• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Di Pojok Kecil Pasar Badung Upadisari Mengadvokasi Kesehatan Reproduksi

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
28 January 2026
in Kabar Baru, Kesehatan, Sosok
0
0
Upadisari di klinik Yayasan Rama Sesana

Ketika krisis air terjadi, dampaknya dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat. Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang wajib dipenuhi. Pemakaiannya pun tak lepas dari kehidupan sehari-hari, untuk mandi, minum, mencuci, dan memenuhi kebutuhan lainnya.

Namun, secara tingkat kerentanan, perempuan lebih rentan merasakan dampak krisis air dibandingkan laki-laki. Budaya patriarki yang membebankan perempuan dalam kerja-kerja domestik membuat perempuan lebih merasakan sulitnya akses air bersih. Kegiatan memasak, mencuci, hingga membersihkan rumah tidak bisa dilakukan tanpa air.

Situasi ini juga terjadi pada perempuan pedagang di Pasar Badung. Pedagang di Pasar Badung yang didominasi oleh perempuan membutuhkan air lebih banyak untuk membersihkan kios dagangnya, terutama para penjual daging.

Untuk menghilangkan aroma amis sisa daging, sejumlah pedagang menyiram kiosnya yang berlapis lantai dengan air. Air itu diambil dari toilet yang ada di setiap lantai Pasar Badung. Pada siang hari ketika daging jualan sudah habis, para pedagang pun mencuci wadah bekas daging di toilet pasar.

Perempuan dan air

Kerentanan perempuan tak hanya terjadi dalam ranah domestik dan mencari nafkah, tetapi pada kesehatan reproduksi. Hal ini disampaikan oleh Luh Putu Upadisari atau kerap disapa Sari ketika ditemui di klinik miliknya.

Klinik kesehatan Sari berdiri di pojok kecil Pasar Badung melalui Yayasan Rama Sesana. Selama bertahun-tahun ia memberikan layanan kesehatan pada pedagang dan buruh di Pasar Badung, terutama layanan kesehatan reproduksi.

Tampak depan klinik Yayasan Rama Sesana di lantai 1 Pasar Badung

Kesehatan reproduksi tak lepas kaitannya dengan sanitasi. Berbeda dengan laki-laki, perempuan membutuhkan air lebih banyak untuk menjaga kebersihan di area reproduksi. Pasalnya, perempuan mengalami menstruasi, kehamilan, dan pasca melahirkan yang juga membutuhkan air bersih. Selain itu, sehari-hari perempuan juga harus membersihkan organ reproduksinya setelah buang air.

“Kalau misalnya mereka (perempuan), personal hygiene-nya berkaitan dengan organ reproduksi tidak menggunakan air bersih, potensi untuk terjadinya infeksi saluran reproduksi menjadi tinggi,” ujar Sari, salah satu Ashoka Fellow di kawasan Bali, ketika ditemui di kliniknya pada Selasa, 20 Januari 2026.

Infeksi ini menyebabkan ketidaknyamanan, terutama memudahkan penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) karena adanya infeksi campuran. Infeksi pada organ reproduksi juga dapat menurunkan daya tahan tubuh, juga terjadi penurunan absorpsi makanan bergizi dan anemia. Meski tak terlihat, infeksi organ reproduksi menyebabkan efek domino yang berlangsung terus menerus jika tidak segera disadari.

Puluhan tahun melayani kelompok rentan

Melihat rentannya perempuan terhadap masalah reproduksi, terutama pada pekerja pasar, Sari memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan memberikan layanan kesehatan di Pasar Badung. Hal ini telah ia lakukan selama 23 tahun, terhitung sejak tahun 2003.

Pada awal kedatangannya di Pasar Badung, Sari gencar memberikan edukasi kesehatan pada ibu-ibu. “Kalau cebok kita menyarankan kalau toilet umum kotor, jangan pakai sembarang air,” kata Sari.

Puluhan tahun bergulat di Pasar Badung membuat Sari melakukan banyak hal. Selain edukasi, Sari juga menyediakan layanan skrining untuk deteksi kanker leher rahim, kanker payudara, dan infeksi menular seksual. Respons yang datang pun positif, terlebih pada awal kerjanya ia mendapatkan donatur, sehingga dapat memberikan layanan kesehatan gratis.

Ia ingat betul pada tahun 2005, sebelum Pasar Badung berdiri megah, Sari dan timnya turun langsung di malam hari. “Jadi saya ingin menjangkau pedagang malam karena itu lebih berisiko,” jelas Sari. Di gang-gang kecil ia membawa tempat tidur kecil dari lantai 4, lokasi kliniknya, ke lantai paling bawah. “Waktu itu saya banyak menemukan kasus-kasus serius, misalnya infeksi menular seksual banyak di ibu-ibu,” imbuhnya.

Banyak perempuan yang datang karena selama ini mereka tidak tahu harus ke mana. Informasi mengenai layanan kesehatannya terdengar dari telinga ke telinga dan datang dari mulut ke mulut.

Tertatih, tapi tetap melayani

Setelah kebakaran di Pasar Badung tahun 2016, Yayasan Rama Sesana hanya mendapatkan ruang kecil di pojok lantai bawah Pasar Badung. Terhitung sejak gedung baru berdiri, Yayasan Rama Sesana tak lagi segencar dulu. Tidak ada lagi donatur, tenaga kesehatan pun hanya dua bidan.

Meski begitu, klinik Yayasan Rama Sesana tetap memberikan edukasi dan layanan kesehatan reproduksi pada para pekerja dan pengunjung di Pasar Badung. Layanan diberikan dengan membayar seikhlasnya.

Umur yang sudah mencapai lanjut usia membuat gerak Sari terbatas dalam melakukan advokasi. Ia sudah tak segencar dulu lagi untuk turun langsung ke pasar. Kini, pedagang dan pengunjung langsung yang mendatanginya ke klinik.

kawijitu kawijitu kawijitu kawijitu
Tags: akses air di BaliKesehatan Reproduksikesehatan reproduksi perempuanpasar badung
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

Air Menipis di Pulau Tirta: Masalah Akses di Perkotaan hingga Resapan di Hulu

Air Menipis di Pulau Tirta: Masalah Akses di Perkotaan hingga Resapan di Hulu

24 February 2026
Audit Hak Pejalan Kaki melalui Telusur Gajah Mada

Audit Hak Pejalan Kaki melalui Telusur Gajah Mada

1 February 2026
Penyebab Kematian Korban Bencana di Bali

Merefleksikan Tata Ruang Bali Pasca Bencana

5 October 2025
Penyebab Kematian Korban Bencana di Bali

Penyebab Kematian Korban Bencana di Bali

16 September 2025
Menyusuri Langkah Lelah Tukang Suun di Pasar Badung

Menyusuri Langkah Lelah Tukang Suun di Pasar Badung

11 July 2025
Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

Pasar Badung’s Fancy Facade, Tukang Suun Plod, Protection is Flawed

8 July 2025
Next Post
Koalisi Advokasi Bali untuk Demokrasi: Bebaskan Peserta Aksi dan Hentikan Kekerasan

Aksi Agustus: Nota Pembelaan untuk Terdakwa Minta Pembebasan Peserta Aksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia