• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Angsraya: Arus Kebebasan dari Samudera

Lina PW by Lina PW
8 October 2013
in Agenda, Budaya, Foto, Kabar Baru, Lingkungan
0
0

vimage
“Angasraya adalah sikap kebersamaan emosional, yang didasari oleh sikap dari diri sendiri untuk bersatu secara sejajar menjadi kerajaan maritime nasional kembali di zaman Majapahit”.

(Dikutip dari buku Majapahit Peradaban Maritim Nusantara: Ketika Nusantara Menjadi Pengendali Pelabuhan Dunia, karya Irawan Djoko Nugroho, 2011)

Vision International Image Festival mengambil tema Angasraya: Arus Kebebasan dari Samudera sebagai tema utama dengan keinginan untuk membangkitkan kebersamaan emosional kembali atas kekuatan Indonesia sebagai negara maritim.

Festival ini adalah gerakan masyarakat dalam merespon KTT APEC 2013 yang berlangsung di Bali. Sebagai sebuah festival imaji, Vision International Image Festival bertujuan mengangkat potret peradaban kelautan Indonesia dan dunia, dengan semangat keberagaman dan kesejajaran yang menjadi benang merah dalam setiap foto yang akan dipamerkan.

Kurator pameran Oscar Motuloh dalam esai pengantar buku festival ini mengatakan, “Fotografi sebagai wadah ekspresif dan mengemukakan pendapat bagi para fotografer sejatinya juga memiliki kekuatan hebat itu. Seperti sebentuk amunisi yang di persiapkan demi menjaga referensi serta apresiasi kita pada kelautan untuk masa depan yang lebihbaik. Sekaligus diperuntukkan untuk ditembakkan ke arah siapapun berjiwa kerdil yang mengorbankan kelestarian samudra hanya sebagai objek komoditi semu. Samudra adalah masa depan dunia, dia milik generasi mendatang kita.”

Barbara Stauss, curator pameran ini yang berasal dari Berlin, Jerman, melihat karya-karya foto jurnalistik yang dipamerkan dapat mencerminkan situasi terkini di dunia. “Ada ambiguitas dalam segala sesuatu dan setiap orang, dan kawasan Pasifik berdiri sebagai metafora keberagaman dan kedinamisan hidup, perseorangan atau lebih.”

vimage02

Sedangkan kurator Ray Bachtiar Dradjat menegaskan bahwa fotografi punya kekuatan untuk merekam sejarah maritim Nusantara. Citra relief-relief candi dan pura yang didokumentasikan memperlihatkan gambaran persaudaraan antar umat manusia. “Gaung kesadaran bahwa umat manusia bersaudara juga terekam dalam kearifan budaya di Nusantara. Konsep Sedulur papat Lima Pancer, misalnya, secara literer berarti ‘saudara empat, lima di tengah’. Konsep ini menyatakan bahwa setiap manusia memiliki saudara di empat penjuru.Konsep ini juga menyatakan bahwa setiap arah memiliki warna, dan warna-warni tersebut jelas merujuk ras-ras utama manusia: putih, hitam, kuning, merah. Sedangkan yang kelima manca warna, menyimpan semua warna dalam dirinya,” ujar Ray Bachtiar.

Vision International Image Festival akan diselenggarakan dari tanggal 5-20 Oktober 2013 di empat tempat utama di kawasan Denpasar dan Gianyar, yakni Danes Art Veranda, Bentara Budaya Bali, Maha Art Gallery, dan “street art gallery” yang terletak di pinggiran Jalan Nusa Indah, Denpasar.

Program utama dari Vision International Image Festival adalah pameran lebih dari 400 karya foto dari sekitar 60 fotografer dari seluruh Indonesia, dan Asia-Pasifik. Sejumlah karya foto tersebut tidak hanya menampilkan keindahan dari laut semata, akan tetapi juga mengangkat isu kelautan yang sedang berkembang, diantaranya adalah perburuan sirip hiu di Laut Jawa, dan pencemaran lingkungan yang mengakibatkan matinya spesies burung yang bermigrasi di seputaran laut Pasifik–Selandia Baru.

Festival ini juga merupakan momentum untuk mengembangkan Jurnalisme Kelautan di Indonesia. Sebagai kuratoradalah Direktur Eksekutif Galeri FotoJurnalistik Antara (GFJA), Jakarta, Oscar Motuloh, pendiri majalah kelautan Mare—Die Zeitschriftder Meere, Berlin, Barbara Stauss, dan pendiri Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI) Ray Bachtiar Dradjat.

Selain pameran foto, Vision International Image Festival juga menyelengarakan program-program pendukung (Diskusi panel, workshop, pemutaran film, pentas seni, bazaar kuliner darilaut, dll) yang melibatkan banyak individu dan komunitas. Juga, bekerja sama dengan Borobudur Writers and Cultural Festival 2013 dan The BEFU InternasionalFestival 2013 di Korea Selatan.

Vision International Image Festival diselenggarakan oleh Yayasan Indonesia Horizon, organisasi non-profit yang memiliki fokus terhadap isu seputar perkembangan identitas, budaya, humanism dan lingkungan yang terjadi di Indonesia dan dunia, bekerja sama dengan matamera communication – creative boutique yang menangani komunikasi visual untuk industry hospitality dan pariwisata, serta didukung sepenuhnya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. [b]

Informasi lebih lanjut, hubungi:

http://www.visionimagefestival.com/
https://www.facebook.com/vimagefest
email : mail@visionimagefestival.com
Twitter : @vimagefest

Contact Person :
Lina PW 085339818588
Tria Nin 0856 250 5454

Tags: AgendaFotoKomunitasPameran
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Lina PW

Lina PW

hanya seorang anak yang ingin mencobai segala hal positif

Related Posts

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Aksi Bali Mengkritisi Kebijakan Bias Gender dan Tolak RUU TNI

Gerakan Kesadaran Neurodiversitas untuk Keberagaman dan Melawan Stigma

21 June 2025
Pameran ‘Retrospective Made Djirna 1992-2022’

Pameran ‘Retrospective Made Djirna 1992-2022’

19 December 2023
Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

23 October 2023
Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

4 September 2023
Sang Gunung Menyerahkan Jejaknya ke Laut, Alternatif Pengarsipan Sejarah

Sang Gunung Menyerahkan Jejaknya ke Laut, Alternatif Pengarsipan Sejarah

22 August 2023
Next Post
Tujuh Kali Tenaga Kuda untuk Membersihkan Sampah

Tujuh Kali Tenaga Kuda untuk Membersihkan Sampah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia