• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Sunatan Massal Mewujudkan Solidaritas Sosial

Anton Muhajir by Anton Muhajir
23 June 2009
in Budaya
0
8

Oleh Anton Muhajir

Sunatan Massal

Penampilan Agung Wiradarma berbeda dengan 50 peserta sunatan massal lain di Banjar Karang Sari, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat Minggu (21/6) lalu. Agung berusia 24 tahun, sedangkan hampir semua peserta sunatan massal tersebut masih SD. Bahkan ada peserta yang baru berumur tiga tahun.

Kalau peserta lain menggunakan baju muslim dengan sarung, kemeja putih, dan kopiah, maka Agung hanya berkaos oblong dan bercelana pendek. Toh dia terlihat tidak canggung ketika masuk ruangan berukuran sekitar 3×3 meter persegi dengan batas kain putih tersebut. Dia berbaring di kasur. Dua petugas berpakaian serba putih segera menyelesaikan pekerjaan mereka. Pagi itu, seperti peserta lain, Agung ikut sunat.

“Biasa saja. Saya kan ikut demi kesehatan,” kata Agung usai disunat. Dia duduk di dalam musholla bersama peserta lain. Selain disunat, warga Desa Padangsambian Agung juga mendapat bingkisan dari panitia.

Selain Agung, warga Hindu lain yang juga ikut dalam sunatan massal tersebut adalah Yoga Suweca, 12 tahun. Warga Tabanan ini datang bersama ibunya. “Kami ikut sunat massal ini mumpung gratis,” kata Yoga.

Menurut Agung, dia sendiri sudah merencakan untuk sunat karena alasan kesehatan sejak Mei lalu. Namun dia terus menunda rencana itu karena merasa belum siap selain karena sedang kuliah. Maka begitu mendapat info dari tetangganya tentang adanya sunatan massal di banjar Karang Sari, Agung langsung daftar.

“Tidak apa-apa ikut di sini. Toh kegiatannya juga baik,” tambahnya.

Sunat, atau dalam bahasa lain disebut khitan, adalah salah satu kegiatan yang disarankan dalam ajaran Islam. Namun meski digelar oleh warga muslim setempat, sunatan massal tersebut memang diikuti pula oleh umat lain termasuk Agung dan Suweca. Selain itu ada pula beberapa umat Nasrani yang ikut.

“Kami memang membukanya untuk semua orang, bukan hanya yang muslim, untuk ikut kegiatan ini,” kata Ketua Panitia Darmaji.

Menurutnya, kegiatan ini lebih bertujuan untuk mewujudkan solidaritas sosial serta hubungan antar tetangga dan lingkungan selain untuk melaksanakan ajaran agama. “Karena itu kami tidak membedakan peserta hanya karena agamanya,” tambah pegawai Bulog Bali ini.

Karena lebih bertujuan untuk sosial itu pula, maka kegiatan yang pertama kali diadakan di banjar setempat ini diikuti 51 peserta dari daerah lain, bukan hanya Banjar Karang Sari. Sejak pukul 7 pagi, peserta sunatan massal berkumpul di banjar setempat. Mereka mendaftar ulang dan mendapatkan kacang hijau serta telur.

Sekitar 30 menit kemudian, satu demi satu peserta pun dipanggil. Mereka berjalan ke musholla di samping balai banjar tersebut untuk mendapatkan pelayanan sunat. Tiap orang ditangani setidaknya dua petugas yang melakukan penyunatan seperti halnya Agung.

Selain latar belakang agama, latar belakang ekonomi peserta juga beragam. Tak sedikit peserta yang mengaku ikut sunatan massal ini dengan alasan agar lebih murah. Mereka datang dari berbagai tempat lain di Denpasar dan sekitarnya seperti Tabanan dan Badung.

“Kalau ikut sunatan massal kan lebih gampang dan murah,” kata Soetir, warga Banjar Praja Sari, Desa Peguyangan. Karyawan toko kelontong ini pun mengikutsertakan anaknya dalam sunatan massal ini.

“Kami jadi merasa tertolong oleh kegiatan ini,” tambahnya.

Darmaji sendiri menyatakan bahwa dalam berbagai kegiatan keagamaan, warga muslim di banjar itu memang mengutamakan solidaritas sosial daripada hanya sekadar menjalankan kewajiban agama. Dia memberikan contoh kegiatan pembagian daging kurban yang dibagikan pada semua warga banjar yang menginginkan, bukan hanya yang muslim. Demikian pula dengan kunjungan ke beberapa panti asuhan di Bali dan pembagian zakat fitrah tiap tahun.

Untuk kegiatan sunatan massal sendiri, tahun ini merupakan yang pertama kali. Melihat antusiasme peserta saat ini, Darmaji menyatakan kegiatan ini akan digelar tiap tahun. “Agar solidaritas sosial ini bisa terus kami lakukan,” ujarnya. [#]

Tags: AgamaAgendaDenpasarSosialToleransi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Next Post
Pentas Drama Gong Disable untuk Pendidikan yang Setara

Pentas Drama Gong Disable untuk Pendidikan yang Setara

Comments 8

  1. pushandaka says:
    17 years ago

    Jadi ingat waktu saya kecil dulu. Sebelum disunat, jalan-jalan dulu ke Jogja dan keliling Semarang. Setelah disunat, bikin selametan. Dapat amplop banyak, trus beli mainan. Hehe!

    Selamat menikmati bentuk penis baru deh, untuk yang baru disunat.

    Reply
  2. Investasi says:
    17 years ago

    kalo di sunat itu banyak yang ngasih duit sebenarnya itu dulu yang saya mau

    Reply
  3. Sekolah Cikal says:
    16 years ago

    Senangnya masih ada yang mau melakukan hal2 sosial dimasa berat saat ini

    Reply
  4. cutezz.. girl says:
    16 years ago

    kok ga ada gbr “burungna” agung?? hehee…

    Reply
  5. Kojeje says:
    16 years ago

    Wahh mantep nih…
    ditunggu aja hal ini di kota-kota lainnya…

    Reply
  6. rendi says:
    16 years ago

    wah burungnyA MANA LIATDONG

    Reply
  7. rendi says:
    16 years ago

    SUNAT TU PENTING KE

    Reply
  8. rendi says:
    16 years ago

    selamatnyA

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aku Dede, Ini Ceritaku dengan Difabel Sensorik Netra

Refleksi Hari Buruh Bagi Orang dengan Disabilitas Netra 

1 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

1 May 2026
Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia