• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Rusaknya Jalan Pedesaan di Tabanan

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
4 March 2014
in Berita Utama, Kabar Baru, Pelayanan Publik
0
0

jalan-tabanan

Jika ketemu jalan rusak, berarti kamu sudah masuk Tabanan.

Begitu seorang teman pernah bercanda perihal rusaknya jalan-jalan di Kabupaten Tabanan. Jalan rusak ini mudah ditemui terutama di desa-desa.

Rusaknya jalan ini terasa ironis di antara kampanye indahnay objek wisata di Tabanan terutama terasering dan subak yang indah di Jatiluwih. Sebagian jalan menuju ke lokasi rusak parah, kalau tak bisa dibilang hancur.

Dua kilometer jalan menuju kawasan terasering di Dusun Belulang, Desa Mengesta, Penebel kondisinya sangat rusak. Hampir seluruh permukaan jalan berlubang dalam. Para petani dengan sepeda motor bebek terjerembab beberapa kali dalam kubangan penuh bebatuan yang terlepas.

Anak-anak setempat berusaha mengendalikan stang motor agar tak tergelincir. Traktor yang ditarik para petani berjalan tertatih.

“Sudah lama jalan rusak, keluar dusun makin susah,” kata salah seorang warga.

Jalan utama dusun ini menjadi jalur distribusi pangan serta bahan-bahan pertanian yang diproduksi warga. Selain beras merah yang banyak ditanam, juga ada sayuran seperti jenis paku-pakuan, labu, buah durian, rambutan, dan lainnya.

Kondisi yang lebih parah terjadi di Dusun Pagi, Penebel. Jalan utama pemukiman dan menuju persawahan hancur. Seperti sungai dengan bebatuan tanpa air. “Banyak kawasan lumbung padi jalan pertaniannya rusak parah,” kata Putra Sedana, warga dan tokoh muda setempat.

Putra dan rekannya di Tabanan Lover tahun lalu membuat kegiatan revitalisasi pertanian bertajuk Uma Wali di Dusun Pagi. Warga kerap membuat joke karena dibiarkannya inftastruktur jalan di kabupaten ini dengan istilah “jalan berukir”.

Luas lahan sawah di Tabanan menurut data terakhir hampir 22.500 hektar dan terluas di Bali. Memiliki 228 subak dan terus berkurang tiap tahun.

Dalam rilis online-nya usai melakukan kunjungan ke Tabanan beberapa hari lalu, Gubernur Mangku Pastika menyebut permasalahan terbesar Tabanan berupa infrastruktur jalan yang kurang bagus di desa. Hal ini menjadi kendala pendistribusian hasil panen para petani. Untuk itu Pemkab Tabanan diminta melakukan pembenahan infrastruktur dan manjadikannya prioritas.

Menurut Bupati Eka selama ini Pemkab Tabanan sudah menggulirkan program partisipatif yang melibatkan masyarakat berupa kegiatan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat, di mana pemerintah menyediakan bahan material pembuatan jalan sedangkan masyarakat yang mengerjakan pembangunannya.

“Untuk menambah nilai jual hasil pertanian, Tabanan harus memfokuskan infrastruktur,” kata Pastika.

Angka kemiskinan di Tabanan disebut 4,1 persen lebih besar dari Provinsi yang sebesar 3,9 persen. Pendaatan Asli Daerah kabupaten sebesar Rp 212 miliar sedangkan rencana APBD lebih dari Rp 1,2 triliun, Pastika menilai Tabanan masih sangat memerlukan bantuan Pemprov dan Pusat. [b]

Tags: Fasilitas PublikInfrastrukturTabanan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Adu Balap di Jalan, Janji Sirkuit Ditagih

Adu Balap di Jalan, Janji Sirkuit Ditagih

3 June 2025
Dampak Pandemi COVID-19 di Desa Angkah

Dampak Pandemi COVID-19 di Desa Angkah

1 June 2020
BATI, Rumah Belajar Teknologi Sederhana

BATI, Rumah Belajar Teknologi Sederhana

17 September 2019
Wahyu Diatmika, Kaki Lumpuh, Tegak Menjadi Pengusaha

Wahyu Diatmika, Kaki Lumpuh, Tegak Menjadi Pengusaha

28 July 2019

Nasib Jatiluwih setelah Menjadi Warisan Budaya Dunia

19 July 2019
Dari Desa Membumikan Nilai-nilai Pancasila

Dari Desa Membumikan Nilai-nilai Pancasila

10 June 2019
Next Post
Nyepi di Bali Terbukti Mengurangi Emisi

Bersiap Merayakan Nyepi di Banten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia