• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 23, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Sudah Bayar Dibentak Pula

Anton Muhajir by Anton Muhajir
9 September 2009
in Kabar Baru
0
1

Bandara di Kupang

Teks dan Ilustrasi Foto Anton Muhajir

Petugas berbaju batik putih biru itu menghalangi jalan keluar dari gerbang Bandara Ngurah Rai, Tuban Rabu pukul 9.30 Wita pagi ini. Dia berhenti dengan sepeda motornya di tengah satu-satunya jalur untuk keluar bandara tersebut.

Saya tekan bel sepeda motor. Dia lalu mundur dengan tatapan tak bersalah, apalagi minta maaf. Tidak apa-apa. Bukan masalah besar.

Saya majukan motor lalu berhenti di tempat biasa pengunjung bandara harus membayar biaya parkir di bandara. Pagi itu saya sebenarnya tidak parkir. Ibaratnya hanya lewat masuk bandara. Menurunkan teman yang hendak ke Flores di depan terminal keberangkatan tanpa turun dari sepeda motor. Saya lalu ngebut kembali ke Denpasar karena sudah lewat jam masuk kantor.

Tapi toh saya tetap harus bayar.

Saya lihat tiga petugas berbaju batik di pintu keluar itu, selain petugas yang tadi menghalangi di pintu keluar. Mereka sedang ngobrol satu sama lain. Tidak ada satu pun yang memajukan tangan meminta pembayaran parkir. Saya agak bingung.

“Mungkin mereka bukan petugas parkir,” pikir saya. Apalagi mereka tidak duduk di loket pembayaran seperti biasa. Mereka berdiri di luar.

Saya menoleh ke loket lain di sebelah kanan dari posisi saya. Barangkali petugas penarik biaya parkir itu ada di sana. Tapi ternyata loket itu tutup. Saya menyimpulkan pagi itu memang belum ada petugas penarik biaya parkir.

Karena merasa tidak ada petugas, saya berniat melanjutkan perjalanan. Saya tarik gas motor. Eh, tiba-tiba tiga petugas yang berdiri itu teriak-teriak membentak. “Woi-woi. Jangan main kabur saja! Bayar dulu!” teriak mereka.

Saya langsung berhenti. “Sini atret dulu!” kata salah satu dari mereka dengan tampang sama sekali tidak bersahabat. Mereka kelihatan marah.

“Soale bingung, Bli. Kirain tidak ada petugas,” kata saya.

Mereka masih ngomel marah-marah. Saya menahan diri. Males ngotot-ngototan di pagi hari. Lagian mereka bertiga sedangkan saya sendiri. Pasti tetap saja saya akan salah dan kalah.

Saya membayar keWAJIBanku sebagai pengguna fasilitas publik. Saya dengan senang hati melakukan itu. Membayar Rp 2000 untuk melewati pintu gerbang, meski saya tidak parkir sama sekali.

Tapi kali ini saya membayarnya dengan rasa dongkol pada pelayanan petugas itu. Mereka sudah saya bayar. Seharusnya mereka memberikan pelayanan yang lebih bersahabat. Bukan dengan menyalahkan dan membentak-bentak orang..

Tags: BadungSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025
A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

9 June 2025
Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap Berkolaborasi dengan Teknologi?

Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap Berkolaborasi dengan Teknologi?

8 September 2024
Hibah itu Dana Publik, Digunakan sebagai Modal Pilgub?

Hibah itu Dana Publik, Digunakan sebagai Modal Pilgub?

13 August 2024
Next Post

Mama, I Am Sorry: Potret Realitas Teater

Comments 1

  1. wawan says:
    16 years ago

    sabar sodaraku, orang sabar disayang Tuhan Allah. Karma berjalan otomatis.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Monkey Millennial, Simbol Konsumerisme Hari Ini

Monkey Millennial, Simbol Konsumerisme Hari Ini

23 January 2026
Kebijakan yang Menyuburkan Stigma di Tukad Bangkung

Kebijakan yang Menyuburkan Stigma di Tukad Bangkung

23 January 2026
Petani Batur Sampaikan Potensi Rusaknya Warisan Geologi hingga Ancaman Terusir

Petani Batur Sampaikan Potensi Rusaknya Warisan Geologi hingga Ancaman Terusir

23 January 2026
Dealing in Distance: Menjelajahi Diaspora, Migrasi, dan Rasa Kepemilikan

Dealing in Distance: Menjelajahi Diaspora, Migrasi, dan Rasa Kepemilikan

22 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia