• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, January 18, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Sumini, Perempuan Albino Buruh Kuli

Ni Putu Diah Eta Tritintya by Ni Putu Diah Eta Tritintya
7 March 2011
in Kabar Baru, Sosial, Sosok
0
0

Teks Ni Putu Diah Eta Tritintya, Foto Ilustrasi Luh De Suriyani

”Kadang orang melihat saya aneh. Kadang mereka juga menghina saya karena saya berbeda. Tapi, saya tak peduli. Toh saya di sini kerjanya halal, bukan mencuri!” ungkapnya.

Dewasa ini wanita tak hanya dikenal sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anak di rumah. Seiring berkembangnya zaman dan kerapnya emansipasi didengungkan, rumah tak lagi menjadi satu satunya tempat bernaung bagi seorang wanita.

Salah satunya Sumini. Keberbedaannya semenjak lahir tak mengurangi niatnya berjuang dan mencari nafkah bagi keluarganya. Sumini salah satu albino, kelainan struktur gen dari gen resesif bawaan orang tua. Meskipun penampilannya berbeda dari masyarakat kebanyakan, ia tak pernah merasa malu atau pun merasa tersisih.

”Kadang orang melihat saya aneh. Kadang mereka juga menghina saya karena saya berbeda. Tapi, saya tak peduli. Toh, saya di sini kerjanya halal bukan mencuri!” ungkap wanita paruh baya ini.

Sumini bekerja sebagai kuli angkut. Ia mengaku tak pernah mengeluh atau pun malu dengan profesinya. Wanita yang tinggal di Padangsambian, Denpasar Barat ini hanya berbekal 1 keranjang besar dengan handuk dan tali temali. Dia selalu siap mengangkut apa pun.

Walaupun pekerjaannya cukup kasar untuk seorang wanita, ia tak pernah ingin berhenti atau mencari pekerjaan lain. ”Saya lebih tenang dengan pekerjaan ini. Biar pun berat, saya cukup nyaman mengerjakannya. Kalau saya dagang (asongan), capek kejar kejaran terus sama tramtib,” ujarnya lirih.

Upah Sumini berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Per bulan dia hanya mendapat Rp 30.000. Rasanya tak sebanding dengan berat beban yang harus ia angkut. Berat yang dia angkut berkisar antara 50 kg sampai 60 kg untuk sekali angkut.

Dengan perawakannya yang tak terlalu tinggi dan kulit putih khas albino ia tersenyum senang ketika sebuah truk berisi sayur-sayuran menghampirinya. Dengan sigap ia membawa keranjang besarnya dan naik ke atas truk. Dia mulai memindahkan sayur sayuran itu ke keranjangnya.

Meski panas menyengat, siang itu ia tak terlihat lelah apalagi mengeluh. Ia tersenyum sambil mengangkat keranjang penuh sayuran itu di atas kepalanya.

Dengan jarak kira-kira 10 meter dari truk sayur, ia harus berjalan membawa keranjang penuh di atas kepalanya. Pekerjaan itu tak dilakukannya hanya sekali, tapi berkali-kali sampai isi dalam truk habis.

Kisah Sumini merupakan salah satu contoh peran penting wanita dalam roda perekonomian di Bali. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Sumini rela mengerjakan “pekerjaan kasar” yang seharusnya dikerjakan laki-laki. Meskipun dengan keberbedaan yang dimilikinya Sumini tak pernah mengeluh. [b]

Tags: Budayaperempuan baliSosialSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ni Putu Diah Eta Tritintya

Ni Putu Diah Eta Tritintya

cwe sederhana,yang setiap langkahnya bagai angin,yang kadang ada,kadang tiada...,yang tak pernah dapat diikat di setiap langkahnya

Related Posts

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
KB Krama Bali Bebankan Perempuan Secara Fisik dan Mental

Perempuan Bali yang Tak Pernah Berhenti

25 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

25 July 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025
Next Post
Tenganan Pegringsingan Mempertahankan Tata Ruang

Tenganan Pegringsingan Mempertahankan Tata Ruang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia