• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, February 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Saatnya Mencegah Rabies di Bali

Sang Gede Purnama by Sang Gede Purnama
5 June 2012
in Kabar Baru, Opini
0
0
Masyarakat Bali sudah terbiasa memelihara anjing. Foto Luh De Suriyani.

Bali dikenal sebagai daerah pariwisata bebas penyakit rabies.

Kondisi Bali berubah setelah dua tahun lalu di Desa Ungasan, Kabupaten Badung terjadi kasus rabies. Kasus rabies kemudian menyebar di beberapa kabupaten di Bali. Akibatnya, kasus ini sulit untuk ditanggulangi secara lokal.

Pemerintah berupaya melakukan vaksinasi pada anjing. Namun, karena jumlahnya banyak maka pemerintah kewalahan. Apalagi begitu banyak anjing liar di Bali. Menangkapnya sulit. Cerobohnya yang divaksin juga tidak diisi tanda sehingga kurang tahu mana yang divaksin mana yang tidak.

Kasus gigitan anjing terus bertambah. Jumlahnya bahkan mencapai ribuan. Padahal, stok vaksin untuk manusia terbatas. Parahnya lagi kasus bertambah karena tidak semua korban mendapatkan vaksin.

Itulah sekelumit masalah saat Provinsi Bali baru pertama kali disebut daerah kejadian luar biasa (KLB) rabies. Setelah itu dilakukan eliminasi anjing liar, anjing yang tidak jelas kepemilikannya. Jumlah anjing liar di Bali ini sangat banyak.

Upaya eliminasi ini dianggap tidak efektif. Mulailah ribut dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) pecinta hewan. Mereka menyalahkan langkah ini.

Kondisi masyarakat Bali itu unik. Bali berbeda dengan daerah rawan rabies lainnya. Masyarakat Bali sudah terbiasa memelihara anjing karena anjing dianggap penjaga rumah. Anjing mendapatkan makanan sisa sehari-hari. Selain itu juga ada cerita Hindu yang mengganggap anjing ini binatang suci. Akibatnya, hampir setiap rumah ada anjing. Bahkan bisa jadi lebih banyak anjing daripada anggota keluarganya.

Tumpul
Anjing di desa tidaklah dipelihara secara khusus melainkan di biarkan bebas begitu saja tanpa kurungan. Mereka tidak seperti masyarakat pecinta anjing yang membeli makanan di Petshop, memandikan anjingnya dengan shampoo khusus, dan memeriksa kesehatan anjingnya secara rutin. Warga desa membiarkan anjingnya bebas. Kadang anjingnya makan, kadang juga dibiarka mencari makan sendiri saja.

Kondisi seperti ini sudah lama terjadi namun baru kali ini penyakit rabies masuk Bali. Ada apa ini?

Kemungkinan besar ada hewan penular rabies (HPR) yang masuk ke Provinsi Bali. Setelah kejadian itu barulah kita panik apa yang mesti dilakukan. Sekarang ini penanggulangan masih setengah-setengah karena memang dana terbatas, kegiatan lintas sektoral masih tumpul, dan anjing liar masih banyak tidak terkontrol.

Menurut saya, ada beberapa solusi penanggulangan rabies di Bali. Pertama, lakukan promosi kesehatan mulai dari sekolah, masyarakat, hingga perkantoran. Media massa, baik cetak maupun elektronik, juga berperan penting untuk melakukan promosi mengenai pencegahan rabies.

Kedua, lakukan pendataan kepemilikan anjing di setiap banjar. Jadi, kepala lingkungan setempat bertanggung jawab untuk melakukan pendataan kepemilikan anjing. Berapa jumlah anjing yang ada, siapa pemiliknya, berapa yang liar, berapa yang sudah divaksin.

Ketiga, melakukan vaksinasi pada anjing di seluruh Bali secara serentak dan tercatat. Apabila anjing liar tidak jelas siapa yang merawat, lakukan eliminasi. Keempat, melakukan pengawasan ketat pada binatang yang masuk dan keluar dari Bali terutama di pelabuhan-pelabuhan.

Langkah-langkah ini apabila dilaksanakan dengan baik maka rabies dapat diberantas. Masyarakat Bali bisa terbebas dari penyakit rabies. [b]

Tags: BaliKesehatanOpiniRabies
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Sang Gede Purnama

Sang Gede Purnama

Pemerhati kesehatan masyarakat. Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Fakutas Kedokteran, Universitas Udayana (Unud) Bali.

Related Posts

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Perlawanan Kebijakan Politik dalam Karya Seni Ogoh-Ogoh 2025

Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”

6 February 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Next Post
Walhi Bali Tuntut Moratorium Pembangunan Akomodasi

Walhi Bali Tuntut Moratorium Pembangunan Akomodasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia