• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Seni Terjangkau Pameran Super Minimart

Gogon Journey by Gogon Journey
8 October 2013
in Budaya, Foto, Kabar Baru
0
0

IMG_3419

Puluhan perupa gabungan dari Sanggar Dewata Indonesia menggelar pameran bertajuk super MinimArt di Sika Gallery. Pameran dibuka pada 5 Oktober lalu di Campuhan Ubud.

Baru memasuki ruang pamer, deretan wadah kerupuk disulap seolah menjadi aquarium etalase yang memberi ruang 2 setrika yang kali ini bertugas menjadi stempel haram dan halal.

Di sebelahnya lagi saya bisa lihat konsistensi seorang Made Bayak yang senang bermain dengan plastik sarat pesan respon atas perilaku konsumerisme yang semakin menggila.

Bergeser lagi semakin ke dalam, sebuah pemandangan tak biasa ketika ada sebuah kulkas berisi arak dengan aneka rasa yang dijual dalam galeri. Arak sirup sirep sayurensis yang digagas Gede Sayur ini menurut sang empunya hanya mencoba membawa kearifan lokal atas arak yang sudah menjadi signature yang lumayan dikenal khas dari Bali.

IMG_3336

Di pojok ruangan, algojo tato dari jogja merespon ruang pamer dengan menjadikan spot ini menjadi workshop tato. Goresan, ukiran yang lebih condong ke etnik, ukiran dan patra dengan wawasan spiritual Bali ia kombinasikan menjadi kalpataru, patra yang membentuk pohon berakar dengan simbol-simbol spiritual Bali yang dituangkan di atas kanvas.

IMG_3434

Layaknya sebuah photo booth, tempat berpotret narsis dengan background sawah Not For Sale dipajang untuk dapat berinteraksi dengan penikmat pameran. Lalu potongan kardus bekas mewakili tipografi yang nampak menyentil terbaca “Jangan buang sampah di S[e]ni”. Di bawahnya terpajang sketsa-sketsa nyentrik warna-warni dan hitam putih serta instalasi gantungan kunci dalam sangkar burung dan ranting pohon dengann quote “yang dijual orang”.

Penangkapan pendek saya dunia komoditas seperti burung yang dijual, hanya diperhatikan keindahannya sebagai pajangan dan bunyi-bunyian tapi mengindahkan stress dan terpenjaranya mahluk hidup tersebut.
IMG_3445

IMG_3370

Dan di sudut-sudut lain yang jelas tak kalah menarik, seniman-seniman ini memunculkan karakternya dalam merespon tema super minimart dengan lukis, instalasi, sket manual, kaos, tatto dan suguhan arak, menghadirkan karya seni yang terjangkau atas penikmatnya.

IMG_3352

Banyak barang-barang sederhana, bahkan sampah sekalipun tersulap menjadi barang seni dengan nilai tinggi berkat sentuhan seniman-seniman ini. Lumayan memberi refresh atas kejenuhan karya karya yang biasa dipamerkan di galeri besar yang banyak memakai material-material pilihan, eksklusif dan juga harganya yang relatif tak terjangkau.

Para perupa ini sudah bisa membuktikan bahwa kreatifitas berkarya tak boleh berpaku pada keterbatasan dana atau materi, penting juga menciptakan seni yang terjangkau baik bagi si perupa dan juga untuk penikmatnya.

Minim Art, Mini Mart. [b]

Tags: minimartsanggar dewata indonesiaSeni RupaUbud
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Gogon Journey

Gogon Journey

Pecinta Visual.

Related Posts

Mengurai Ke-Aku-an Seorang Wayan Suja

25 January 2026
GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

27 December 2025
Kearifan Lokal di Tengah Arus Global di UWRF 2025

Kearifan Lokal di Tengah Arus Global di UWRF 2025

22 October 2025
Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

3 October 2025
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Pengembangan Kawasan Rendah Emisi di Sanur dan Ubud

19 September 2025
Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

15 September 2025
Next Post
Angsraya: Arus Kebebasan dari Samudera

Angsraya: Arus Kebebasan dari Samudera

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia