• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, April 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Galeri Foto

Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Kresnanta by Kresnanta
17 March 2026
in Foto, Opini
0
0

Suntuk sehabis kerja, aku ingin menyempatkan waktu untuk me time. Entah kenapa, tiba-tiba terlintas ingin pergi ke pantai. Sejak dulu, pantai selalu terasa seperti ruang healing. Tempat mengisi waktu akhir pekan, kini menjadi tempat merenung. The art of noticing. Namun setiap kali datang ke pesisir sekarang, ingatan masa kecil ikut muncul bersamaan dengan kesadaran bahwa pantai juga telah banyak berubah.

Pantai Sanur menjadi salah satu yang paling sering kukunjungi. Dulu, aku sering mandi di pantai bersama keluarga. Meski sebenarnya aku tidak terlalu suka berenang, terutama setelah pernah tenggelam karena terbawa arus ombak saat kecil. Sejak itu, aku lebih sering menjadi penikmat pesisir sambil duduk atau berjalan santai.

Sadar atau tidak, kawasan Sanur kini terasa berbeda. Deretan restoran dan coffee shop high-end mulai memenuhi pinggir pantai. Menjual view pemandangan laut sebagai daya tarik utama. Saat memotret di sekitar pukul sepuluh pagi, panasnya sudah terasa menyengat. Aku pun melipir ke sebuah kafe ber-AC sambil menikmati segelas iced long black. Tanpa disadari, aku juga menjadi bagian dari ekosistem baru di sini. Nongkrong di kafe sambil menatap laut dari balik jendela. Padahal dulu kawasan ini masih dipenuhi pohon perindang, tempat orang berteduh setelah berenang.

Suatu sore, aku beranjak ke pantai di area Nusa Dua. Karena jarang berenang, dulu aku lebih suka bermain pasir. Membuat istana pasir, mencari kerang, atau mengamati biota laut saat air surut. Kadang aku membuat kolam kecil dengan aliran seperti sungai di atas pasir. Aku teringat masa kecil ketika aku begitu berani menyentuh apa saja. Sekarang, lebih berhati-hati dan tersadar bahwa tidak semua makhluk laut aman untuk disentuh.

Di Nusa Dua masih terlihat hamparan padang lamun, yang sering disebut sebagai indikator ekosistem laut yang sehat. Namun di balik itu, pembangunan terus berjalan. Deretan hotel dan restoran di pinggir pantai membuat kawasan ini terasa semakin eksklusif.

Di sela perjalanan, ada satu hal yang tak pernah kulewatkan yaitu lumpia Sanur. Dulu harganya hanya tiga sampai lima ribu rupiah. Sekarang sudah sepuluh ribu, bahkan bisa tiga kali lipat jika dijual di kafe. Agak menggelitik, tapi begitulah wajah gentrifikasi yang datang perlahan.

Aku juga menyelipkan siluet anak kecil dan potret hutan mangrove sebagai pengingat kegelisahan lain. Salah satu spot hutan mangrove favoritku masih ditutup sejak salah satu konferensi internasional besar di Bali. Mangrove seolah hanya dijadikan showcase, meski syukurnya beberapa pantai masih memberi akses publik untuk menikmati mangrove.

Perubahan pesisir terasa nyata. Sanur yang dulu ramai saat matahari terbit atau menjelang sore, kini hidup hampir sepanjang malam karena deretan kafe. Di tengah keramaian itu, pantai masih ada sebagai ruang kontemplasi. Tempat masyarakat umum, keluarga, hingga pemancing berbagi ruang, menghidupi ekosistem pesisir dengan cara mereka sendiri.

sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet SANGKARBET sangkarbet
Tags: esai foto pesisirpantai nusa duapantai sanurpesisir baliruang publik pantai
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Kresnanta

Kresnanta

capture. eat. travel.

Related Posts

Masa Depan Pantai Sindhu dari Kacamata Pemilik Usaha

Masa Depan Pantai Sindhu dari Kacamata Pemilik Usaha

12 October 2025
Sanur Berbenah: Proses yang Tidak Semulus Itu

Sanur Berbenah: Proses yang Tidak Semulus Itu

1 October 2025
Pantai: Ruang Hidup yang Mengubah Hidup Bu Tude

Pantai: Ruang Hidup yang Mengubah Hidup Bu Tude

25 September 2025
Menyisir Sanur Sembari Merefleksi Kawasan Pesisir di Urban Social Forum

Menyisir Sanur Sembari Merefleksi Kawasan Pesisir di Urban Social Forum

13 September 2025
UMKM Terseok-Seok Hadapi Penataan di Pantai Sanur

UMKM Terseok-Seok Hadapi Penataan di Pantai Sanur

25 August 2025
Sanur Berbenah, dari Shuttle Hingga Perluasan Trotoar

Sanur Berbenah, dari Shuttle Hingga Perluasan Trotoar

14 August 2025
Next Post
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia