• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, January 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Penyebab Kematian Korban Bencana di Bali

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
16 September 2025
in Kabar Baru
0
0

Bencana yang terjadi di Bali pada 10 September lalu menyisakan duka mendalam. Pembersihan, pemulihan korban, evakuasi, dan pencarian orang hilang masih dilakukan. 

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali per 12 September menyebutkan 17 orang meninggal akibat bencana di seluruh Bali, sedangkan 5 orang hilang lainnya masih dalam pencarian. Dari 17 korban yang meninggal, 11 di antaranya ditemukan di Denpasar, 3 di Kabupaten Gianyar, 2 di Kabupaten Jembrana, dan 1 di Kabupaten Badung.

Kematian akibat bencana di Bali tidak hanya disebabkan oleh satu faktor. BaleBengong mencoba mengulik cerita-cerita korban bencana dari berbagai media pemberitaan. Dari cerita-cerita tersebut, kami menemukan empat penyebab meninggalnya beberapa korban.

Lansia terjebak di rumah

Di Kabupaten Gianyar, 2 lansia meninggal karena terjebak di dalam rumah yang roboh. Ni Made Latif (70) ditemukan meninggal setelah berusaha menyelamatkan dua anak tetangganya yang terjebak di rumah. Naasnya, Latif tidak sempat menyelamatkan dirinya sendiri. Tembok rumah pun roboh dan menimpa dirinya. 

Hal yang sama terjadi pada Ni Made Rupet (87) asal Desa Temesi. Rupet ditemukan meninggal saat sedang tidur lelap di rumahnya. Tembok rumahnya roboh karena tidak kuat menahan longsor.

Bangunan roboh di bantaran sungai

Dengan catatan korban terbanyak, bencana di Kota Denpasar juga menjadi yang terparah. Kawasan cagar budaya Jalan Gajah Mada, Pasar Badung, dan Jalan Sulawesi dihantam banjir hingga merobohkan sejumlah bangunan. Deretan bangunan yang berada di bantaran Tukad Badung ambrol dihantam hujan dan angin kencang. 

Pada 11 September 2025, 6 deret bangunan di Jalan Sulawesi dihancurkan karena mengalami kerusakan parah. Saat itu pula masih dilakukan pencarian terhadap 2 orang yang dilaporkan hilang. Hajah Maimunah (75) ditemukan malam hari pukul 21:33 WITA (11/9) di bawah reruntuhan bangunan. Ia ditemukan sekitar 50 meter dari reruntuhan di belakang ruko. Jasadnya ditemukan dengan tangan menghadap ke atas.

Beberapa korban di Jalan Sulawesi juga ditemukan di Dam Tanah Kilap, yaitu Nadira (48) dan Taslim (54). Para korban diduga terseret arus Tukad Badung yang saat itu meluap. 

Menurut keterangan seorang penjual di Jalan Sulawesi, deretan bangunan di bantaran Tukad Badung tersebut sudah ada sejak lama. Penjual tersebut mengatakan kerusakan parah terjadi di Jalan Sulawesi bagian selatan karena aliran air mengalir dari utara ke selatan. Selain itu, bangunan di bagian utara dibangun lebih tinggi dari jalan, sehingga air yang masuk ke toko tidak terlalu tinggi dibandingkan bangunan bagian selatan.

Bangunan perumahan roboh

Bangunan roboh juga terjadi di Perumahan Permata Residences, Lingkungan Gadon, Mengwitani. Perumahan tersebut berada di jalur aliran sungai yang berhilir hingga Pantai Mengening, Cemagi.

Salah satu bangunan yang roboh ditinggali 3 anggota keluarga, yaitu Hadnar Boelan (56), Dewi Ratnawati Saoenarjo (57), dan Riviere Timothy George Wicaksono Boelan (23). Hingga berita ini ditulis, ketiga korban masih dalam pencarian.

Robohnya bangunan diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.20 WITA. Debit air sungai yang kecil mendadak besar hingga mencapai 3,5 meter. Ketika debit air tinggi, penghuni perumahan berusaha menyelamatkan diri dengan berpindah ke hulu. Sayangnya, satu anggota keluarga tidak bisa menyelamatkan diri hingga bangunan roboh dan terseret arus banjir.

Warga menerobos banjir

Banjir yang datang tiba-tiba membuat warga terpaksa menerobos, terutama yang sedang berada di jalanan. Nita Kumalasari (23) saat itu tengah dibonceng suaminya pada dini hari (10/9) menuju Dusun Kumbading dari Dusun Munduk, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana. Sepeda motor yang mereka kendarai tak kuasa menahan derasnya aliran air. Akibatnya, motor terjatuh. Nita yang tengah dalam kondisi hamil dua bulan terseret arus banjir, sedangkan suaminya berhasil selamat. Nita ditemukan meninggal karena tenggelam.

Komang Oka Sudiastawa (38), korban asal Jembrana juga ditemukan meninggal akibat menerobos banjir. Ketika banjir melanda pada dini hari. Oka hendak membuka pagar rumah yang terendam banjir. Namun, Oka tiba-tiba terjatuh dan mengambang di genangan air. Warga yang melihat kejadian tersebut berusaha menyelamatkan Oka. Namun, ketika menyentuh tubuhnya, warga tersebut merasakan sengatan listrik. Oka diduga meninggal karena menyentuh kabel listrik yang terputus.

legianbet legianbet kampungbet
Tags: bangunan robohbanjir di balibencana di baliGajah MadaJalan Sulawesikorban banjir Balipasar badung
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Menghitung Konversi Tutupan Lahan Bali Menjadi Lahan Terbangun

21 January 2026
Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

21 December 2025
Menelisik Ancaman Bencana di Bali melalui Analisis Sosial

Menelisik Ancaman Bencana di Bali melalui Analisis Sosial

15 November 2025
Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Memetakan Lokasi Banjir dari Media Sosial

9 November 2025
Penyebab Kematian Korban Bencana di Bali

Merefleksikan Tata Ruang Bali Pasca Bencana

5 October 2025
Dari Lumpur ke Layar: Bagaimana Banjir Menjadi Konflik Horizontal di Media Sosial

Dari Lumpur ke Layar: Bagaimana Banjir Menjadi Konflik Horizontal di Media Sosial

23 September 2025
Next Post
Harapan Melalui Ngejot

Harapan Melalui Ngejot

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Menghitung Konversi Tutupan Lahan Bali Menjadi Lahan Terbangun

21 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia