• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, March 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Sosial

‘Pisang’ Terakhir Made Liu

Luh Putu Sugiari by Luh Putu Sugiari
31 December 2019
in Sosial, Sosok
0
0

Bersua Made Liu di kebun pisang terakhirnya.

Made Liu, wanita paruh baya pemilik ratusan pohon pisang di Dusun Selasih, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, kini hanya menghabiskan waktunya di rumah yang bisa jadi harus Ia tinggalkan. Tidak ada lagi aktifitas mencari daun pisang ke kebun, tidak ada juga buah pisang yang bisa dipanen karena induknya sudah habis dimakan alat berat.

Kasus sengketa tanah antara PT Ubud Resort dan puluhan Kepala Keluarga di Dusun Selasih seakan menjadi pukulan berat bagi Made dan para petani lainnya. Sebab kebun pisang yang selama ini telah menghidupinya hanya menyisakan tanah kosong, setelah susah payah ditanam kini terpaksa mati sia-sia.

Sore itu, Made menuturkan bagaimana saat alat berat masuk ke dalam lahan pisangnya, tidak ada perlawanan yang bisa Ia lakukan, tidak ada pilihan selain diam dan menonton para pekerja itu melakukan tugasnya. “Setelah pohon pisang ditebang, pohon yang masih bagus saya kumpulkan kembali, meski belum tahu akan ditanam dimana lagi,” ucapnya sambil menunjuk pohon pisang yang sempat terkumpul.

Sembari bercerita, Made menawarkan buah pisang yang sudah sempat dijadikan sebagai banten (sesajen), ditempatkan dalam anyaman sokasi. Pisang ini, katanya, merupakan jenis pisang raja yang ukuran buahnya besar serta rasanya manis. Namun perih yang harus Made terima karena pisang ini merupakan buah pisang terakhir yang bisa Ia panen dari kebun.

Made mengungkapkan saat pembongkaran pohon pisang, ada satu pohon yang berbuah dan sudah menguning. “Buah ini yang masih disisakan oleh alat berat itu,” tuturnya dengan tatapan kosong, seakan mengingat momen yang tidak akan pernah Ia lupakan.

Sebelum peristiwa sengketa tanah ini terjadi, biasanya setiap dua hari sekali Made akan menjual daun pisang (don biu batu) yang sudah dipanen sejak pagi hari. Hasil penjualan yang bisa Made peroleh sebesar Rp. 30.000,00 per ikat. Setiap berangkat Made bisa menjual 60 ikat sampai 70 ikat daun pisang. Daun pisang ini adalah jenis pisang batu yang memiliki daun lebar dan cenderung lebih kuat dibandingkan jenis pisang lainya, sehingga sangat digemari oleh masyarakat selaku konsumen.

Khusus di Pulau Bali, daun pisang banyak dimanfaatkan untuk membuat banten dan sebagai pembungkus nasi, sehingga setiap harinya kebutuhan akan daun pisang akan terus meningkat. Sisi lain, petani pisang di Dusun Selasih masih harus berjuang untuk tetap mempertahankan tanah yang sudah ditempatinya selama ini.

Meski kecil harapan, namun dalam setiap doa yang dipanjatkan ada harapan agar mereka bisa kembali menjadi petani pisang di Dusun Selasih.

kampungbet

Tags: dusun selasihkonflik agraria di baliReforma Agraria
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh Putu Sugiari

Luh Putu Sugiari

Related Posts

Petani Batur Ajukan 58 Bukti Surat

Petani Batur Ajukan 58 Bukti Surat

23 November 2025
Sabdha lan Karya Petani Bukit Sari, Lantang Tuwuh Perjuangan

Sabdha lan Karya Petani Bukit Sari, Lantang Tuwuh Perjuangan

22 September 2022
Selasih: Cerita Perampasan Tanah yang Tak Pernah Usai

Selasih: Cerita Perampasan Tanah yang Tak Pernah Usai

9 December 2019
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Percepatan Penyelesaian Konflik melalui Reforma Agraria di Bali

13 July 2019
Next Post
Minggu Memang Libur, tetapi Dunia Telanjur Kelam di Dalamnya

Minggu Memang Libur, tetapi Dunia Telanjur Kelam di Dalamnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Perspektif Disabilitas Netra untuk Ruang Jalan Inklusif di Bali

Perspektif Disabilitas Netra untuk Ruang Jalan Inklusif di Bali

15 March 2026
Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia