• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, April 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Nikmat Menanti di Made Weti

Anton Muhajir by Anton Muhajir
25 February 2009
in Kabar Baru, Kuliner
0
0

“Dua nasi campur, Bu,” kata saya pada ibu yang melayani pembeli di warung Made Weti Sanut, Minggu (22/2) lalu.

“Ya, Pak. Tunggu ya,” kata ibu itu sambil sibuk melayani pembeli lain. Dia menyendok nasi, memasukkan berbagai macam lauk, lalu memberikannya pada perempuan lain yang berdiri membantunya mengantarkan nasi itu pada pembeli.

Seperti pembeli lain saya pun menunggu. Sebagian berdiri, sebagian lain duduk di kursi yang disediakan. Sekilas saya hitung ada sekitar 50 pembeli sedang antri. Maka warung sederhana dengan atap seng dan ukurannya tak lebih dari 4×3 meter persegi itu pun tak kelihatan dari jalan, apalagi penjualnya.

Hampir 30 menit ditunggu, nasi yang saya pesan itu tak kunjung datang. Padahal saya berdiri di depan penjual sekaligus pelayan itu sambil berkali-kali bilang, “Dua nasi campur, Bu. Makan di sini.” Saya berdiri di sana berdesakan dengan pembeli lain sambil sesekali menelan ludah melihat makanan yang disajikan.

Tapi begitulah. Seperti ditulis salah seorang teman di blognya, pembeli bukanlah raja kalau pesan nasi di Warung Made Weti. Di sini, penjuallah rajanya. Terserah dia suka-sukanya mau apa.

Pembeli? Silakan menunggu sambil berulang kali menelan ludah melihat menu yang memang dibiarkan terbuka itu: ayam goreng, ayam suwir, sup ayam, telur rebus, sambal goreng, sayur, dan sambal matah. Semua dibiarkan terbuka mengundang selera.

Kerumunan pembeli sampai menutupi warung dan penjual itu pemandangan yang selalu Saya lihat tiap kali main ke pantai Sindhu Sanur, biasanya akhir pekan. Saya dan keluarga biasa ke sana kalau mau mandi di pantai. Dari ketika saya baru sampai sekitar pukul 7.30 pagi sampai saya selesai mandi dan bilas, sekitar pukul 9, kerumunan itu masih saja sama.

Tapi inilah seninya menikmati makanan di Warung Made Weti. Menu warung ini sebenarnya tidak istimewa. Sama saja dengan nasi campur bali lain seperti warung Kedewatan di Ubud, warung Satria di jalan Blimbing Denpasar, dan seterusnya. Tapi yang membuat warung ini beda karena letaknya yang dekat pantai. Jadi bagi saya sangat pas ketika usai mandi di pantai lalu menyantap nasi campur di warung ini.

Meski, ya itu tadi, pembeli harus sabar menanti. Begitu pula saya kali ini. Setelah capek menunggu dan nasi tak kunjung datang, saya menyerah. Gantian istri yang menunggu di sana. Tak lama kemudian datang teman lama saya, Meydianawati, yang sekarang jadi dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Teman pada masa di Pers Mahasiswa Akademika ini datang bersama suaminya. Ya udah sekalian saja. Pesanan kami bertambah: jadi empat porsi.

Sekitar 10 menit kemudian, pesanan kami baru datang.

Karena tempat duduk sudah penuh, maka kami pilih bersantap sambil lesehan di depan salah satu toko di Pasar Seni Sanur. Tentu saja ini bukan tempat makan sebenarnya. Tapi bagaimana lagi. Tempat lain sudah penu oleh pembeli lain. Lagian kalau nikmat toh tidak peduli tempat.

Nasi campur Made Weti terasa nikmat, selain karena dimakan setelah berenang di pantai, bisa jadi karena mata yang sudah keburu lapar ketika menunggu. Jadi momennya sangat tepat ketika bersantap.

Di tiap porsi nasinya ada ayam suwir, ayam goreng, sayur pare dan sambal kelapa, sambal tomat –yang sepertinya sih diblender dan rasanya tidak pedas sama sekali-, kacang goreng, dan telur rebus. Sekali lagi tidak terlalu istimewa. Tapi karena lapar selesai mandi dan menunggu itu, jadinya terasa sekali nikmatnya.

Harganya? Saya lupa. Kalau tidak salah di bawah Rp 10 ribu per porsi. Minggu lalu saya tidak bayar soale. Meydi dan suaminya berbaik hati menraktir saya dan istri. Aaah, sudah nikmat dibayarin pula. Kurang apa lagi coba? [b]

Tags: DenpasarKuliner
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
Perlunya Jalan Alternatif Selain By Pass Jimbaran

Perlunya Jalan Alternatif Selain By Pass Jimbaran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia