• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, October 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Memetakan Lokasi Banjir dari Media Sosial

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
9 November 2025
in Kabar Baru
0
0
Bangunan roboh akibat banjir di daerah aliran Tukad Badung

Akhir tahun mulai memasuki musim hujan lagi. Memori peristiwa bulan September lalu masih membayangi. Pada 10 September 2025, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat 288 laporan kejadian, mulai dari banjir, tanah longsor, pohon tumbang, jembatan jebol, jalan rusak, dan kejadian lainnya.

Dua komunitas di Bali, U-INSPIRE Indonesia dan Capybara Unit Visual, memetakan lokasi bencana di Bali melalui pengumpulan data media sosial atau crowdsourcing. Pemetaan ini sebagai respons minimnya keterbukaan data dari pemerintah mengenai bencana di Bali. Crowdsourcing dilakukan dengan mengumpulkan unggahan publik berua video, foto, story, hingga repost yang beredar sepanjang 9-11 September 2025. Sebagian besar titik banjir berada di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Capybara Unit Visual mencatat gelombang Rossby sebagai pemicu banjir terparah di Bali selama sepuluh tahun terakhir. Dilansir dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), gelombang Rossby terbentuk akibat rotasi planet. Di laut, gelombang ini merupakan gerakan besar yang membentang secara horizontal ke arah barat. Gerakan gelombang Rossby di laut berdampak pada iklim laut, sehu laut, dan el nino. Sementara itu, di atmosfer, gelombang Rossby terbentuk akibat geografi bumi. Gelombang ini mentransfer panas dari daerah tropis ke kutub dan udara dingin dari kutub ke tropis. Fungsinya untuk mengembalikan keseimbangan atmosfer. Gerakan yang lambat membuat gelombang Rossby menghasilkan pola cuaca yang panjang dan persisten.

Sementara itu, U-INSPIRE Indonesia mengidentifikasi curah hujan di Bali mulai meningkat sejak Selasa, 9 September 2025, dari hujan ringan berangsur menjadi hujan lebat di beberapa daerah. Selama periode 9-10 September, hampir seluruh kabupaten/kota di Bali mengalami hujan deras dengan curah hujan antara 50 mm hingga lebih dari 150 mm per hari. Puncaknya mencapai sekitar 380 mm dalam satu hari di beberapa tempat. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Bali mencatat beberapa wilayah dengan curah hujan tinggi seperti Jembrana (385,5 mm), Tampaksiring (373,8 mm), Klungkung (296 mm), dan Karangasem (316,6 mm). Menurut kategori BMKG, curah hujan 300 mm per hari mencapai dua kali lipat batas ekstrem (>150 mm/hari).

Hasil crowdsourcing U-INSPIRE Indonesia mengidentifikasi 57 titik banjir di Denpasar dan Badung dengan tinggi genangan bervariasi dari selutut hingga sepinggang orang dewasa. Angka yang sama juga didapatkan oleh Capybara Unit Visual, 8 titik mengalami banjir dengan ketinggian >2 m, 33 titik mengalami banjir ketinggian 1-2 m, dan 16 titik mengalami banjir dengan ketinggian 0-1 m.

Banjir dengan genangan tinggi paling banyak terjadi di Kota Denpasar, terutama di aliran Tukad Badung. Di Kampung Jawa – Jalan Ahmad Yani, banjir terjadi di kawasan pemukiman. Limpasan Tukad Badung menyebabkan sejumlah bangunan tenggelam. Dalam video yang dicantumkan U-INSPIRE Indonesia, tampak bangunan yang hanya terlihat atap saja. Sementara itu, banjir di Jalan Hasanuddin menyebabkan bangunan roboh total. Akibatnya, dua orang hilang dan bangunan di sekitarnya harus dirobohkan karena pondasi bangunan terancam. Pasar Badung juga merasakan dampak bencana, perekonomian lumpuh total, pedagang diungsikan, dan akses kendaraan terhambat.

