• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Sumini, Perempuan Albino Buruh Kuli

Ni Putu Diah Eta Tritintya by Ni Putu Diah Eta Tritintya
7 March 2011
in Kabar Baru, Sosial, Sosok
0
0

Teks Ni Putu Diah Eta Tritintya, Foto Ilustrasi Luh De Suriyani

”Kadang orang melihat saya aneh. Kadang mereka juga menghina saya karena saya berbeda. Tapi, saya tak peduli. Toh saya di sini kerjanya halal, bukan mencuri!” ungkapnya.

Dewasa ini wanita tak hanya dikenal sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anak di rumah. Seiring berkembangnya zaman dan kerapnya emansipasi didengungkan, rumah tak lagi menjadi satu satunya tempat bernaung bagi seorang wanita.

Salah satunya Sumini. Keberbedaannya semenjak lahir tak mengurangi niatnya berjuang dan mencari nafkah bagi keluarganya. Sumini salah satu albino, kelainan struktur gen dari gen resesif bawaan orang tua. Meskipun penampilannya berbeda dari masyarakat kebanyakan, ia tak pernah merasa malu atau pun merasa tersisih.

”Kadang orang melihat saya aneh. Kadang mereka juga menghina saya karena saya berbeda. Tapi, saya tak peduli. Toh, saya di sini kerjanya halal bukan mencuri!” ungkap wanita paruh baya ini.

Sumini bekerja sebagai kuli angkut. Ia mengaku tak pernah mengeluh atau pun malu dengan profesinya. Wanita yang tinggal di Padangsambian, Denpasar Barat ini hanya berbekal 1 keranjang besar dengan handuk dan tali temali. Dia selalu siap mengangkut apa pun.

Walaupun pekerjaannya cukup kasar untuk seorang wanita, ia tak pernah ingin berhenti atau mencari pekerjaan lain. ”Saya lebih tenang dengan pekerjaan ini. Biar pun berat, saya cukup nyaman mengerjakannya. Kalau saya dagang (asongan), capek kejar kejaran terus sama tramtib,” ujarnya lirih.

Upah Sumini berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Per bulan dia hanya mendapat Rp 30.000. Rasanya tak sebanding dengan berat beban yang harus ia angkut. Berat yang dia angkut berkisar antara 50 kg sampai 60 kg untuk sekali angkut.

Dengan perawakannya yang tak terlalu tinggi dan kulit putih khas albino ia tersenyum senang ketika sebuah truk berisi sayur-sayuran menghampirinya. Dengan sigap ia membawa keranjang besarnya dan naik ke atas truk. Dia mulai memindahkan sayur sayuran itu ke keranjangnya.

Meski panas menyengat, siang itu ia tak terlihat lelah apalagi mengeluh. Ia tersenyum sambil mengangkat keranjang penuh sayuran itu di atas kepalanya.

Dengan jarak kira-kira 10 meter dari truk sayur, ia harus berjalan membawa keranjang penuh di atas kepalanya. Pekerjaan itu tak dilakukannya hanya sekali, tapi berkali-kali sampai isi dalam truk habis.

Kisah Sumini merupakan salah satu contoh peran penting wanita dalam roda perekonomian di Bali. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Sumini rela mengerjakan “pekerjaan kasar” yang seharusnya dikerjakan laki-laki. Meskipun dengan keberbedaan yang dimilikinya Sumini tak pernah mengeluh. [b]

Tags: Budayaperempuan baliSosialSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ni Putu Diah Eta Tritintya

Ni Putu Diah Eta Tritintya

cwe sederhana,yang setiap langkahnya bagai angin,yang kadang ada,kadang tiada...,yang tak pernah dapat diikat di setiap langkahnya

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Kebalian Dalam Dimensi Dua Lukisan

Tantra, Tubuh, dan Tabu: Psikoseksual Perempuan Bali

31 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Next Post
Tenganan Pegringsingan Mempertahankan Tata Ruang

Tenganan Pegringsingan Mempertahankan Tata Ruang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia