• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, March 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Pemuliaan Sumber Air Ritual Melasti di Catur Desa Adat Dalem Tamblingan

Kresnanta by Kresnanta
8 November 2025
in Budaya, Foto, Kabar Baru
0
0

Sudah sekian lama saya tidak menempuh perjalanan motor jarak jauh. Namun, rute yang saya lalui pagi itu cukup familiar, jalan yang sama yang selalu saya lewati setiap kali pulang kampung. Desa Gobleg menjadi tujuan saya kali ini. Berangkat dari Denpasar dengan langit cerah, cuaca tiba-tiba berubah di Wanagiri. Hujan deras mengguyur sehingga harus menepi sesaat dan berganti ke jas hujan. Tapi begitu memasuki wilayah Gobleg, hujan reda dan matahari menyambut dengan teriknya.

Saya datang untuk mengikuti Melasti Catur Desa Adat Dalem Tamblingan, ritual yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Catur Desa ini terdiri dari empat desa adat yaitu Desa Gobleg, Munduk, Gesing, dan Umajero. Keempatnya berbagi ikatan spiritual dan tanggung jawab menjaga kawasan suci Alas Mertajati sebagai sumber air dan kehidupan bagi masyarakat.

Tahun ini, bertepatan dengan Anggara Kasih, Selasa, 4 November 2025, saya berkempatan datang tepat di rangkaian terakhir Melasti ini di Pura Pemulungan Agung, Desa Gobleg. Ritual dimulai dengan prosesi Mepamit atau Penerus Bakti. Tradisi ini dilakukan oleh perempuan yang menikah ke luar Catur Desa sebagai simbol pamit dan wujud bakti kepada leluhur. Menariknya, dalam sistem adat di sini tidak ada laki-laki yang nyentana. Tahun ini, sebanyak 91 pasangan mengikuti prosesi. “Dua tahun lalu hanya sekitar lima puluh,” ujar I Nyoman Werdiasa, warga asli Gobleg. 

Dari Pura Pemulungan Agung, ribuan warga berjalan menuju Mendaung, sumber air suci di tengah hutan. Jaraknya sekitar dua kilometer menembus jalan pedesaan yang kelilingi pepohonan dan hutan bambu. Suasananya sejuk dan teduh, mengingatkan saya pada perjalanan ke Yeh Cacapan Semer di Desa Pedawa beberapa bulan lalu. 

Iring-iringan berjalan tertib diatur oleh pecalang. Di barisan depan, pemangku membawa tirta, diikuti dengan para pemuda dan pemudi membawa sarana upacara, lalu tabuhan sekaa gong dan masyarakat lainnya mengiringi. Sepanjang jalan, warga menggelar meja membagikan air minum dan makanan untuk semua yang lewat. Semua dilakukan dengan sukarela sebagai bentuk ngayah.

Setiba di Mendaung, suasananya sangat tenang dan sejuk. Terdapat pepohonan lateng dan hutan bambu dengan sungai mengalir di sekelilingnya. Kidung melantun bersamaan dengan suara tonggeret di tengah hutan. Masyarakat mengambil tirta sebagai esensi utama penyucian pada upacara Melasti ini. Warga mengantre dengan tertib, mengikuti arahan sesuai urutan. 

Di sini, saya benar-benar merasakan makna Melasti sebagai wujud penyucian diri sekaligus penghormatan kepada alam. Terlebih, wilayah Alas Mertajati telah lama dijaga sebagai kawasan konservasi adat. Tradisi ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga bagian dari sistem ekologis yang diwariskan untuk menjaga keseimbangan alam.

View this post on Instagram

A post shared by @BaleBengong (@balebengong)

grenetwork.org shortlybusiness.com sangkarbet
Tags: alas mertajaticatur desacatur desa adat dalem tamblingandesa goblegMelastimelasti catur desapura pemulungan agung
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Kresnanta

Kresnanta

capture. eat. travel.

Related Posts

Upacara Melasti di Pantai Terhimpit Abrasi dan Beach Club

Upacara Melasti di Pantai Terhimpit Abrasi dan Beach Club

2 April 2025
10 Hal Baru dari Catur Desa Adat Dalem Tamblingan

10 Hal Baru dari Catur Desa Adat Dalem Tamblingan

12 May 2021
Kalau Saya Orang Bali, Apakah Saya Mampu?

Kalau Saya Orang Bali, Apakah Saya Mampu?

6 March 2016
Next Post
Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Memetakan Lokasi Banjir dari Media Sosial

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

4 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia