• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, May 26, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Pengerajin Serobong Daksina di Tengah Pandemi

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
22 November 2020
in Budaya, Kabar Baru
0
0

Ritual upacara agama berkurang dampak pandemi, pengerajin serobong daksina tetap berproduksi karena ketersediaan bahan baku. Inilah salah satu bentuk adaptasi warga.

Serobong daksina merupakan salah satu sarana upacara bagi umat Hindu yang banyak digunakan. Dalam serobong dari daun kelapa ini, ditata aneka sarana sesajen penting seperti kelapa, telur bebek, bunga, dan simbol suci lainnya.

Banyak masyarakat Bali yang menjadi produsen dari pembuatan serobong daksina. Salah satu desa dengan jumlah produsen cukup banyak berada di Desa Ngis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, sehingga membuat serobong menjadi salah satu mata pencaharian bagi sebagian masyarakat desa.

Sri merupakan salah satu produsen dari pembuatan serobong daksina. Selain membuat serobong, Sri juga membuat sarana upacara lain dari daun kelapa seperti cepe dan tamas. Sri bisa membuat serobong 50-100 biji dalam sehari.

Alat dan bahan yang diperlukan dalam membuat srobong daksina meliputi daun kelapa, pisau, dan semat (biting bambu). “Bahannya kadang beli, kadang juga cari di kebun sendiri,” jelas Sri. Untuk pendistribusiannya biasanya dijual langsung ke pengepul yang datang ke rumah warga.

Selama 10 tahun menekuni usaha pembuatan serobong daksina, Sri merasakan perubahan harga yang signifikan. “Awal saya membuat serobong tahun 2010, harganya sangat murah hanya Rp200 rupiah per biji.

Namun dari tahun ke tahun harganya terus meningkat, hingga saat ini harganya bisa mencapai seribu rupiah per biji apalagi saat hari raya besar bisa lebih mahal lagi,” tutur Sri.

Adanya pandemi Covid-19 ini membuat pendistribusian serobong daksina menjadi sedikit sulit karena upacara agama banyak yang ditunda. Sehingga harga serobong menjadi tidak menentu. Sri merupakan salah satu produsen yang terdampak akibat adanya pandemi covid-19.

Ia mengatakan semenjak pandemi Covid-19 sampai di Bali pada Maret lalu, penjualan serobong menurun drastis. Sri membuat serobong daksina hanya pada saat mendapat orderan dari pengepul serobong dan beberapa masyarakat yang melakukan upacara agama seperti perkawinan, upacara 3 bulanan, dan upacara lainnya.

Meskipun begitu ibu Sri tetap konsisten untuk terus membuat serobong daksina meski hanya dihargai Rp400 rupiah per biji. Karena tinggal di desa yang banyak ditumbuhi pohon kelapa, bahan baku tersedia, dan sulit bagi masyarakat untuk menemukan keterampilan baru.

Catatan: Karya peserta Kelas Jurnalisme Warga (KJW) Desa Ngis: Ni Ketut Listriani, Ni Luh Listriani, Ni Ketut Sudewi Apriliantari.

kampungbet

Tags: dampak pandemi di baliKJW Desa Ngisspendedirekt
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Dokumentasi Adat, Tradisi, dan Budaya Desa Pedawa Melalui Kelas Jurnalisme Warga

Dokumentasi Adat, Tradisi, dan Budaya Desa Pedawa Melalui Kelas Jurnalisme Warga

23 July 2025
Dua peserta KJW di Mengani menyelesaikan tulisan dan penyuntingan foto di tengah kubu yang berada di kebun. Foto Anton Muhajir.

Dampak Kelas Jurnalisme Warga bagi Anak Muda Desa

9 September 2022
Suka Duka Petani Bulung dan Pemulung Nusa Penida

Suka Duka Petani Bulung dan Pemulung Nusa Penida

30 June 2021
Susur Hutan dan Sungai Bersama BASE Bali

Susur Hutan dan Sungai Bersama BASE Bali

16 April 2021
Respon Galang Kangin di Isu Tani saat Pandemi

Respon Galang Kangin di Isu Tani saat Pandemi

6 April 2021
Cerita Pandemi dari Lovina yang Sunyi

Cerita Pandemi dari Lovina yang Sunyi

20 January 2021
Next Post
Balian Kompor di Desa Ngis

Balian Kompor di Desa Ngis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pemberdayaan Lalai, Kekayaan Bahari Serangan pun Terkulai

Reklamasi Serangan: Elit Parpol Pecah, Media Terbelah, Masyarakat Tetap Susah

25 May 2026
Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

25 May 2026
Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

24 May 2026
Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

23 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia