisata Brahma Vihara Arama.

kampungbet
Tags: Brahma Vihara Aramavihara di baliwisata akulturasi bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Gede Arix Wahyudi Jana Putra

Gede Arix Wahyudi Jana Putra

Related Posts

Chinese New Year Celebration at Satya Dharma Temple

Chinese New Year Celebration at Satya Dharma Temple

18 February 2024
Chinese New Year Celebration at Satya Dharma Temple

Dewa-Dewi dan Sesajennya di Vihara Satya Dharma, Ada yang Vegetarian

18 February 2024
Unik dan Universalnya Brahmavihara Arama

Unik dan Universalnya Brahmavihara Arama

12 October 2021
Next Post
Anak Muda Penenun di Geriana Kauh

Anak Muda Penenun di Geriana Kauh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Beternak Babi untuk Menyelamatkan Puluhan Anjing Telantar dan Sakit

Beternak Babi untuk Menyelamatkan Puluhan Anjing Telantar dan Sakit

7 December 2025
Pusat Pariwisata Global dengan Transportasi Publik Layak

Pusat Pariwisata Global dengan Transportasi Publik Layak

6 December 2025
“Bapak, wait for me…wait for me..!”

Ekonomi Regeneratif: Solusi Kelelahan Ekologis dan Peta Jalan Baru Bali

5 December 2025
Pernak Piknik: Cara Anak Muda Bali Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Pernak Piknik: Cara Anak Muda Bali Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

4 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia