• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, May 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pilgub Berakhir, Keputusan Belum Diambil

Sagung Uttami by Sagung Uttami
18 May 2013
in Kabar Baru, Opini, Politik
0
2

Foto Pilgub

Setelah Pilgub usai, pemimpin baru Bali masih dipertanyakan.

Hingga saat ini belum jelas siapa yang akan memimpin Bali lima tahun ke depan. Apakah pasanga Puspayoga – Sukrawan ataukah Pastika – Sudikerta. Akankah pemimpin yang nantinya terpilih benar-benar bisa membawa Bali kearah yang lebih baik?

Selama beberapa bulan ke belakang, isu politik seputar Pemilihan Umum Kepala Daerah atau yang sering disebut Pemilukada atau Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali menjadi isu yang sangat sensitif bagi banyak orang di Bali. Sampai saya membuat tulisan ini pun, isu tersebut masih dikategorikan sebagai isu terhangat di Bali.

Bagaimana tidak, dua kandidat yang masing-masing dicalonkan saat ini dulunya memiliki visi dan misi sama dalam memajukan Bali. Selain itu persentase suara dari masing-masing kandidat memiliki perbedaan sangat tipis. Menurut hasil perhitungan cepat (quick count), hasil yang diperoleh dari kandidat nomor urut satu yaitu Anak Agung Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan adalah 50,26%. Kandidat ini menang tipis dari kandidat nomor urut dua, Made Mangku Pastika dan I Ketut Sudikerta yang mengumpulkan perolehan suara sebanyak 49,74%.

Pemilihan gubernur Bali yang telah berlangsung pada 15 Mei 2013 lalu ini memang memberikan kesan tersendiri bagi seluruh masyarakat di Bali. Persaingan ketat yang dihadapi masing-masing kandidat yang memang memiliki segudang pengamalan politik menjadi pemandangan menarik bagi penikmat politik maupun masyarakat awam.

Kandidat Puspayoga-Sukrawan atau PAS ini diusung partai PDI Perjuangan. Sedangkan dari kubu Mangku Pastika-Sudikerta atau yang lebih dikenal dengan Pastikerta diusung oleh beberapa partai seperti Partai Golkar, Demokrat, Hanura, Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan), PAN, PKPI, PNBK, PKPB, serta Partai Gerindra.

Debat cawagub menjadi rangkaian penting selama proses pemilukada. Debat cawagub Bali berlangsung dua kali. Debat pertama yang dilaksanakan pada 7 Mei 2013 ini berlangsung panas. Masing-masing kandidat menyampaikan visi dan misi di depan penonton serta para pendukung mereka.

Dalam penyampaian visi dan misi beberapa kali kedua kandidat ini saling melontarkan kalimat-kalimat sindiran. Hal ini memancing emosi para pendukung masing-masing kandidat.

Namun dalam debat kedua yang berlangsung pada 10 Mei, kandidat ‘PAS’ memilih untuk tidak hadir.

Berbagai macam spekulasi pun bermunculan ditengah-tengah masyarakat. Debat yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi di Bali ini berlangsung alot tanpa kehadiran salah satu kandidatnya. Kandidat Pastikerta menguasai seluruh acara dan melibas habis semua pertanyaan yang dilontarkan oleh panelis.

Pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat di Bali kelak adalah pemimpin yang bisa melestarikan budaya bali dan menitikberatkan agribisnis sebagai faktor utama kesejahteraan Bali yang tidak boleh dihilangkan. Bali merupakan daerah pariwisata yang saat ini terkenal di Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. Namun pariwisata bukanlah satu-satunya modal utama yang dimiliki Bali.

Pemimpin Bali nantinya harus menyeimbangkan antara pariwisata dan agribisnis. Jangan sampai para petani atau nelayan Bali yang melestarikan budaya tradisional Bali tergeser oleh adanya pemodal asing maupun pengusaha lokal Bali yang seakan-akan ‘memewahkan’ Bali dengan hotel-hotel serta tempat hiburan yang indah meskipun menggeser sumber matapencaharian masyarakat pinggiran di Bali.

Sebagai masyarakat demokratis, kita sudah seharusnya pandai memilih calon yang tepat untuk memimpin Bali ke depannya. Karena di tangan pemilih yang memiliki integritas dan kejujuran yang tinggilah akan keluar pemimpin Bali yang benar-benar berpotensi dan tidak asal umbar janji saja.

Pemilukada telah berakhir. Semoga saja pemimpin yang terpilih nantinya memiliki loyalitas yang tinggi untuk memajukan Bali kedepannya tanpa menghilangkan kebudayaan Bali yang sudah ada. Semoga.. [b]

Tags: OpiniPilgub BaliPolitik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Sagung Uttami

Sagung Uttami

cheerful person with great personality

Related Posts

Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Next Post
Made Sumasa, Dari Nelayan Menjadi Pebisnis

Made Sumasa, Dari Nelayan Menjadi Pebisnis

Comments 2

  1. imadewira says:
    13 years ago

    Saya kok agak ngeri melihat kondisi sekarang, kedua pasangan merasa menang. Sepertinya rawan konflik. Semoga saja saya salah.

    Reply
  2. Anton Muhajir says:
    13 years ago

    potensi konflik pilgub kali ini memang lumayan besar. apalagi selisihnya kecil gitu. yakin sih siapa pun yg kalah, dia akan menggugat hasilnya ke pengadilan.

    semoga saja ini ketakutan berlebihan.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

12 May 2026
Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

11 May 2026
Film Pendek Menapak di Sesi Cinéma de Demain, Festival de Cannes 2026

Film Pendek Menapak di Sesi Cinéma de Demain, Festival de Cannes 2026

10 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia