• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, September 23, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Sosial

Tangan Kidal, Anugerah atau Kutukan?

Rega Adhitya by Rega Adhitya
6 October 2016
in Sosial
0
0
Tangan kidal.
Ilustrasi tangan kidal. Sumber YouTube.

“Kamu kok makan pakai tangan kiri? Jorok tahu!”

Seorang teman yang telah mengenal saya semenjak dua tahun lalu berujar demikian. Saya hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan dilanjutkan dengan pernyataan tersebut. Kadang-kadang timbul di benak saya. Semenjak saya terjun ke dunia sosial ada beberapa ekspresi orang yang menurut saya lucu setelah mereka mengetahui saya kidal (left-handed). Kemudian muncul dalam benak saya, apa yang membuat saya bisa hidup seperti ini? Mengapa kidal mendapat diskriminasi dari beberapa macam kalangan sosial?

Sains

Mengapa manusia bisa terlahir kidal? Menurut beberapa artikel yang saya baca, kidal merupakan keturunan. Namun pada kasus saya, hingga saat ini saya belum menemukan anggota keluarga yang kidal.

Kidal juga terjadi karena otak dominan dari orang tersebut adalah otak kanan, di mana otak kanan mengontrol bagian tubuh sebelah kiri. Karena dominan otak kanan ini banyak orang kidal berbakat pada bidang yang menggunakan kreativitas dan imajinasi. Sebaliknya otak kiri lebih banyak mengontrol logika dan perhitungan.

Akibatnya, orang kidal biasanya pandai bermain musik atau melukis. Misalnya Leonardo Da Vinci yang terkenal dengan Monalisa-nya.

Sosial

Kehidupan manusia yang bersosial tidak dapat dipungkiri lagi karena manusia saling membutuhkan dan berkumpul untuk mencapai tujuannya. Prinsip ini menimbulkan manusia akan selalu bersatu dalam sebuah kelompok yang memiliki sebuah tujuan, kebiasaan, dan prinsip yang sama.

Saat manusia memiliki sebuah kebiasaan sama dalam kelompoknya, maka akan terlihat aneh apabila ada segelintir orang dari kelompok lain yang memiliki kebiasaan dan prinsip berbeda. Kemudian bagaimana dengan jumlah populasi left-handed yang ada? Apakah mereka termasuk minoritas atau mayoritas? Beberapa sumber menunjukkan bahwa left-handed hanya 10 persen dari total populasi manusia di Bumi.

Kepercayaan

Bagaimana pendapat agama mengenai tangan kidal? Menurut beberapa keterangan yang saya baca tangan kiri merupakan simbol dari kelemahan, kejahatan, dan iblis. Saya tidak mengupas lebih dalam mengenai bagaimana tangan kidal itu sendiri dari sudut pandang agama karena kurangnya pengetahuan saya mengenai beberapa kepercayaan lain.

Namun hal yang umum di kalangan masyarakat sendiri adalah penggunaan dari tangan kiri pada beberapa agama sangat tidak disarankan.

13 Agustus merupakan left-handers day di mana hari itu ditujukan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai kreativitas dan kemampuan orang-orang kidal dalam segala bidang.

Setelah mengupas beberapa aspek mengenai tangan kidal tadi, melalui tulisan ini saya ingin mengajak kawan-kawan yang kidal untuk jangan pernah menyerah dan selalu percaya diri akan kemampuan Anda. Jangan pernah merasa bahwa orang kidal adalah kaum minoritas yang selalu ditindas oleh mayoritas.

Berpikirlah bahwa seluruh manusia memiliki martabat yang sama sehingga anda mampu melakukan aktifitas terbaik kalian setiap harinya. [b]

Tags: OpiniSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Rega Adhitya

Rega Adhitya

If nothing goes right go left

Related Posts

Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Bugbug, Wilayah Frontier, dan Tubuh yang Dikorbankan

17 September 2026
Negara yang Meminta Kami Terus Beradaptasi

Negara yang Meminta Kami Terus Beradaptasi

16 September 2026
Inilah Kunci Kemewahan Sejati Primo Chocolate Bali

Gotong Atas, Royong Bawah

8 September 2026
Tumpek Uye: Manusia bukan Satu-satunya Mahluk di Bumi tapi Paling Invasif Merusak

Tumpek Uye: Manusia bukan Satu-satunya Mahluk di Bumi tapi Paling Invasif Merusak

6 September 2026
Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

27 August 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Angka Perceraian bukan untuk Diturunkan, Apa yang Ada di Baliknya?

17 August 2026
Next Post
Menulis lewat Ponsel? Kenapa Tidak.

Menulis lewat Ponsel? Kenapa Tidak.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Menelusuri Bali Lewat Permainan di SAKA Museum

Menelusuri Bali Lewat Permainan di SAKA Museum

23 September 2026
Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

22 September 2026
Okamaha Meluncurkan Album Sunset Economy

Okamaha Meluncurkan Album Sunset Economy

20 September 2026
Malam Penghargaan Minikino Film Week, Perayaan Sinema Humanis

Malam Penghargaan Minikino Film Week, Perayaan Sinema Humanis

20 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia