
P
Serangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Komunikasi IAHN Mpu Kuturan, menggelar kegiatan Ngejot atau bakti sosial berupa pembagian sembako kepada warga kurang mampu. Tidak hanya merayakan secara internal, mahasiswa memilih untuk turun langsung ke tengah masyarakat Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali (5/9).
Kegiatan Ngejot ini dikemas secara sederhana dan penuh makna, menyasar warga kurang mampu terutama kalangan lanjut usia (lansia) yang tinggal di desa Ambengan. Puluhan paket sembako disalurkan langsung kepada penerima yang sebelumnya telah didata dengan berkoordinasi bersama aparat desa dan Babinsa Desa Ambengan. Keberhasilan kegiatan Ngejot ini tidak lepas dari kolaborasi HMPS Ilmu Komunikasi bersama Buleleng Social Community (BSC) serta uluran dukungan dari sejumlah donatur.

Salah satu penerima bantuan, Wayan Lastri, warga Dusun Ambengan, Desa Ambengan, tak kuasa menahan rasa syukurnya. Perempuan paruh baya itu mengatakan bagaimana bantuan sembako yang ia terima begitu berarti di tengah-tengah keterbatasan hidup yang dijalani sehari-hari. “Saya sangat senang. Bantuan yang diberikan ini sangat meringankan beban keluarga saya dan terasa sekali manfaatnya dalam memenuhi kebutuhan hidup bagi keluarga saya,” ungkapnya.
Lastri juga menambahkan, bantuan sembako dari mahasiswa HMPS Ilmu Komunikasi IAHN Mpu Kuturan ini bukan sekadar beras, minyak, atau kebutuhan pokok lain. Namun lebih dari itu, Lastri merasakan adanya perhatian dan kepedulian yang menguatkan hidupnya
“Bantuan ini bukan hanya soal beras, minyak, atau kebutuhan pokok lainnya. Saya merasa ada perhatian dan kepedulian dari adik-adik mahasiswa semua. Itu yang membuat saya semakin merasa bersemangat,” imbuhnya.

Kegiatan Ngejot tersebut turut mendapat perhatian dari aparat desa. Babinsa Putra Desa Ambengan, I Made Widiasa, yang hadir dalam acara itu menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian mahasiswa. Widiasa menilai, apa yang dilakukan para mahasiswa ini sangat bermanfaat, terutama bagi warga lansia yang kehidupannya tergolong kurang.
“Bagi warga kami khususnya yang telah menerima bantuan sembako tadi sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh adik-adik mahasiswa. Kami sangat mengharapkan keberlanjutan kegiatan Ngejot ini karena masih banyak warga kami yang lansia belum,” ungkapnya.
Widiasa juga mengatakan, aksi sosial mahasiswa Ilmu Komunikasi IAHN Mpu Kuturan tidak hanya sekadar berbagi bantuan, tetapi juga membawa pesan moral tentang pentingnya kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Sangat membawa manfaat karena sasaran kami sudah tepat menyentuh pada usia lansia serta hidup berlatar belakang minim. Jadi secara sosial sangat merespon positif atas aktivitas adik-adik mahasiswa,” tambahnya.
Sebagai aparat yang setiap hari berhubungan langsung dengan masyarakat, Widiasa menyebut pihaknya sangat siap mendukung program-program sosial yang dijalankan mahasiswa. “Harapan kami semoga kedepannya berkelanjutan, dan kami selaku Babinsa Putra Ambengan selalu berbuat yang terbaik dengan cara berkoordinasi dengan adik-adik pelajar,” imbuhnya.
Kehadiran mahasiswa Ilmu Komunikasi IAHN Mpu Kuturan di Desa Ambengan menunjukkan bahwa dunia pendidikan tidak terlepas dari tanggung jawab sosial. Dengan terjun langsung kelapangan, mahasiswa belajar memahami realitas sosial yang ada di dalam masyarakat. Perayaan HUT HMPS Ilmu Komunikasi ke-9 IAHN Mpu Kuturan menjadi momentum yang tidak hanya meriah, tetapi juga penuh makna. Melalui Ngejot, mahasiswa berhasil menghadirkan kebahagiaan sederhana di tengah kehidupan masyarakat yang penuh keterbatasan.
legianbet legianbet kampungbet