Kabupaten Badung juga tak luput dari banjir. Banjir dengan genangan tinggi terjadi di dua kawasan, yaitu Gadon di Kapal dan Underpass Patung Dewa Ruci. Di lingkungan Gadon, banjir setinggi pinggang orang dewasa hingga menyebabkan longsor. Capybara mencatat lokasi banjir berada dekat dengan sungai hingga mengakibatkan bangunan roboh. Sementara itu, genangan air di Underpass Dewa Ruci menyebabkan akses jalan lumpuh total dari pagi hari hingga siang. U-INSPIRE Indonesia menulis bahwa kondisi tersebut diperparah dengan drainase yang buruk.

Peta U-INSPIRE Indonesia dapat diakses di sini.

Peta Capybara Unit Visual dapat diakses di sini.

U-INSPIRE menemukan bahwa wilayah dengan populasi tinggi berada dalam zona risiko tinggi. Ada beberapa faktor pemicu utama yang memperparah banjir, yaitu hujan ekstrem, alih fungsi lahan, keterbatasan drainase perkotaan, kerentanan geomorfologi dataran rendah, pola sungai meandering, dan sedimentasi.

Tahun sebelumnya, pada 2024, Capybara juga melakukan pemetaan banjir Denpasar dan sekitarnya selama bulan November hingga Desember. Pemetaan dilakukan melalui pengumpulan data media sosial dan digabungkan dengan pengamatan perubahan wilayah di lokasi terdampak banjir. Wilayah yang dipetakan Capybara pada tahun 2024 tak luput dari banjir September 2025, seperti wilayah aliran Tukad Badung, Jalan Ratna, dan beberapa area di Kuta. Dari pemetaan tersebut disimpulkan banjir dengan tinggi 20-30 cm banyak ditemukan di area pemukiman yang mengalami pertumbuhan bangunan pesat. Sementara, banjir dengan tinggi 60 cm terjadi di daerah padat dan kurang ruang terbuka hijau. Posisi jalan dekat sungai paling banyak terjadi genangan, kemungkinan sungai mengalami sedimentasi, penyempitan, atau aliran terhambat. Selengkapnya dapat diakses di sini.

Banjir bukan hal baru, Nuturang melalui unggahannya berjudul Kabar dan Kliping Banjir dari Masa Lalu mengumpulkan arsip banjir Bali sebelum abad ke-21. Arsip tersebut menunjukkan gagalnya pemerintah dalam menanggulangi banjir. Banjir yang terus menerus terjadi dibiarkan begitu saja. Perhatian hanya tertuju sesaat. Ketika keributan di media sosial mereda, isu banjir tenggelam bersama genangan air yang perlahan surut.

grenetwork.org shortlybusiness.com sangkarbet
Tags: banjir balibencana di balipemetaan banjirTukad Badung
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Sawah dan Jogging Track

Sampah Plastik Ancam Sawah dan Jogging Track

2 October 2026
Ketangguhan Bencana Libatkan Desa hingga Difabel

Ketangguhan Bencana Libatkan Desa hingga Difabel

26 September 2026
Perkuat Kapasitas Individu untuk Tangguh Bencana

Perkuat Kapasitas Individu untuk Tangguh Bencana

10 September 2026
Pariwisata di daerah Rentan Bencana, Bali Dorong Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana

Pariwisata di daerah Rentan Bencana, Bali Dorong Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana

5 September 2026
Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

25 August 2026
Subak di Ambang Krisis, Ancaman Banjir dan Serbuan Tikus

Subak di Ambang Krisis, Ancaman Banjir dan Serbuan Tikus

23 August 2026
Next Post
Akses Medis Neurodiversitas: Perjuangan di tengah Minimnya Akses Layanan

Akses Medis Neurodiversitas: Perjuangan di tengah Minimnya Akses Layanan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca Samarasa Lewat Citta, Rasa dan Karsa di UWRF 2026

Membaca Samarasa Lewat Citta, Rasa dan Karsa di UWRF 2026

13 October 2026
Rekonstruksi Perempuan Bali dalam Sejarah 1965

Rekonstruksi Perempuan Bali dalam Sejarah 1965

13 October 2026
Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Private: [Indepth Report] The Last Dragonfly

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

12 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia